Anggota Banggar DPR RI Askweni dalam Rapat Panja Kebijakan Transfer ke Daerah (TKD) RAPBN TA 2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.|Foto : Devi/Andri
PARLEMENTARIA, Jakarta - Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Askweni mendesak pemerintah pusat untuk memberikan perhatian dan porsi anggaran yang lebih besar bagi pembenahan infrastruktur jalan di daerah. Hal ini menyusul banyaknya keluhan masyarakat terkait hancurnya akses jalan utama akibat anomali cuaca yang melanda berbagai wilayah di Indonesia.
“Dengan anomali cuaca di beberapa daerah di Indonesia, selain daerah bencana, daerah-daerah mengeluhkan hancurnya infrastruktur, terutama infrastruktur jalan. Nah, ini tidak akan mampu, apalagi daerah-daerah kita yang rawa,” ujar Askweni dalam Rapat Panja Kebijakan Transfer ke Daerah (TKD) RAPBN TA 2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (23/06/2026).
Legislator dari Fraksi PKS ini menekankan bahwa perbaikan akses jalan harus mendapatkan perhatian sangat khusus dan pemetaan yang terintegrasi lintas kementerian/lembaga. Menurutnya, infrastruktur publik seperti jalan merupakan fasilitas vital yang sama sekali tidak akan mungkin bisa diselesaikan secara swadaya oleh masyarakat.
“Kenapa jalan ini penting? Karena masyarakat kalau untuk makan, mereka bisa berusaha sendiri, mereka mencari makan bisa berusaha sendiri. Tapi kalau jalan, akses, ini tidak mungkin masyarakat bisa mengatasinya, walaupun mereka kolektif sekalipun, tidak mungkin,” tegas Anggota DPR dari Dapil Sumatera Selatan II tersebut.
Menutup pernyataannya, ia meminta jajaran Direktorat Jenderal perimbangan keuangan dan tim pemerintah untuk mengawal porsi alokasi Transfer ke Daerah (TKD) agar benar-benar difokuskan pada pemulihan jalur logistik dan transportasi daerah. “Oleh sebab itu ini saya mohon untuk pemetaan oleh kita pemerintah pusat dari lintas kementerian dan lembaga, dari informasi di daerah, agar infrastruktur mendapatkan perhatian yang sangat khusus. Porsi untuk infrastruktur ini mohon untuk betul-betul menjadi perhatian,” pungkas Askweni. (NAL/um)