E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 90%
Angin: 4 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 90%
Angin: 4 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 90%
Angin: 4 km/h
/
/
Berita/Kesejahteraan Rakyat

Fikri Faqih: Potensi Ekonomi Cagar Budaya Bisa Lampaui Sektor Pertambangan

Diterbitkan
Kamis, 12 Feb 2026 18.21 WIB
Bagikan:
Fikri Faqih: Potensi Ekonomi Cagar Budaya Bisa Lampaui Sektor Pertambangan

Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih. Foto: Mentari/Mahendra. PERLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, mendorong Kementerian Kebudayaan untuk melakukan pembenahan regulasi cagar.

Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih. Foto: Mentari/Mahendra.

 

PERLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, mendorong Kementerian Kebudayaan untuk melakukan pembenahan regulasi cagar budaya secara komprehensif. Hal itu mengingat potensi nilai ekonominya yang diprediksi mampu melampaui sektor pertambangan maupun perkebunan jika dikelola dengan strategi yang tepat. 

Politisi Fraksi PKS ini menyoroti bahwa kekayaan budaya Indonesia sering kali dipandang sebelah mata dibandingkan sektor ekstraktif, padahal memiliki daya ungkit ekonomi yang berkelanjutan. 

Menurutnya, pembenahan regulasi menjadi kunci utama untuk membuka potensi raksasa tersebut agar tidak sekadar menjadi artefak masa lalu, melainkan aset produktif yang menyejahterakan masyarakat.

“Bahkan mungkin kalau dihitung bisa melebihi yang sekarang lagi diributkan, ada tambang, ada sawit, perkebunan dan sebagainya, bisa saja kalah nilai ekonominya,,”kata Fikri Faqih dalam keterangan tertulis kepada Parlementaria, di Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Fikri menekankan bahwa revisi atau perbaikan regulasi cagar budaya harus mampu mengurai benang kusut kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah yang selama ini menjadi penghambat. 

Legislator Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini lantas mencontohkan mandat Pasal 97 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya mengenai pembentukan Badan Pengelola Cagar Budaya yang hingga kini belum terealisasi. 

Padahal, sinkronisasi dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah sangat krusial agar urusan kebudayaan tidak saling dibenturkan di lapangan.

Selain masalah otoritas, legislator dari Dapil Jawa Tengah IX (Kota Tegal, Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes) ini mengingatkan pentingnya aspek inovasi dalam konservasi cagar budaya sesuai semangat Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan. 

Ia meminta pemerintah tidak hanya terpaku pada pelestarian fisik semata, tetapi juga memperhatikan irisan aturan dengan undang-undang lain, seperti Undang-Undang Lingkungan Hidup, Tata Ruang, hingga Undang-Undang Cipta Kerja, agar cagar budaya tidak tergerus oleh kepentingan industrialisasi yang masif.

Isu krusial lain yang menjadi sorotan Fikri adalah kerentanan situs budaya terhadap ancaman bencana alam. 

Ia mendesak pemerintah untuk segera melakukan digitalisasi cagar budaya secara menyeluruh bukan sekadar mengikuti tren teknologi, melainkan sebagai upaya mitigasi dan penyelamatan arsip kekayaan bangsa jika terjadi bencana yang merusak fisik situs.

“Jadi digitalisasi bukan latah karena ini lagi era digitalisasi, bukan. Karena kepentingan, karena keperluan kita punya kekayaan tapi rawan karena ada bencana, maka itu yang dilakukan. Di samping mungkin hal-hal lain misalnya cagar budaya bisa saja kalau ada renovasi harus tahan terhadap gempa,” tegas Politisi Fraksi PKS ini.

Atas kondisi itu, Fikri menaruh harapan besar kepada Kementerian Kebudayaan sebagai nomenklatur baru untuk mengambil peran sentral dalam harmonisasi regulasi ini. 

Kajian mendalam mengenai relasi antar-undang-undang diharapkan dapat melahirkan kebijakan yang tidak hanya melindungi warisan leluhur, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi ekonomi rakyat dan ketahanan budaya nasional. •rdn

Berita terkait

Potensi Cagar Budaya di Banyuwangi Perlu Promosi Masif dan Strategis
Kesejahteraan Rakyat
Potensi Cagar Budaya di Banyuwangi Perlu Promosi Masif dan Strategis
Fikri Faqih Usulkan Pemerintah Buat Badan Pengelola Cagar Budaya
Kesejahteraan Rakyat
Fikri Faqih Usulkan Pemerintah Buat Badan Pengelola Cagar Budaya
Abdul Fikri Faqih: Pentingnya Physical Carrying Capacity dalam Pelestarian Cagar Budaya
Kesejahteraan Rakyat
Abdul Fikri Faqih: Pentingnya Physical Carrying Capacity dalam Pelestarian Cagar Budaya
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi X
Sebelumnya

Komisi XIII Dukung Istana Kepresidenan Jadi Ruang Belajar Sejarah Generasi Muda

Selanjutnya

Perkuat Regulasi Monitoring Frekuensi Radio Guna Cegah Terulangnya Kasus BTS Palsu

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(758)
  • Industri dan Pembangunan(2695)
  • Isu Lainnya(981)
  • Kesejahteraan Rakyat(2576)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3195)
  • Populer(416)
  • Uncategorized(1)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Dampak penutupan selat hormus

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 90%
Angin: 4 km/h