Anggota Komisi III DPR RI Teuku Ibrahim dalam kunjungan kerja spesifik Komisi III DPR RI di Banda Aceh.
PARLEMENTARIA, Banda Aceh - Anggota Komisi III DPR RI Teuku Ibrahim mengapresiasi kinerja aparat penegak hukum di Aceh usai mengikuti kunjungan kerja spesifik Komisi III DPR RI di Banda Aceh, Jumat (10/4/2026). Baginya, sinergi antara kepolisian, kejaksaan, dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Aceh berjalan baik, terutama dalam mendukung implementasi KUHP dan KUHAP baru.
Dalam agenda rapat dengar pendapat (RDP) yang melibatkan Kapolda Aceh, Kajati Aceh, BNNP Aceh, serta pihak PTPN IV di Aceh Utara, dirinya menyebut seluruh pihak telah menunjukkan komitmen untuk berkolaborasi. “Masalah KUHAP dan KUHP baru sudah berjalan sebagaimana mestinya. Memang tidak instan, tetapi pihak Kapolda, Kajati, dan BNN sudah duduk bersama dan berkolaborasi. Kita harapkan ini berjalan sesuai amanat KUHAP dan KUHP baru,” ujar Ibrahim.
Pun, sebagai putra daerah Aceh, ia juga menyampaikan apresiasi khusus kepada Kapolda Aceh, Marzuki Ali Basyah, atas kepemimpinannya dalam menjaga stabilitas keamanan dan respons cepat terhadap bencana. Menurutnya, Kapolda beserta jajaran turun langsung ke lapangan saat Aceh dilanda banjir besar yang berdampak di 18 kabupaten/kota, termasuk di wilayah Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Tengah, dan Bener Meriah.
“Saya melihat langsung bagaimana Kapolda dan Kapolres turun membantu masyarakat. Selama beliau menjabat, Aceh terasa adem karena beliau putra daerah yang mampu mengayomi,” katanya.
Apresiasi juga disampaikan kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh, Yudi Triadi, yang dinilai berhasil mengungkap kasus korupsi beasiswa yang telah lama terpendam. Dalam kasus tersebut, aparat kejaksaan telah menetapkan tiga tersangka. Tak hanya itu, ia turut memuji kinerja Kepala BNN Provinsi Aceh, Dedy Tabrani, dalam memberantas peredaran narkotika.
Ia mengungkapkan bahwa dalam dua bulan terakhir, BNN berhasil menggagalkan penyelundupan sabu dalam jumlah besar, yakni sekitar 100 kilogram dan 60 kilogram. “Ini luar biasa. Dalam waktu singkat sudah bisa menggagalkan penyelundupan narkoba yang sangat merusak generasi muda Aceh,” ungkapnya.
Ke depan, pihaknya berharap sinergi antara kepolisian, kejaksaan, BNN, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat guna menciptakan situasi yang kondusif di Aceh. “Mudah-mudahan ke depan sinerginitas ini terus terjaga. Insyaallah Aceh akan lebih baik,” tutup Ibrahim. (qq/um)