
Anggota DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono saat menerima audiensi KIPAN Indonesia, GRANAT, para duta antinarkoba, serta sejumlah elemen masyarakat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.|Foto : Ist/Andri
PARLEMENTARIA, Jakarta - Generasi muda dinilai memiliki peran penting dalam mewujudkan Indonesia Emas tanpa narkoba. Karena itu, upaya pencegahan perlu diiringi dengan ruang yang cukup bagi anak muda untuk mengembangkan potensi, berkarya, dan menjadi bagian dari solusi.
Menurut Anggota DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono, Indonesia Emas tidak hanya berbicara mengenai pertumbuhan ekonomi dan kemajuan teknologi. Generasi muda juga harus sehat, berkarakter, produktif, kreatif, dan mampu menjadi solusi bagi berbagai persoalan bangsa.
“Jadilah generasi yang bermakna dan berdampak. Berpikir besar, bertindak nyata, dan membumi dalam manfaat,” ujar Ibas, sapaan akrabnya, saat menerima audiensi Kader Inti Pemuda Anti Narkoba (KIPAN) Indonesia, GRANAT, para duta antinarkoba, serta sejumlah elemen masyarakat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (22/9/2026) lalu.
Ia menilai gerakan antinarkoba tidak cukup hanya mengajak anak muda mengatakan tidak terhadap narkoba. Anak muda juga perlu memiliki pilihan kegiatan yang positif untuk menyalurkan energi, kreativitas, dan kemampuan mereka.
Dalam kesempatan yang sama, dirinya juga mendorong generasi muda mengembangkan potensi melalui olahraga, seni, kompetisi, kewirausahaan, ekonomi kreatif, teknologi, e-sports, hingga kegiatan lingkungan.
“Lebih baik ikut sport, lebih baik ikut pentas, lebih baik ikut kompetisi yang kira-kira bisa membawa penguatan keterampilan kita,” katanya.
Menurutnya, keluarga dan lingkungan pendidikan juga memiliki peran penting dalam membangun ketahanan anak muda menghadapi tekanan sosial. Pendidikan antinarkoba perlu diberikan sejak dini, mulai dari sekolah hingga perguruan tinggi, dengan pendekatan yang sesuai dengan perkembangan generasi muda.
“Jadilah kalian duta-duta literasi anti narkoba yang terus menggunakan cara-cara terkini, pendekatan melalui AI, pendekatan melalui bahasa-bahasa generasi kalian,” ujar Ibas.
Politisi Fraksi Demokrat itu juga menekankan pentingnya membangun rasa percaya diri dan penghargaan terhadap diri sendiri agar anak muda tidak mencari penerimaan atau keberanian melalui narkoba.
“Indonesia ini mencintai mereka tidak hanya dengan sekadar memberikan pukulan kepada warganya, tetapi juga dengan mengasihi dan mencintai, to love their soul,” tuturnya.
Ibas berharap generasi muda dapat mengambil peran lebih besar dalam gerakan antinarkoba dengan menjadi teladan di lingkungan masing-masing. Menurutnya, gerakan tersebut perlu melibatkan pemuda, keluarga, sekolah, komunitas, dan masyarakat.
“Satu pemuda bergerak bisa menyelamatkan satu generasi,” tegas Ibas.
Ia menambahkan, generasi muda yang pernah terjerumus narkoba juga tetap memiliki kesempatan untuk pulih dan bangkit. Menurutnya, ketegasan perlu diarahkan kepada jaringan kejahatan narkoba, sementara mereka yang membutuhkan pertolongan harus mendapatkan pembinaan dan ruang pemulihan.
Mengakhiri pernyataannya, Ibas mengajak anak muda menjadi bagian dari perubahan dan tidak sekadar menjadi penonton.
“Tidak semua masyarakat yang terjerumus ataupun generasi muda kita yang terjerumus itu adalah mereka yang tersesat. Mereka juga bisa pulih. Mereka juga bisa bangkit. Bahkan mereka bisa menjadi penggerak. Pemuda keren itu bukan karena berani mencoba zat berbahaya, tapi karena berani berkata tidak,” tandasnya. (uc/um)