
Anggota Komisi XI DPR RI Annisa Maharani Alzahra Mahesa saat menghadiri fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan) untuk mendapatkan jajaran pimpinan BPK.|Foto : Mario/MRI.
PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Komisi XI DPR RI Annisa Maharani Alzahra Mahesa menyoroti gagasan audit impact serta indikator Audit Impact Index yang dipaparkan Calon Anggota BPK RI Asep Rahmat Suwandha. Menurutnya, terobosan tersebut penting agar kinerja BPK tidak hanya diukur dari opini laporan keuangan, tetapi juga dari dampak nyata pemeriksaan terhadap perbaikan tata kelola dan keuangan negara.
Tidak hanya gagasan saja, ia juga meminta Asep menjelaskan metodologi, indikator, serta mekanisme validasi Audit Impact Index. Ia juga menyoroti pengalaman Asep selama lebih dari 30 tahun sebagai auditor maupun auditee sebagai salah satu dasar untuk menguji gagasan tersebut.
“Pertanyaan saya, apa metodologi yang akan digunakan untuk BPK audit impact ini? Dan juga jika Pak Asep terpilih, indikator apa yang akan Bapak gunakan, yang akan Bapak masukkan secara konkret ke dalam Audit Impact Index? Dan siapa yang bisa memvalidasi indikator-indikator tersebut?” ujarnya.
Annisa menegaskan pendalaman tersebut dilakukan untuk memastikan calon Anggota BPK mampu menghadirkan instrumen pengawasan keuangan negara yang objektif dan terukur. DPR RI, lanjutnya, akan mengawal proses fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan) untuk mendapatkan jajaran pimpinan BPK yang berintegritas dan mampu menjawab kebutuhan pengawasan publik.
Menjawab pertanyaan tersebut, Asep menjelaskan metodologi indikator integritas yang dikembangkan mengacu pada kerangka Monitoring Center for Prevention (MCP) serta instrumen penilaian tata kelola pada sejumlah area yang rentan terhadap praktik korupsi.
“Di situ ada penganggaran, di situ ada pengadaan barang dan jasa, pelayanan publik, pengelolaan aset, Pak, yang Bapak tadi tanya, kemudian pengelolaan pendapatan, pengawasan, dan lain-lain. Gitu ya. Jadi, itu indikator-indikator atau metodologi, Pak, yang ini juga sedang saya bangun bersama-sama dengan Danantara dan KPK untuk BUMN, Pak,” jelas Asep.
Ia menambahkan, hingga saat ini telah disusun 110 indikator integritas BUMN yang disesuaikan dengan bidang masing-masing, mulai dari infrastruktur, perbankan, transportasi, hingga sumber daya alam.
“Sampai dengan saat ini versi yang sekarang hari ini, saya punya 110 indikator, Pak, integritas untuk masing-masing BUMN itu sesuai dengan bidangnya masing-masing, Pak. Misal di infrastruktur, perbankan, transportasi, dan sumber daya alam, itu masing-masing ada. Nanti itu bisa di-ini-kan, Pak. Itu indikatornya,” pungkas Asep. (um)