E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Infrastruktur|Pendidikan|Pariwisata|pascabencana|RUU Satu Data|KUHP|narkotika|RUU Hukum Perdata Internasional|KUHAP|bantuan|swasembada|industri|petani
Jakarta:
Berawan
27°C
Terasa: 32°C
Lembab: 87%
Angin: 5 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Infrastruktur|Pendidikan|Pariwisata|pascabencana|RUU Satu Data|KUHP|narkotika|RUU Hukum Perdata Internasional|KUHAP|bantuan|swasembada|industri|petani
Jakarta:
Berawan
27°C
Terasa: 32°C
Lembab: 87%
Angin: 5 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Infrastruktur|Pendidikan|Pariwisata|pascabencana|RUU Satu Data|KUHP|narkotika|RUU Hukum Perdata Internasional|KUHAP|bantuan|swasembada|industri|petani
Jakarta:
Berawan
27°C
Terasa: 32°C
Lembab: 87%
Angin: 5 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Dipo Nusantara: Pemerintah Perlu Berikan Perhatian Besar Penguatan Infrastruktur Energi di NTT

Diterbitkan
Jumat, 10 Apr 2026 10.39 WIB
Bagikan:
Dipo Nusantara: Pemerintah Perlu Berikan Perhatian Besar Penguatan Infrastruktur Energi di NTT

Anggota Komisi XII DPR RI Dipo Nusantara Pua Upa dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XII DPR RI di Nusa Tenggara Timur.

PARLEMENTARIA, Manggarai Barat – Anggota Komisi XII DPR RI Dipo Nusantara Pua Upa, memberikan catatan serius terkait ketahanan energi di Nusa Tenggara Timur (NTT) saat mengikuti kunjungan kerja spesifik Komisi XII DPR ke Provinsi NTT pada Kamis (9/4/2026). Ia menyoroti kendala distribusi BBM dan akses kelistrikan yang dinilai masih memerlukan perhatian besar dari pemerintah pusat dan mitra terkait.

 

Terkait persoalan BBM, Dipo menegaskan bahwa alasan klasik seperti cuaca buruk atau kerusakan kapal sudah tidak relevan lagi untuk membenarkan kelangkaan stok yang berulang, khususnya di NTT.

Lihat Juga :

Komisi V: Infrastruktur Kalimantan Tengah Perlu Perhatian Pemerintah Pusat

Komisi V: Infrastruktur Kalimantan Tengah Perlu Perhatian Pemerintah Pusat

Impor Susu Meningkat, DPR Minta Pemerintah Berikan Perhatian Peternak Sapi Lokal

Impor Susu Meningkat, DPR Minta Pemerintah Berikan Perhatian Peternak Sapi Lokal

 

"Terus ada kapal yang rusak, ya kan. Itu kan nggak bisa dijadikan alasan lagi. Karena itu sudah terjadi berulang-ulang dan mereka juga harusnya tahu bahwa di bulan-bulan tertentu di NTT itu ada musim-musim gelombang yang emang kapal untuk bersandar itu susah," tegasnya usai menghadiri pertemuan dengan Ditjen Migas dan Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Direksi PLN, Pertamina, dan Pertamina Patra Niaga.

 

Sebagai solusi, Politisi Fraksi PKB ini mendesak Pertamina Patra Niaga untuk membangun fasilitas penyimpanan atau storage baru, khususnya di Kabupaten Nagekeo. Menurutnya, lokasi tersebut sangat strategis karena menyangga kebutuhan tiga wilayah sekaligus, yakni Kabupaten Nagekeo, Ngada, dan sebagian besar Manggarai Timur. 

 

Dipo menambahkan bahwa kebutuhan BBM di wilayah tersebut sangat tinggi, terlebih dengan status kawasan pariwisata premium dan adanya satuan militer baru. Pihaknya juga meminta agar perizinan penambahan SPBU di NTT dipermudah karena jumlahnya yang masih sangat minim.

 

“Di Kabupaten Nagekeo itu ada hampir 3.000 orang tentara yang satu peleton. Jadi itu membutuhkan BBM yang sangat tinggi. Nah, SPBU juga perlu. Itu karena SPBU di NTT, terutama daratan Flores, sangat sedikit sekali dan kita juga nggak gampang buka SPBU karena modalnya juga besar “ imbuhnya.

 

NTT Butuh Sumber Listrik Baru

 

 

Di sektor kelistrikan, Dipo menekankan pentingnya diversifikasi sumber energi untuk memenuhi kebutuhan listrik di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang sangat tinggi. Mengingat letak geografis antar desa yang berjauhan, terutama di wilayah Flores Timur, Lembata, hingga Alor, pembangunan jaringan listrik memerlukan pendekatan yang spesifik.

 

"Saya mengusulkan pembangunan listrik itu di setiap provinsi beda-beda. Tidak semua bisa dipakai diesel, dan tidak semua bisa dengan tenaga surya. Kayak di Sulawesi ada yang tenaga angin, tapi saya berharap di NTT itu bisa ditingkatkan masalah geotermalnya, dan masalah panas. Panas geotermal, panas bumi, dan termasuk sinar mataharinya yang tenaga surya itu," ungkap Dipo. 

 

Terkait dengan dukungan anggaran, Dipo menyampaikan informasi positif berdasarkan hasil pertemuan dengan General Manager PLN NTT dan pihak Ditjen Gatrik. Ia menyebutkan adanya peningkatan alokasi dana untuk memperkuat kelistrikan di wilayah tersebut agar akses listrik bagi masyarakat semakin luas. Dengan peningkatan anggaran ini, diharapkan kendala jaringan di daerah-daerah terpencil dapat segera teratasi.

 

"Ada penambahan di APBN-nya. Ada penambahan hampir 500 miliar kalau nggak salah. Eh setengah, saya lupa tadi, tapi datanya ada, yang jelas sudah meningkat untuk penambahan listrik-listrik itu," pungkas Dipo. (nap/rdn)

Berita terkait

Komisi V: Infrastruktur Kalimantan Tengah Perlu Perhatian Pemerintah Pusat
Industri dan Pembangunan
Komisi V: Infrastruktur Kalimantan Tengah Perlu Perhatian Pemerintah Pusat
Impor Susu Meningkat, DPR Minta Pemerintah Berikan Perhatian Peternak Sapi Lokal
Kesejahteraan Rakyat
Impor Susu Meningkat, DPR Minta Pemerintah Berikan Perhatian Peternak Sapi Lokal
Komisi XII Dorong Transisi Energi Ramah Lingkungan di NTT
Industri dan Pembangunan
Komisi XII Dorong Transisi Energi Ramah Lingkungan di NTT
Tags:#energi#Infrastruktur
Sebelumnya

Gamal Sayangkan Menaker Belum Miliki Roadmap Jelas Antisipasi Dampak AI bagi Tenaga Kerja

Selanjutnya

Belum Tuntasnya Rekonstruksi dan Lemahnya Basis Data Bantuan Jadi Persoalan Pemulihan Pascabencana Sulteng

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(779)
  • Industri dan Pembangunan(2855)
  • Isu Lainnya(984)
  • Kesejahteraan Rakyat(2711)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3427)
  • Populer(416)
  • Uncategorized(1)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Infrastruktur|Pendidikan|Pariwisata|pascabencana|RUU Satu Data|KUHP|narkotika|RUU Hukum Perdata Internasional|KUHAP|bantuan|swasembada|industri|petani
Jakarta:
Berawan
27°C
Terasa: 32°C
Lembab: 87%
Angin: 5 km/h