E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 31°C
Lembab: 84%
Angin: 5 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 31°C
Lembab: 84%
Angin: 5 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 31°C
Lembab: 84%
Angin: 5 km/h
/
/
Berita/Politik dan Keamanan

Shadiq Pasadigoe Dukung Satu Data yang Akuntabel Demi Urai Amburadulnya Data Nasional

Diterbitkan
Jumat, 3 Apr 2026 14.25 WIB
Bagikan:
Shadiq Pasadigoe Dukung Satu Data yang Akuntabel Demi Urai Amburadulnya Data Nasional

Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Shadiq Pasadigoe dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Baleg DPR RI terkait penyusunan RUU Satu Data Indonesia di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta.

PARLEMENTARIA, Jakarta — Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Shadiq Pasadigoe menyoroti masih amburadulnya pengelolaan data di Indonesia, yang dinilai berdampak langsung pada pengambilan kebijakan hingga penyaluran bantuan kepada masyarakat. Pasalnya, data yang tidak sinkron antara kementerian dan lembaga (K/L) menjadi tantangan serius yang dihadapi oleh negara.

Berdasarkan dari pengamatan yang diperoleh, ego sektoral antarinstitusi menjadi salah satu penyebab utama sulitnya mewujudkan satu data yang dapat dipedomani secara nasional. “Ada data yang dikeluarkan K/L, ada data yang dikeluarkan oleh BPS dan segala macam. Dan yang paling sulit juga kita atasi adalah ego dari K/L, ego dari BPS, dan ego dari berbagai pihak untuk kita dapat memakai data tadi,” ujar Shadiq dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Baleg DPR RI terkait penyusunan RUU Satu Data Indonesia di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Lebih lanjut, ia menambahkan, dampak dari ketidakterpaduan data tersebut turut dirasakan masyarakat, terutama dalam penyaluran bantuan sosial yang kerap tidak tepat sasaran. Apalagi, ia menilai masih banyak masyarakat yang seharusnya masuk dalam data penerima bantuan, namun justru tidak terakomodasi.

“Bagaimana masyarakat tadi itu, dia yang seharusnya masuk ke data penerima bantuan sosial, tapi dia tidak masuk. Dan untuk merobohnya bukan persoalan gampang,” jelas legislator Fraksi Partai NasDem ini.

Berangkat dari pengalamannya sebagai kepala daerah, Shadiq menekankan pentingnya menghadirkan satu sumber data yang akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia menilai, negara harus memiliki sistem data yang menjadi rujukan bersama dalam setiap pengambilan kebijakan.

“Bagaimana kita mengharapkan di suatu negara ini ada sumber data yang bisa dipedomani, yang akuntabel dan juga dapat dipertanggungjawabkan oleh siapa yang akan memakai,” tegasnya.

Dirinya pun membagikan pengalaman saat menjabat sebagai bupati di Sumatera Barat, khususnya ketika menangani bencana gempa. Selama menangani bencana tersebut, ia harus bekerja keras memastikan data yang digunakan valid agar dapat menjadi dasar penyaluran bantuan pemerintah.

“Saya panggil kepala BPS. Saya katakan, tugas ibu adalah mendata. Saya tidak mau membuat data, karena nanti tidak dipercaya oleh pemerintah pusat bahwa data saya itu akurat,” ungkapnya.

Dengan dukungan sumber daya yang memadai, data kemudian dihimpun oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan, termasuk dalam penyaluran anggaran bantuan. “Dengan data itu saya menandatangani cek Rp93 miliar yang dikeluarkan oleh Menko Kesra,” tambahnya.

Sebab itu, ia menegaskan bahwa persoalan data bukan hanya isu teknis, melainkan menyangkut keselamatan kebijakan negara secara keseluruhan. Oleh karena itu, ia mengingatkan agar pembahasan RUU Satu Data Indonesia tidak diwarnai oleh ego sektoral antar pemangku kepentingan.

“Tapi jangan kita yang akan mengambil keputusan ini saling bertengkar pula, saling berbeda pendapat pula untuk melahirkan suatu keputusan yang mengarah pada ego masing-masing,” ujarnya.

Ia pun mendorong penguatan peran Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai lembaga yang memverifikasi data dari kementerian dan lembaga. Menurutnya, fungsi statistik yang dimiliki BPS dapat menjadi kunci dalam memastikan validitas data nasional. “Harus ada, umpamanya sekarang ada BPS. BPS itu memverifikasi data dari K/L. Sudah benar ini atau belum,” pungkasnya. (hal/um)

Berita terkait

Ledia Hanifa Ingatkan RUU Satu Data Harus Lindungi Hak Masyarakat Demi Cegah Data Hilang
Politik dan Keamanan
Ledia Hanifa Ingatkan RUU Satu Data Harus Lindungi Hak Masyarakat Demi Cegah Data Hilang
Forum Satu Data Tahun 2025: Perkuat Tata Kelola Data Terpadu Menuju Parlemen Modern
Isu Lainnya
Forum Satu Data Tahun 2025: Perkuat Tata Kelola Data Terpadu Menuju Parlemen Modern
Dukung Satu Data Nasional, Karmila Sari Dorong Penguatan SDM dan Validitas Data BPS
Kesejahteraan Rakyat
Dukung Satu Data Nasional, Karmila Sari Dorong Penguatan SDM dan Validitas Data BPS
Tags:#Statistik Nasional
Sebelumnya

Nilai Perpres Satu Data Harus Didukung Lewat Penguatan Undang-Undang

Selanjutnya

Lestari Moerdijat: Mekanisme Perlindungan Perempuan Harus Konsisten Disempurnakan

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(765)
  • Industri dan Pembangunan(2757)
  • Isu Lainnya(984)
  • Kesejahteraan Rakyat(2628)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3300)
  • Populer(416)
  • Uncategorized(1)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 31°C
Lembab: 84%
Angin: 5 km/h