
Anggota Komisi II DPR RI, Edi Oloan Pasaribu, saat mengikuti Tim kunspek Komisi II DPR ke Pemprov Jateng, Semarang, Rabu (1/4/2026).
PARLEMENTARIA, Semarang — Anggota Komisi II DPR Edi Oloan Pasaribu menyoroti tantangan utama yang masih dihadapi pemerintah daerah Jawa Tengah adalah penurunan angka kemiskinan. Untuk itu, pentingnya visi besar dan strategi konkret dari setiap kepala daerah untuk mengatasi persoalan tersebut melalui peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dan penguatan aktivitas ekonomi lokal.
"Memang tadi ada capaian pemprov Jawa Tengah dalam berbagai sektor pembangunan, termasuk kontribusi daerah dalam penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) yang tergolong tinggi secara nasional. Namun, capaian tersebut belum berdampak kepada angka kemiskinan turun secara signifikan," ujar Edi saat mengikuti Tim kunspek Komisi II DPR ke Pemprov Jateng, Semarang, Rabu (1/4/2026).
Politisi Fraksi PAN ini juga menyoroti ketergantungan daerah terhadap transfer anggaran dari pemerintah pusat yang dinilai masih tinggi. Oleh karena itu, kepala daerah didorong untuk memiliki pola pikir kewirausahaan dalam mengelola pemerintahan, termasuk dengan mengoptimalkan aset daerah sebagai sumber pendapatan baru.
"Saya tentu mendorong agar kepala daerah melakukan Inovasi dan kreativitas agar menciptakan kemandirian fiskal serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat kedepannya," kata Edi.
Dalam kesempatan tersebut, Legislator Dapil Kaltim ini berharap ke depan akan muncul daerah percontohan di Jawa Tengah yang mampu bertahan dan tumbuh secara ekonomi secara mandiri, dengan kinerja fiskal yang kuat serta pertumbuhan yang berkelanjutan. Hal ini diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam menghadapi tantangan pembangunan nasional yang semakin kompleks.
"Saya juga mengapresiasi terhadap tata kelola pemerintahan di Jawa Tengah, khususnya dalam penerapan sistem meritokrasi pada proses rekrutmen aparatur sipil negara yang dinilai berjalan transparan dan profesional,"imbuhnya. (jk/aha)