E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 33°C
Lembab: 78%
Angin: 4 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 33°C
Lembab: 78%
Angin: 4 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 33°C
Lembab: 78%
Angin: 4 km/h
/
/
Berita/Kesejahteraan Rakyat

Jadi Tulang Punggung Devisa Negara, Pemerintahan Mendatang Jangan Hilangkan Kemenparekraf

Diterbitkan
Sabtu, 31 Agu 2024 10.07 WIB
Bagikan:
Jadi Tulang Punggung Devisa Negara, Pemerintahan Mendatang Jangan Hilangkan Kemenparekraf

Anggota Komisi X DPR RI Andreas Hugo Pareira saat mengikuti Rapat Kerja Komisi X DPR dengan dengan Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno. Foto: Dep/vel.

PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Komisi X DPR RI Andreas Hugo Pareira berharap organisasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) tidak dihilangkan pada pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka mendatang. Pasalnya, kementerian ini tercatat sebagai salah satu tulang punggung krusial bagi pemasukan devisa negara.

“Siapapun nanti menterinya, saya setuju dengan pendapat mas menteri yang harus tetap kita perjuangkan agar Kemenparekraf tetap ada dan juga DAK tetap ada dan bahkan harus ditingkatkan,” ungkap Andreas dalam Rapat Kerja Komisi X DPR dengan dengan Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno membahas RKA K/L Kemenparekraf/Baparekraf TA 2025 dan usulan program-program yang akan didanai oleh DAK di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Kamis (29/8/2024).

Jika dilihat dari sisi anggaran yang diterima pada 2025 mendatang, menurutnya, Kemenparekraf termasuk kementerian yang menerima anggaran yang minim, yaitu hanya sebesar Rp1,76 triliun. Sehingga, target yang ditetapkan pemerintah terlalu tinggi sekaligus tidak selaras dengan dukungan anggaran yang diterima.

“Ini adalah ironi dari akhir pemerintahan. Di satu sisi, KPI (Key Perfomance Index) meningkat. Namun, di sisi lain anggaran saja masih tanda tanya. Saya tidak ingin mengatakan ini akhir dari perjuangan, walaupun anggaran (sangat kecil) seperti ini,” tambahnya.

Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu juga menyayangkan hilangnya Dana Alokasi Khusus (DAK) Tematik Tahun 2025. Kebijakan ini, nilainya, akan menghambat pembangunan infrastruktur parekraf di tingkat daerah.

Sebagai informasi, berdasarkan surat Kementerian Keuangan Nomor S-14/MK.7/2024 tanggal 13 Juni 2024 perihal Pedoman Penyusunan dan Penyampaian DAK Fisik oleh Pemerintah Daerah sebagai pengalokasian DAK Fisik Tahun Anggaran 2025, Kemenparekraf tidak memperoleh DAK Tematik.

Hal ini terjadi lantaran pemerintah baru mendatang memprioritaskan DAK digunakan untuk memperbaiki layanan dasar dan pengentasan pemukiman kumuh. Walaupun begitu, RPJMN Tahun 2025-2029 masih dalam tahap pembahasan lebih lanjut antara Bappenas dan pemerintahan baru.

Melihat peluang ini, Andreas berharap penambahan usulan anggaran dan DAK Tematik bisa tetap diperjuangkan dan disetujuin pada pembahasan di Banggar DPR bersama pemerintah nanti. “DAK ini sebenarnya justru diharapkan menunjang wilayah yang bukan kategori (parekraf) superprioritas. Oleh karena itu, perlu jadi catatan penting untuk kita semua (Komisi X dan Kemenparekraf) untuk memperjuangkannya terutama di banggar nanti,” tandasnya.

“Dengan alokasi anggaran sebesar 1,7 T, kita harus optimistis dulu karena siapa tahu nanti dalam pemerintahan berikutnya dalam APBN perubahan juga, akan ada perubahan (anggaran Kemenparekraf)”

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi menilai anggaran Kemenparekraf tahun 2025 jauh lebih kecil, apalagi jika dibandingan APBD Provinsi Jawa Barat. Ia pun mempertanyakan kesungguhan pemerintah untuk membangun pariwisata inklusif yang didukung oleh sumber daya yang berkualitas.

Perlu diketahui, Kemenparekraf hanya memperoleh anggaran tahun 2025 sebesar Rp1,76 triliun untuk mengelola pariwisata skala nasional. Nilai anggaran ini tentu sangat kecil jika dibandingkan dengan perolehan APBD, satu di antaranya APBD Provinsi Jawa Barat sebesar Rp5,9 triliun.

Akan tetapi, Dede meminta Kemenparekraf tetap optimistis. Sebab, saat ini pemerintahan baru juga sedang mempertimbangkan adanya APBN Perubahan. Ia berharap adanya pertimbangan ini bisa memperoleh anggaran yang layak, selaras dengan target kerja yang tinggi.

“Saya dari lubuk hati yang mendalam, menggangap Kemenparekraf ini sangat kreatif dan proaktif bermitra dengan komisi X. Dengan alokasi anggaran sebesar 1,7 T, kita harus optimistis dulu karena siapa tahu nanti dalam pemerintahan berikutnya dalam APBN perubahan juga, akan ada perubahan (anggaran Kemenparekraf),” pungkas politisi Fraksi Partai Demokrat itu. •um/rdn

Berita terkait

Wisata Budaya Masih Jadi Tulang Punggung Wisata Indonesia
Industri dan Pembangunan
Wisata Budaya Masih Jadi Tulang Punggung Wisata Indonesia
Jadi Tulang Punggung Polri, Adang Daradjatun Soroti Terbatasnya Masa Pendidikan Bintara
Politik dan Keamanan
Jadi Tulang Punggung Polri, Adang Daradjatun Soroti Terbatasnya Masa Pendidikan Bintara
Keberpihakan terhadap Peternak Lokal Jadi Tulang Punggung Industri Nasional
Industri dan Pembangunan
Keberpihakan terhadap Peternak Lokal Jadi Tulang Punggung Industri Nasional
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi X
Sebelumnya

Kebijakan Pembatasan BBM Bersubsidi Harus Tepat Sasaran dan Sejahterakan Rakyat

Selanjutnya

Purnamisidi Minta Kemendikbudristek Harus Segera Sertifikasi 1,6 Juta Guru

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(817)
  • Industri dan Pembangunan(3018)
  • Isu Lainnya(1006)
  • Kesejahteraan Rakyat(2935)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3647)
  • Populer(417)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Lomba Foto Kreatif SAPA Sayembara Parlementaria
LOKAS

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 33°C
Lembab: 78%
Angin: 4 km/h