E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Komisi XIII|RUU Profesi Kurator|Komisi VII|Komisi VI|Komisi IV|Baleg|Anggaran|SNI|RUU Kadin|RUU Reforma Agraria|Riyono|Komisi X|Komisi VIII
Jakarta:
Cerah
31°C
Terasa: 35°C
Lembab: 58%
Angin: 18 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Komisi XIII|RUU Profesi Kurator|Komisi VII|Komisi VI|Komisi IV|Baleg|Anggaran|SNI|RUU Kadin|RUU Reforma Agraria|Riyono|Komisi X|Komisi VIII
Jakarta:
Cerah
31°C
Terasa: 35°C
Lembab: 58%
Angin: 18 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Komisi XIII|RUU Profesi Kurator|Komisi VII|Komisi VI|Komisi IV|Baleg|Anggaran|SNI|RUU Kadin|RUU Reforma Agraria|Riyono|Komisi X|Komisi VIII
Jakarta:
Cerah
31°C
Terasa: 35°C
Lembab: 58%
Angin: 18 km/h
/
/
Berita/Kesejahteraan Rakyat

Anggaran Kebudayaan Didorong Jadi Investasi Strategis yang Berdampak Nyata

Diterbitkan
Kamis, 3 Sep 2026 11.45 WIB
Bagikan:
Anggaran Kebudayaan Didorong Jadi Investasi Strategis yang Berdampak Nyata

Ketua Komisi X DPR RI Agung Widyantoro saat memberikan pendapat dalam Rapat Kerja Komisi X DPR RI bersama Menteri Kebudayaan.|Foto: Arifman/jk

PARLEMENTARIA, Jakarta – Ketua Komisi X DPR RI Agung Widyantoro menekankan agar anggaran Kementerian Kebudayaan tidak hanya dipandang sebagai belanja sektoral, tetapi mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, pembangunan kebudayaan perlu ditempatkan sebagai investasi strategis negara.


Agung mengatakan, penyusunan program dan anggaran Kementerian Kebudayaan harus selaras dengan arah pembangunan nasional yang tertuang dalam RPJPN, RPJMN, dan Asta Cita. Dengan demikian, setiap program yang dijalankan memiliki keterkaitan dengan sasaran pembangunan yang lebih luas.


“APBN dalam konteks bidang kebudayaan diposisikan sebagai katalis investasi atau katalis financing yang mendorong partisipasi berbagai pemangku kepentingan,” ujar Agung dalam Rapat Kerja Komisi X DPR RI bersama Menteri Kebudayaan, Rabu (2/9/2026).

Lihat Juga :

Anita Jacoba Gah Minta Tambahan Anggaran Perpusnas Berdampak Nyata ke Daerah 3T

Anita Jacoba Gah Minta Tambahan Anggaran Perpusnas Berdampak Nyata ke Daerah 3T

Cornelis: Investasi Harus Berdampak bagi Masyarakat, Bukan Sekadar Eksploitasi SDA

Cornelis: Investasi Harus Berdampak bagi Masyarakat, Bukan Sekadar Eksploitasi SDA


Menurutnya, anggaran negara yang dialokasikan untuk sektor kebudayaan harus menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan dan memiliki nilai tambah bagi masyarakat. Karena itu, ukuran keberhasilan tidak cukup hanya dilihat dari terlaksananya program atau terserapnya anggaran. “Setiap rupiah belanja negara diharapkan menghasilkan economic return, social return, dan cultural return,” tegasnya.


Dalam pembahasan RKA KEMENBUD RI TA 2027, Komisi X DPR RI menerima besaran pagu anggaran Kementerian Kebudayaan sebesar Rp3.505.008.877.000. Selain itu, Komisi X menerima pagu Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik tahun anggaran 2027 sebesar Rp150 miliar yang dialokasikan untuk bantuan operasional penyelenggaraan museum dan taman budaya.


Atas dasar itu, Agung menekankan, dukungan anggaran tersebut perlu diikuti dengan penyusunan program yang tepat dan memperhatikan berbagai masukan Komisi X selama pembahasan anggaran. Pandangan anggota Komisi X, menurutnya, perlu menjadi rujukan dalam penyusunan kebijakan, program, dan kegiatan Kementerian Kebudayaan pada 2027.


Ia juga mengingatkan agar anggaran kebudayaan mampu mendorong partisipasi berbagai pemangku kepentingan. Dengan posisi tersebut, APBN tidak menjadi satu-satunya sumber pembiayaan, tetapi dapat menjadi pemicu bagi pengembangan ekosistem kebudayaan yang lebih luas.


“Penguatan pembiayaan kebudayaan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas program dan manfaat yang dihasilkan. Setiap rupiah yang dialokasikan untuk kebudayaan jangan hanya berhenti sebagai belanja pemerintah, tetapi harus benar-benar memberikan nilai ekonomi, sosial, dan kebudayaan bagi masyarakat,” pungkas Agung. (ujm/aha) 

Berita terkait

Anita Jacoba Gah Minta Tambahan Anggaran Perpusnas Berdampak Nyata ke Daerah 3T
Kesejahteraan Rakyat
Anita Jacoba Gah Minta Tambahan Anggaran Perpusnas Berdampak Nyata ke Daerah 3T
Cornelis: Investasi Harus Berdampak bagi Masyarakat, Bukan Sekadar Eksploitasi SDA
Industri dan Pembangunan
Cornelis: Investasi Harus Berdampak bagi Masyarakat, Bukan Sekadar Eksploitasi SDA
Komisi XII Perjuangkan Tambahan Anggaran Kementerian Investasi Kejar Target Rp2.322 Triliun
Industri dan Pembangunan
Komisi XII Perjuangkan Tambahan Anggaran Kementerian Investasi Kejar Target Rp2.322 Triliun
Tags:#Komisi X#Anggaran#Agung Widyantoro#Kementerian Kebudayaan
Sebelumnya

Evaluasi Anggaran Kemendes: Ijeck Minta Pendamping Desa Diefektifkan, Program Harus Jelas

Selanjutnya

Bambang Haryo Dorong Penguatan BSN demi Perlindungan Konsumen

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1145)
  • Industri dan Pembangunan(3906)
  • Isu Lainnya(1075)
  • Kesejahteraan Rakyat(3907)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4746)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi VIII#Komisi IV#BKSAP#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

HUT RI 81
Majalah Parlementaria 258
Parja
HUT DPR RI Ke-81

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Komisi XIII|RUU Profesi Kurator|Komisi VII|Komisi VI|Komisi IV|Baleg|Anggaran|SNI|RUU Kadin|RUU Reforma Agraria|Riyono|Komisi X|Komisi VIII
Jakarta:
Cerah
31°C
Terasa: 35°C
Lembab: 58%
Angin: 18 km/h