E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
karhutla|Gempa|NTT|sekolah rakyat|RUU Air Minum dan Sanitasi|Pendidikan|RUU Perampasan Aset|Konflik Agraria|SPAM|RUU Penyiaran|Krisis Air Bersih|Pati|Komisi VIII
Jakarta:
Cerah
29°C
Terasa: 32°C
Lembab: 69%
Angin: 14 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
karhutla|Gempa|NTT|sekolah rakyat|RUU Air Minum dan Sanitasi|Pendidikan|RUU Perampasan Aset|Konflik Agraria|SPAM|RUU Penyiaran|Krisis Air Bersih|Pati|Komisi VIII
Jakarta:
Cerah
29°C
Terasa: 32°C
Lembab: 69%
Angin: 14 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
karhutla|Gempa|NTT|sekolah rakyat|RUU Air Minum dan Sanitasi|Pendidikan|RUU Perampasan Aset|Konflik Agraria|SPAM|RUU Penyiaran|Krisis Air Bersih|Pati|Komisi VIII
Jakarta:
Cerah
29°C
Terasa: 32°C
Lembab: 69%
Angin: 14 km/h
/
/
Berita/Politik dan Keamanan

Sinkronisasi Data Antarlembaga Kunci Selesaikan Berbagai Konflik Pertanahan

Diterbitkan
Rabu, 26 Agu 2026 17.21 WIB
Bagikan:
Sinkronisasi Data Antarlembaga Kunci Selesaikan Berbagai Konflik Pertanahan

Anggota Komisi III DPR RI, Safaruddin, dalam agenda RDP dan RDPU Komisi III dengan Kabareskrim Polri dan Konsorsium Pembaruan Agraria di Nusantara II, Senayan, Jakarta.|Foto: Devi/Karisma

PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI Safaruddin mendorong sinkronisasi data antarlembaga dalam menangani berbagai persoalan dan konflik pertanahan. Menurutnya, kesamaan data menjadi penting agar pemerintah dan aparat penegak hukum memiliki gambaran yang jelas mengenai jumlah serta karakteristik persoalan tanah yang terjadi di masyarakat.

 

Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan itu menilai perbedaan data antarlembaga dapat menyulitkan proses penanganan, terutama dalam menentukan perkara mana yang membutuhkan langkah hukum dan mana yang perlu diselesaikan melalui mekanisme lain. Karena itu, data dari kepolisian maupun lembaga terkait, termasuk Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), perlu dipadukan sebagai dasar dalam menentukan langkah penyelesaian.

Lihat Juga :

Dedi Sitorus Dorong Sinkronisasi Data Pertanahan dan Tata Kelola Pemda Kalsel

Dedi Sitorus Dorong Sinkronisasi Data Pertanahan dan Tata Kelola Pemda Kalsel

Komisi II Apresiasi Progres Sinkronisasi Data Pertanahan Tangsel

Komisi II Apresiasi Progres Sinkronisasi Data Pertanahan Tangsel

 

“Supaya kita sepakat mana data itu. Berapa sih yang bermasalah,” ujar Safaruddin dalam RDP dan RDPU Komisi III dengan Kabareskrim Polri dan Konsorsium Pembaruan Agraria di Nusantara II, Senayan, Jakarta, Rabu (26/8/2027). 

 

Menurutnya, kejelasan data juga diperlukan untuk mengetahui sejauh mana laporan atau persoalan pertanahan telah ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum. Hal ini penting agar masyarakat memperoleh kepastian mengenai status persoalan yang mereka laporkan dan tidak muncul anggapan bahwa suatu perkara dibiarkan tanpa penyelesaian.

 

Ia juga menyoroti perlunya melihat persoalan pertanahan secara menyeluruh, termasuk kasus yang melibatkan masyarakat dan perusahaan. Menurutnya, proses penegakan hukum harus berjalan secara proporsional, namun pada saat yang sama masyarakat juga perlu memahami batas-batas tindakan yang dapat dilakukan agar konflik tidak semakin meluas.

 

Selain itu, Safaruddin menilai kompleksitas persoalan tanah semakin meningkat seiring pertumbuhan jumlah penduduk, sementara luas tanah relatif tidak bertambah. Kondisi tersebut membuat nilai tanah semakin tinggi dan berpotensi meningkatkan gesekan apabila tidak diikuti dengan kepastian hukum serta mekanisme penyelesaian konflik yang jelas.

 

“Tanahnya nggak nambah, orangnya nambah. Orangnya nambah, tanahnya nggak nambah-nambah. Jadi semakin hari semakin tinggi nilainya tanahnya,” ujarnya. 

 

Karena itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara aparat penegak hukum, lembaga terkait, masyarakat, dan pihak perusahaan untuk mencegah konflik pertanahan berkembang menjadi persoalan yang lebih besar. Penyelesaian, menurutnya, harus mengedepankan kepastian hukum sekaligus menjaga kondisi sosial tetap kondusif. (ujm/rdn)

Berita terkait

Dedi Sitorus Dorong Sinkronisasi Data Pertanahan dan Tata Kelola Pemda Kalsel
Politik dan Keamanan
Dedi Sitorus Dorong Sinkronisasi Data Pertanahan dan Tata Kelola Pemda Kalsel
Komisi II Apresiasi Progres Sinkronisasi Data Pertanahan Tangsel
Politik dan Keamanan
Komisi II Apresiasi Progres Sinkronisasi Data Pertanahan Tangsel
Gamal: Validitas dan Keamanan Data Jadi Kunci Keberhasilan Satu Data Indonesia
Politik dan Keamanan
Gamal: Validitas dan Keamanan Data Jadi Kunci Keberhasilan Satu Data Indonesia
Tags:#Konflik Agraria
Sebelumnya

Komisi V Evaluasi Standar Pelayanan Minimum Jalan Tol

Selanjutnya

Jelang HUT ke-81 DPR RI: Komisi II Catat Capaian Legislasi Tertinggi, Revisi UU ASN Jadi Atensi

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1103)
  • Industri dan Pembangunan(3801)
  • Isu Lainnya(1065)
  • Kesejahteraan Rakyat(3833)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4668)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

HUT RI 81
Majalah Parlementaria 258
Segera Daftar
Parja

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
karhutla|Gempa|NTT|sekolah rakyat|RUU Air Minum dan Sanitasi|Pendidikan|RUU Perampasan Aset|Konflik Agraria|SPAM|RUU Penyiaran|Krisis Air Bersih|Pati|Komisi VIII
Jakarta:
Cerah
29°C
Terasa: 32°C
Lembab: 69%
Angin: 14 km/h