
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto saat memimpini Kunjungan Kerja Reses Komisi IV DPR RI meninjau Komplek Pergudangan Bulog Nusaniwe, Ambon, Maluku, Jumat (9/10/2026). |Foto: Aditya/jk
PARLEMENTARIA, Ambon - Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto memastikan ketersediaan dan kualitas stok beras di Provinsi Maluku dalam kondisi aman. Ia juga mengapresiasi keberhasilan Perum Bulog yang telah mencapai target stok beras nasional sebesar empat juta ton, serta mendorong instansi tersebut untuk terus merespons cepat upaya stabilisasi harga pangan di pasaran.
"Kami meninjau gudang Bulog yang ada di (Ambon) sini untuk melihat sendiri stoknya apakah cukup untuk provinsi ini, kemudian kualitas berasnya apakah bagus atau tidak. Ternyata setelah kami cek, stoknya cukup banyak dan kualitasnya bagus," papar Siti Hediati dalam Kunjungan Kerja Reses Komisi IV DPR RI di Komplek Pergudangan Bulog Nusaniwe, Ambon, Maluku, Jumat (9/10/2026).
Politisi Fraksi Partai Gerindra ini menjelaskan bahwa pihaknya secara khusus mengecek batas waktu penyimpanan beras di gudang tersebut. Ia memastikan bahwa instruksi Komisi IV agar tidak ada beras yang disimpan lebih dari enam bulan telah dijalankan dengan baik oleh pihak Bulog, sehingga kelayakan konsumsi bagi masyarakat tetap terjamin.
"Kita minta bahwa beras di gudang Bulog tidak ada yang umurnya di atas enam bulan. Tadi kami cek ternyata tidak ada yang di atas enam bulan, dan walaupun ukuran berasnya kecil-kecil, tetapi kualitasnya bagus. Mudah-mudahan ini bisa memenuhi kebutuhan masyarakat di sini," jelas Legislator Daerah Pemilihan Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut.
Pada kesempatan yang sama, perempuan yang kerap disapa Titiek Soeharto ini turut menyampaikan ucapan selamat atas pencapaian kinerja Bulog secara nasional dalam mengamankan cadangan pangan. Ia berharap pencapaian tersebut terus ditingkatkan demi menjaga ketahanan pangan di seluruh penjuru negeri.
"Selamat, tadi kita syukuran karena Bulog sudah bisa mencapai target stok empat juta ton setara beras. Selamat untuk Bulog atas prestasinya, mudah-mudahan ini bisa dipertahankan, ditingkatkan lagi, dan senantiasa bisa menjaga stok beras di negeri ini," urainya.
Menanggapi apresiasi tersebut, Wakil Direktur Utama Perum BULOG Marga Taufiq memaparkan data spesifik terkait pencapaian pengadaan pangan nasional dalam acara syukuran tersebut. Hingga tanggal 8 Oktober 2026, Perum BULOG telah berhasil merealisasikan pengadaan beras sebesar 4.115.014 ton setara beras. Angka ini mencapai 102,88 persen dari target penugasan pemerintah sebesar 4 juta ton yang diamanatkan dalam Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2026. Pencapaian ini terwujud lebih awal dari target tahunan dan tercatat sebagai realisasi pengadaan tertinggi sepanjang sejarah instansi tersebut.
Menutup arahannya, Siti Hediati kembali mengingatkan Bulog akan peran vitalnya sebagai stabilisator harga. Ia meminta Bulog untuk selalu siaga melakukan intervensi pasar guna mencegah lonjakan harga beras yang dapat membebani daya beli masyarakat luas.
"Agar harga beras tidak melambung dan tidak menyusahkan masyarakat, Bulog harus cepat-cepat masuk untuk menetralisir supaya harga beras bisa terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat," tambahnya.
Sebagai bentuk kepedulian sosial di sela-sela agenda peninjauan tersebut, Siti Hediati beserta rombongan Komisi IV DPR RI juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada masyarakat sekitar. Bantuan yang disalurkan meliputi paket sembako untuk pekerja wanita, pompa air untuk fasilitas rumah ibadah, serta perlengkapan sekolah yang diberikan kepada anak yatim. (ams/rdn)