E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Komisi XIII|RUU Profesi Kurator|Komisi VII|Komisi VI|Komisi IV|Baleg|Anggaran|SNI|RUU Kadin|RUU Reforma Agraria|Riyono|Komisi X|Komisi VIII
Jakarta:
Cerah
31°C
Terasa: 35°C
Lembab: 58%
Angin: 18 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Komisi XIII|RUU Profesi Kurator|Komisi VII|Komisi VI|Komisi IV|Baleg|Anggaran|SNI|RUU Kadin|RUU Reforma Agraria|Riyono|Komisi X|Komisi VIII
Jakarta:
Cerah
31°C
Terasa: 35°C
Lembab: 58%
Angin: 18 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Komisi XIII|RUU Profesi Kurator|Komisi VII|Komisi VI|Komisi IV|Baleg|Anggaran|SNI|RUU Kadin|RUU Reforma Agraria|Riyono|Komisi X|Komisi VIII
Jakarta:
Cerah
31°C
Terasa: 35°C
Lembab: 58%
Angin: 18 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Bambang Haryo Dorong Penguatan BSN demi Perlindungan Konsumen

Diterbitkan
Kamis, 3 Sep 2026 11.47 WIB
Bagikan:
Bambang Haryo Dorong Penguatan BSN demi Perlindungan Konsumen

Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono saat RDPU bersama para pakar yang membahas standardisasi nasional di Ruang Rapat Komisi VII DPR RI, Senayan, Jakarta.|Foto : Arifman/Alma

PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono menegaskan bahwa penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) harus diperkuat mulai dari proses produksi hingga produk sampai ke tangan konsumen. Menurutnya, standardisasi nasional memiliki peran penting dalam menjamin mutu produk, melindungi keselamatan masyarakat, sekaligus meningkatkan daya saing industri Indonesia. 


Ia menilai, Badan Standardisasi Nasional (BSN) memegang peranan strategis karena bertugas memastikan keamanan dan kualitas produk yang digunakan masyarakat. Namun, menurutnya, peran besar tersebut belum diimbangi dengan dukungan yang memadai.


“Ada pandangan BSN dianggap tidak terlalu penting. Sehingga anggarannya itucuma Rp170 miliar. Jadi ini menurut saya sangat parah. Padahal ini sangat menentukan keselamatan, keamanan daripada semua produk yang digunakan oleh masyarakat,” ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi VII DPR RI bersama para pakar yang membahas standardisasi nasional sebagai pilar daya saing, inovasi, keberlanjutan, dan perlindungan konsumen di Ruang Rapat Komisi VII DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Lihat Juga :

Bambang Patijaya Dorong Perlindungan Konsumen Diperkuat dalam RUU Ketenagalistrikan

Bambang Patijaya Dorong Perlindungan Konsumen Diperkuat dalam RUU Ketenagalistrikan

Terima Aspirasi Masyarakat Pati, Sari Yuliati Dorong Penguatan Perlindungan Korban Kekerasan Seksual

Terima Aspirasi Masyarakat Pati, Sari Yuliati Dorong Penguatan Perlindungan Korban Kekerasan Seksual


Politisi Fraksi Partai Gerindra itu menjelaskan bahwa penerapan standar, khususnya pada produk pangan, harus dilakukan secara menyeluruh mulai dari tingkat produksi oleh petani dan nelayan, proses distribusi, hingga produk dipasarkan kepada masyarakat. Menurutnya, kualitas produk dapat menurun apabila rantai distribusi tidak memenuhi standar yang baik.


“Kalau pangan ini dimulai dari yang pertama turunnya dari pertanian atau nelayan. Gimana mutu daripada produk itu? Terus distributor. Pada saat mendistribusikan, bagaimana tingkat kerusakan akibat distribusi yang di sini tidak ada mobil box, cold storage, dan sebagainya. Sehingga mereka bawa barang itu kualitasnya jadi buruk,” jelasnya.


Bambang juga menyoroti masih ditemukannya praktik penanganan pangan yang kurang memenuhi standar di pasar tradisional. Ia mencontohkan produk ayam yang dibiarkan tergantung selama berjam-jam sebelum dijual kepada konsumen. “Sayangkan, Pak, ayam digantung selama enam jam. Dan ini ada di pasar tradisional yang sudah berstandarisasi SNI,” katanya.


Karena itu, ia mendorong agar standardisasi tidak hanya diterapkan pada produk, tetapi juga pada pengelolaan pasar tradisional di seluruh Indonesia. Menurutnya, pasar yang memenuhi standar akan turut menjaga kualitas produk hingga diterima konsumen.


“Nah, ini memang dulu kami pernah lapor ke bahwa kita sangat mengharapkan memang semua pasar-pasar tradisional yang ada di Indonesia itu distandarisasi SNI semua. Termasuk yaitu produk pada saat mereka akan jual di market, karena di situlah sebenarnya peran daripada standardisasi,” ungkapnya.


Selain sektor pangan, Bambang menilai penerapan SNI juga sangat penting bagi berbagai produk yang berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat, seperti helm dan perlengkapan keselamatan lainnya.


Menutup penyampaiannya, Bambang mempertanyakan besaran anggaran ideal yang diperlukan BSN agar dapat menjalankan tugasnya secara optimal. Ia berharap pemerintah memberikan dukungan yang lebih besar sehingga penguatan standardisasi nasional tidak berjalan setengah-setengah.


“Berapa sih sebenarnya anggaran yang paling pantas diterima oleh BSN untuk bisa mengantisipasi ini? Jadi jangan setengah-setengah sehingga nantinya hanya bersifat pokoknya ada BSN ini atau SNI,” pungkasnya. (bit/aha)

Berita terkait

Bambang Patijaya Dorong Perlindungan Konsumen Diperkuat dalam RUU Ketenagalistrikan
Industri dan Pembangunan
Bambang Patijaya Dorong Perlindungan Konsumen Diperkuat dalam RUU Ketenagalistrikan
Terima Aspirasi Masyarakat Pati, Sari Yuliati Dorong Penguatan Perlindungan Korban Kekerasan Seksual
Kesejahteraan Rakyat
Terima Aspirasi Masyarakat Pati, Sari Yuliati Dorong Penguatan Perlindungan Korban Kekerasan Seksual
Respon Tantangan Era Digital, Legislator Dorong Revisi UU Perlindungan Konsumen
Industri dan Pembangunan
Respon Tantangan Era Digital, Legislator Dorong Revisi UU Perlindungan Konsumen
Tags:#Komisi VII#SNI#Bambang Haryo Soekartono
Sebelumnya

Anggaran Kebudayaan Didorong Jadi Investasi Strategis yang Berdampak Nyata

Selanjutnya

Penyusunan RUU Reforma Agraria Harus Perhatikan Persoalan RDTR

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1145)
  • Industri dan Pembangunan(3906)
  • Isu Lainnya(1075)
  • Kesejahteraan Rakyat(3907)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4746)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi VIII#Komisi IV#BKSAP#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

HUT RI 81
Majalah Parlementaria 258
Parja
HUT DPR RI Ke-81

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Komisi XIII|RUU Profesi Kurator|Komisi VII|Komisi VI|Komisi IV|Baleg|Anggaran|SNI|RUU Kadin|RUU Reforma Agraria|Riyono|Komisi X|Komisi VIII
Jakarta:
Cerah
31°C
Terasa: 35°C
Lembab: 58%
Angin: 18 km/h