E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
AIPA Caucus 2026|RUU Perampasan Aset|Paripurna|Pariwisata|Bali|NTT|ASEAN|Kesehatan|layanan kesehatan|Anggaran|sekolah|Revitalisasi Sekolah|MBG
Jakarta:
Sebagian Cerah
26°C
Terasa: 28°C
Lembab: 63%
Angin: 7 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
AIPA Caucus 2026|RUU Perampasan Aset|Paripurna|Pariwisata|Bali|NTT|ASEAN|Kesehatan|layanan kesehatan|Anggaran|sekolah|Revitalisasi Sekolah|MBG
Jakarta:
Sebagian Cerah
26°C
Terasa: 28°C
Lembab: 63%
Angin: 7 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
AIPA Caucus 2026|RUU Perampasan Aset|Paripurna|Pariwisata|Bali|NTT|ASEAN|Kesehatan|layanan kesehatan|Anggaran|sekolah|Revitalisasi Sekolah|MBG
Jakarta:
Sebagian Cerah
26°C
Terasa: 28°C
Lembab: 63%
Angin: 7 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
AIPA Caucus 2026|RUU Perampasan Aset|Paripurna|Pariwisata|Bali|NTT|ASEAN|Kesehatan|layanan kesehatan|Anggaran|sekolah|Revitalisasi Sekolah|MBG
Jakarta:
Sebagian Cerah
26°C
Terasa: 28°C
Lembab: 63%
Angin: 7 km/h
Berita/Industri dan Pembangunan

Abdul Hadi Minta Anggaran Kemendes Fokus untuk Desa Tertinggal dan Evaluasi Kinerja Pendamping Desa

Diterbitkan
Rabu, 10 Jun 2026 13.31 WIB
Bagikan:
Abdul Hadi Minta Anggaran Kemendes Fokus untuk Desa Tertinggal dan Evaluasi Kinerja Pendamping Desa

Anggota Komisi V DPR RI Abdul Hadi.|Foto :Oji/Andri

PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Komisi V DPR RI Abdul Hadi meminta Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) agar mengarahkan tambahan anggaran yang tersedia untuk program-program teknis yang berdampak langsung terhadap pembangunan desa, terutama bagi desa tertinggal dan desa sangat tertinggal.

 

Menurut Abdul Hadi, alokasi anggaran Kemendes PDT masih menunjukkan porsi yang cukup besar untuk penguatan sumber daya manusia dibandingkan anggaran yang secara langsung menyasar pembangunan desa. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena masih banyak desa tertinggal yang membutuhkan dukungan pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Lihat Juga :

Sebut Penanganan Karhutla Berulang Tanpa Mitigasi, Johan Rosihan Minta Evaluasi Anggaran KLHK dan BNPB

Sebut Penanganan Karhutla Berulang Tanpa Mitigasi, Johan Rosihan Minta Evaluasi Anggaran KLHK dan BNPB

Abdul Hadi Minta Ditjen Hubud Prioritaskan Anggaran Keselamatan dan Benahi Harga Tiket Pesawat

Abdul Hadi Minta Ditjen Hubud Prioritaskan Anggaran Keselamatan dan Benahi Harga Tiket Pesawat

 

“Kami menangkap bahwa sumber daya yang kita miliki masih lebih banyak dipakai untuk meningkatkan anggaran yang sifatnya sumber daya manusia. Sementara untuk pembangunan desa justru alokasinya masih sangat terbatas,” ujarnya dalam Rapat Kerja Komisi V DPR RI bersama Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI serta Menteri Transmigrasi RI terkait pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA K/L) dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun Anggaran 2027 di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6/2026).

 

Ia mempertanyakan mengapa porsi anggaran pembangunan desa yang telah direncanakan tidak memperoleh dukungan yang lebih besar, padahal pembangunan desa merupakan salah satu instrumen penting untuk mengurangi kesenjangan wilayah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

Oleh karena itu, Hadi menegaskan bahwa setiap tambahan anggaran yang diperjuangkan ke depan sebaiknya difokuskan pada program-program yang langsung dirasakan masyarakat, seperti penguatan ketahanan pangan desa, pembangunan desa tertinggal, serta peningkatan konektivitas melalui perbaikan jalan dan jembatan yang masih banyak mengalami kerusakan.

 

“Tambahan anggaran itu bukan untuk birokrasi, tetapi lebih ditekankan untuk desa tertinggal, desa sangat tertinggal, ketahanan pangan desa, pembangunan desa, serta konektivitas aktivitas desa seperti jalan dan jembatan,” tegas Legislator Dapil NTB II ini.

 

Selain itu, ia juga mengusulkan adanya skema insentif transformasi desa bagi pemerintah desa yang berhasil meningkatkan status perkembangan desanya. Menurutnya, insentif tersebut dapat mendorong desa-desa untuk berlomba meningkatkan kualitas tata kelola dan pembangunan sehingga mampu naik kelas menjadi desa maju maupun desa mandiri.

 

“Perlu juga desa diberikan insentif agar mereka berlomba-lomba menjadi desa yang maju dan kemudian menjadi desa yang mandiri,” katanya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Hadi turut menyoroti besarnya anggaran honorarium dan operasional tenaga pendamping profesional desa yang mencapai sekitar Rp1,2 triliun. Ia menilai besaran anggaran tersebut perlu diimbangi dengan evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas kinerja para pendamping dalam mendorong kemajuan desa.

 

Menurutnya, keberhasilan pendamping desa tidak cukup diukur dari aspek administratif semata, melainkan harus berbasis pada hasil pembangunan yang nyata. Indikator tersebut antara lain peningkatan status desa, keberhasilan pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), hingga kontribusi dalam menurunkan angka kemiskinan di wilayah pedesaan.

 

“Kita perlu melihat seberapa besar tenaga pendamping itu mampu menaikkan kelas desa, membuat BUMDes lebih berhasil, dan memberikan kontribusi terhadap penurunan angka kemiskinan di desa,” ujar Politisi Fraksi PKS ini.

 

Abdul Hadi menegaskan Komisi V DPR RI akan terus bekerja sama dengan Kemendes PDT untuk memastikan setiap rupiah anggaran yang dialokasikan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa. Dengan demikian, agenda pembangunan dari desa yang menjadi prioritas pemerintah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan menghasilkan dampak positif bagi pembangunan nasional.

 

“Kami akan bersama-sama dengan kementerian untuk menyelesaikan masalah ini agar pembangunan dari desa itu benar-benar nampak dan dirasakan oleh masyarakat di desa,” pungkasnya. (we/um)

Berita terkait

Sebut Penanganan Karhutla Berulang Tanpa Mitigasi, Johan Rosihan Minta Evaluasi Anggaran KLHK dan BNPB
Industri dan Pembangunan
Sebut Penanganan Karhutla Berulang Tanpa Mitigasi, Johan Rosihan Minta Evaluasi Anggaran KLHK dan BNPB
Abdul Hadi Minta Ditjen Hubud Prioritaskan Anggaran Keselamatan dan Benahi Harga Tiket Pesawat
Industri dan Pembangunan
Abdul Hadi Minta Ditjen Hubud Prioritaskan Anggaran Keselamatan dan Benahi Harga Tiket Pesawat
Komisi XIII Setujui Anggaran KemenHAM, Minta Fokus Program untuk Rakyat
Politik dan Keamanan
Komisi XIII Setujui Anggaran KemenHAM, Minta Fokus Program untuk Rakyat
Tags:#Desa
Sebelumnya

MKD Perkuat Sosialisasi TNKB Khusus Anggota Dewan Bersama Polresta Serang Kota

Selanjutnya

Apresiasi Fasilitas Jemaah Haji di Madinah, Pemerintah Harus Evaluasi Belum Optimalnya Sisi Akomodasi

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1043)
  • Industri dan Pembangunan(3662)
  • Isu Lainnya(1037)
  • Kesejahteraan Rakyat(3640)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4471)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Syarat dan Ketentuan Umum
 AIPA

Link : https://ksap.dpr.go.id/

Instagram

PODCAST

IKUTI KAMI