E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Pendidikan|APBN|RUU Polri|Diplomasi|Film|Rupiah|MBG|Kesehatan|Aspirasi|RUU Kehutanan|Piala Dunia|ASN|BGN
Jakarta:
Sebagian Cerah
31°C
Terasa: 34°C
Lembab: 60%
Angin: 14 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Pendidikan|APBN|RUU Polri|Diplomasi|Film|Rupiah|MBG|Kesehatan|Aspirasi|RUU Kehutanan|Piala Dunia|ASN|BGN
Jakarta:
Sebagian Cerah
31°C
Terasa: 34°C
Lembab: 60%
Angin: 14 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Pendidikan|APBN|RUU Polri|Diplomasi|Film|Rupiah|MBG|Kesehatan|Aspirasi|RUU Kehutanan|Piala Dunia|ASN|BGN
Jakarta:
Sebagian Cerah
31°C
Terasa: 34°C
Lembab: 60%
Angin: 14 km/h
/
/
Berita/Politik dan Keamanan

Perkuat Regulasi Monitoring Frekuensi Radio Guna Cegah Terulangnya Kasus BTS Palsu

Diterbitkan
Jumat, 13 Feb 2026 13.19 WIB
Bagikan:
Perkuat Regulasi Monitoring Frekuensi Radio Guna Cegah Terulangnya Kasus BTS Palsu

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta saat Kunspek Komisi I DPR RI di Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas I Tangerang, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Rabu (11/02/2026). Foto :.

PARLEMENTARIA, Tangerang – Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, mengungkapkan temuan Base Transceiver Station (BTS) palsu atau fake BTS yang digunakan untuk memancarkan frekuensi radio ilegal dengan tujuan penipuan. Ia menyebutkan, perangkat tersebut dioperasikan oleh warga negara asing dan telah menargetkan lembaga-lembaga nasional yang sangat sensitif, sehingga menimbulkan kerugian yang cukup besar bagi para korban.

“Ini (Fake BTS) yang ditemukan adalah BTS palsu. Karena harganya cukup mahal, ini ternyata dilakukan oleh warga negara asing yang dipakai untuk memancarkan frekuensi radio untuk penipuan. Bahkan sasarannya mencakup lembaga nasional yang sangat sensitif,” kata ujar Sukamta kepada Parlementaria usai memimpin rapat Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspek) Komisi I DPR RI di Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas I Tangerang, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Rabu (11/02/2026).

Legislator Dapil DIY ini mengungkapkan bahwa pelaku beserta perangkat BTS fiktif tersebut telah berhasil diamankan aparat. Namun, Sukamta menilai masih terdapat kelemahan dalam sistem pengawasan frekuensi radio di Indonesia, terutama minimnya jumlah stasiun monitoring yang tersebar di berbagai daerah.

“Kami berharap ada penguatan regulasi dan roadmap yang lebih jelas, mulai dari perencanaan sampai pelaksanaan, agar monitoring radio frekuensi menjadi lebih utuh dan komprehensif di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Sukamta menegaskan, persoalan frekuensi radio tidak semata-mata menyangkut aspek teknis komunikasi, tetapi juga berkaitan erat dengan stabilitas nasional dan kepentingan strategis negara. Oleh karena itu, Politisi Fraksi Partai PKS ini mendorong pemerintah untuk segera memperkuat sistem pengawasan dan pengamanan spektrum frekuensi demi mencegah penyalahgunaan di masa mendatang.

“Urusan radio frekuensi bukan soal teknis komunikasi saja, tetapi ini sudah menyangkut stabilitas nasional dan kepentingan nasional,” tutupnya. •aas/rdn

Berita terkait

Kejahatan Digital Makin Terorganisir, Penipuan Melalui BTS Palsu Kian Marak
Politik dan Keamanan
Kejahatan Digital Makin Terorganisir, Penipuan Melalui BTS Palsu Kian Marak
Cegah Kasus Kamboja Terulang, DPR Desak Pemerintah Perkuat Deteksi Dini Pekerja Migran
Politik dan Keamanan
Cegah Kasus Kamboja Terulang, DPR Desak Pemerintah Perkuat Deteksi Dini Pekerja Migran
Komisi I Ungkap Maraknya Praktik BTS Palsu, Minta Komdigi Segera Bentuk Tim Penindakan
Politik dan Keamanan
Komisi I Ungkap Maraknya Praktik BTS Palsu, Minta Komdigi Segera Bentuk Tim Penindakan
Tags:#Komisi I#Seputar Parlemen
Sebelumnya

Fikri Faqih: Potensi Ekonomi Cagar Budaya Bisa Lampaui Sektor Pertambangan

Selanjutnya

Pentingnya Ekosistem Digital yang Sehat, Aman, dan Berpihak Masyarakat

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(874)
  • Industri dan Pembangunan(3185)
  • Isu Lainnya(1019)
  • Kesejahteraan Rakyat(3214)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3893)
  • Populer(417)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

LOKAS
DPR RI Buka Pendaftaran, Seleksi, dan Pemilihan Anggota Badan Supervisi OJK

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Pendidikan|APBN|RUU Polri|Diplomasi|Film|Rupiah|MBG|Kesehatan|Aspirasi|RUU Kehutanan|Piala Dunia|ASN|BGN
Jakarta:
Sebagian Cerah
31°C
Terasa: 34°C
Lembab: 60%
Angin: 14 km/h