
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Akbarshah Fikarno Laksono saat memimpin Kunjungan Kerja Reses ke Komando Gabungan Wilayah Pertahanan II di Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (9/10/2026). |Foto : Andri/jk
PARLEMENTARIA, Balikpapan - Komisi I DPR RI melakukan Kunjungan Kerja Reses ke Komando Gabungan Wilayah Pertahanan II di Balikpapan, Kalimantan Timur. Kunjungan ini dalam rangka meninjau kesiapsiagaan komando gabungan guna memperkuat postur pertahanan terintegrasi di jalur strategis ALKI II.
Diketahui ALKI II adalah Alur Laut Kepulauan Indonesia II yang merupakan jalur laut resmi untuk pelayaran dan penerbangan internasional yang membelah bagian tengah wilayah kepulauan Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Ketua Tim Kunjungan, Dave Akbarshah Fikarno Laksono mengatakan, kunjungan ini dalam rangka untuk melihat gambaran langsung tentang kondisi di lapangan.
"Komisi I mendapatkan berbagai macam informasi tentang kebutuhan dan juga tantangan yang mereka hadapi, ancaman-ancaman terhadap bangsa yang dihadapi dari lautan dan juga udara," ujarnya kepada Parlementaria usai pertemuan, di Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (9/10/2026).
Dave menjelaskan, pembangunan kekuatan di Kogabwilhan II saat ini masih terus berjalan, baik dari sisi infrastruktur maupun koordinasi. "Memang masih dalam proses pembangunannya. Seperti Mako (Markas Komando)-nya pun juga masih dibangun, terus koordinasi antar semua unit instansi di bawahnya ini juga masih terus harus diperjuangkan," kata Politisi Fraksi Partai Golkar ini.
Hal senada diungkapkan Anggota Komisi I, Taufiq R. Abdullah yang menyoroti luasnya wilayah Kogabwilhan II itu. “Kogabwilhan II ini meliputi dari Jawa Tengah sampai Kaltim. Artinya sangat luas wilayahnya dan ini ada wilayah dilalui ALKI II ya, itu sangat strategis,” jelasnya.
Kogabwilhan II (Komando Gabungan Wilayah Pertahanan II) adalah satuan komando utama operasi militer Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang berkedudukan langsung di bawah Panglima TNI.
Adapun markas dan wilayah kerja Kogabwilhan II ini meliputi Markas Komando Kutai Kartanegara / Samboja dan Kalimantan Timur (Desa Amborawang). Serta Wilayah Darat yang meliputi Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.
Adapun Wilayah Laut dan Udara meliputi perairan dan wilayah udara di atas wilayah darat tersebut, termasuk ALKI-2 (Alur Laut Kepulauan Indonesia II) dan ALKI-3A.
Menurut Dave, posisi Balikpapan yang berada di persimpangan Selat Makassar, Laut Sulawesi, dan Laut Maluku membuat Kogabwilhan II memegang peran penting sebagai penjaga jalur perdagangan internasional. Kogabwilhan II sendiri dibentuk berdasarkan Perpres 66 Tahun 2019 yang diperbarui melalui Perpres 84 Tahun 2025.
Dave menegaskan, semua temuan ini akan menjadi dasar bagi Komisi I dalam merumuskan kebijakan pertahanan ke depan. "Ancaman akan kedaulatan bangsa itu nyata. Serangan-serangan dari luar itu terus menggempur kita. Biar kita tidak memiliki sistem pertahanan yang kuat, ini pasti akan berdampak yang sangat serius ke depannya," tegasnya. (man/rdn)