E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Komisi XIII|RUU Profesi Kurator|Komisi VII|Komisi VI|Komisi IV|Baleg|Anggaran|SNI|RUU Kadin|RUU Reforma Agraria|Riyono|Komisi X|Komisi VIII
Jakarta:
Cerah
31°C
Terasa: 35°C
Lembab: 58%
Angin: 18 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Komisi XIII|RUU Profesi Kurator|Komisi VII|Komisi VI|Komisi IV|Baleg|Anggaran|SNI|RUU Kadin|RUU Reforma Agraria|Riyono|Komisi X|Komisi VIII
Jakarta:
Cerah
31°C
Terasa: 35°C
Lembab: 58%
Angin: 18 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Komisi XIII|RUU Profesi Kurator|Komisi VII|Komisi VI|Komisi IV|Baleg|Anggaran|SNI|RUU Kadin|RUU Reforma Agraria|Riyono|Komisi X|Komisi VIII
Jakarta:
Cerah
31°C
Terasa: 35°C
Lembab: 58%
Angin: 18 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Evaluasi Anggaran Kemendes: Ijeck Minta Pendamping Desa Diefektifkan, Program Harus Jelas

Diterbitkan
Kamis, 3 Sep 2026 11.44 WIB
Bagikan:
Evaluasi Anggaran Kemendes: Ijeck Minta Pendamping Desa Diefektifkan, Program Harus Jelas

Anggota Komisi V DPR RI Musa Rajekshah.|Foto: Naefuroji/jk

PARLEMENTARIA, ​Jakarta – Anggota Komisi V DPR RI Musa Rajekshah mengusulkan evaluasi total terhadap alokasi anggaran Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT). Pihaknya menyoroti porsi anggaran yang mendominasi hingga 70 persen hanya untuk membayar honorarium puluhan ribu pendamping desa, namun tidak diimbangi dengan efektivitas program yang dirasakan langsung oleh masyarakat.  


​Kritik tajam tersebut disampaikannya dalam Rapat Kerja Komisi V DPR RI bersama jajaran Kementerian Desa PDT dan Kementerian Transmigrasi di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, melalui rilisnya kepada Parlementaria, Rabu, (2//9/2026).


​Pria yang akrab disapa Ijeck ini menilai, pembayaran gaji pendamping desa menjadi sia-sia jika keberadaan mereka di lapangan tidak dibarengi dengan eksekusi program-program pembinaan dan peningkatan ekonomi desa yang jelas.  

Lihat Juga :

Abdul Hadi Minta Anggaran Kemendes Fokus untuk Desa Tertinggal dan Evaluasi Kinerja Pendamping Desa

Abdul Hadi Minta Anggaran Kemendes Fokus untuk Desa Tertinggal dan Evaluasi Kinerja Pendamping Desa

Tunda Rapat Bahas Program Gerai Desa, Nurdin Halid: Program Presiden Harus Selaras Harapan Masyarakat Desa

Tunda Rapat Bahas Program Gerai Desa, Nurdin Halid: Program Presiden Harus Selaras Harapan Masyarakat Desa


​“Jumlah pendamping desa kita ada 25.380 orang dan anggarannya diserap sampai 70% (anggaran untuk tahun 2027) untuk mereka. Tapi pertanyaannya, apa manfaat dan program yang benar-benar jalan untuk masyarakat? Kalau anggarannya habis hanya untuk honor pendamping tapi tidak ada program konkret yang dirasakan warga, itu percuma dan sia-sia. Saran saya ini harus dievaluasi,” ujar Musa.  


​Legislator Dapil Sumatera Utara I ini memaparkan, data pemerintah memang mencatatkan kenaikan status desa mandiri hingga 27 persen. Namun realitas di lapangan menunjukkan angka kemiskinan di perdesaan masih menembus 12 juta jiwa, disertai ketimpangan yang tinggi antara desa mandiri dan desa tertinggal.  


​“Kalau program-programnya tidak sampai atau tidak bermanfaat, uang negara hanya habis di situ saja. Daripada anggaran mubazir dan tidak mendukung Visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk membangun ekonomi dari desa, lebih baik alokasi anggaran ini dievaluasi atau dialihkan ke program lain yang menyentuh masyarakat langsung,” tegas Politisi Fraksi Golkar tersebut.  


​Selain persoalan pendamping desa, Musa juga menyinggung belum optimalnya program perdesaan dalam menahan laju urbanisasi. Upaya menciptakan lapangan kerja perdesaan dan modernisasi sektor pertanian belum terwujud nyata, sehingga anak muda belum terdorong untuk menjadi petani milenial dan tetap memilih pindah ke kota.  


​“Tujuan akhir program perdesaan harusnya membuka lapangan kerja dan menciptakan petani milenial dengan pertanian modern. Tapi di lapangan, anak muda tetap urbanisasi dan mekanisasi pertanian kita masih banyak yang manual. Ini membuktikan program yang ada belum efektif,” tuturnya.  


​Beralih ke sektor transmigrasi, Musa mendesak pemerintah segera menuntaskan kepastian status lahan bagi para transmigran. Menurutnya, ketidakjelasan status tanah, terutama yang terindikasi masuk wilayah kawasan hutan, membuat pemerintah daerah maupun pusat tidak bisa mengucurkan anggaran APBD/APBN untuk pembangunan infrastruktur jalan dan fasilitas publik di kawasan tersebut.  


​“Masyarakat transmigrasi kasihan jika terkatung-katung karena status lahan yang belum jelas. Kalau lahannya bermasalah, APBD atau anggaran lainnya tidak bisa masuk untuk perbaiki jalan. Kami mohon ada kepastian status hukum lahan agar fasilitas dasar dan SDM di wilayah transmigrasi bisa dibangun sejalan dengan agenda ketahanan pangan nasional,” tegas Musa.  


​Sebagai penutup, Musa mendorong terbentuknya keterpaduan program antar-kementerian, mulai dari Kementerian Desa, Kementerian Koperasi, hingga Kementerian Transmigrasi. Menurutnya, efektivitas penggunaan anggaran negara harus diukur dari hasil akhir (outcome) berupa peningkatan kualitas SDM, pembukaan lapangan kerja, serta tersedianya infrastruktur yang layak, sehingga uang negara tidak habis hanya untuk beban operasional semata melainkan benar-benar membawa kemajuan bagi masyarakat perdesaan.  (ndy/aha)

Berita terkait

Abdul Hadi Minta Anggaran Kemendes Fokus untuk Desa Tertinggal dan Evaluasi Kinerja Pendamping Desa
Industri dan Pembangunan
Abdul Hadi Minta Anggaran Kemendes Fokus untuk Desa Tertinggal dan Evaluasi Kinerja Pendamping Desa
Tunda Rapat Bahas Program Gerai Desa, Nurdin Halid: Program Presiden Harus Selaras Harapan Masyarakat Desa
Industri dan Pembangunan
Tunda Rapat Bahas Program Gerai Desa, Nurdin Halid: Program Presiden Harus Selaras Harapan Masyarakat Desa
Dorong Program Desa Jadi PSN, Fadholi Minta Kemendes Yakinkan Presiden
Industri dan Pembangunan
Dorong Program Desa Jadi PSN, Fadholi Minta Kemendes Yakinkan Presiden
Tags:#Komisi V#Anggaran#Musa Rajekshah#Kemendes PDT
Sebelumnya

Chusnunia Chalim: SNI Harus Jamin Perlindungan Konsumen, Bukan Sekadar Sertifikasi

Selanjutnya

Anggaran Kebudayaan Didorong Jadi Investasi Strategis yang Berdampak Nyata

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1145)
  • Industri dan Pembangunan(3906)
  • Isu Lainnya(1075)
  • Kesejahteraan Rakyat(3907)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4746)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi VIII#Komisi IV#BKSAP#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

HUT RI 81
Majalah Parlementaria 258
Parja
HUT DPR RI Ke-81

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Komisi XIII|RUU Profesi Kurator|Komisi VII|Komisi VI|Komisi IV|Baleg|Anggaran|SNI|RUU Kadin|RUU Reforma Agraria|Riyono|Komisi X|Komisi VIII
Jakarta:
Cerah
31°C
Terasa: 35°C
Lembab: 58%
Angin: 18 km/h