E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RUU Perampasan Aset|APBN|layanan kesehatan|BUMN|BNN|narkotika|Rapat Paripurna|APBN 2027|Tenaga Kesehatan|Breaking news|DTSEN|Gempa|NTT
Jakarta:
Berawan sebagian
32°C
Terasa: 35°C
Lembab: 56%
Angin: 15 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RUU Perampasan Aset|APBN|layanan kesehatan|BUMN|BNN|narkotika|Rapat Paripurna|APBN 2027|Tenaga Kesehatan|Breaking news|DTSEN|Gempa|NTT
Jakarta:
Berawan sebagian
32°C
Terasa: 35°C
Lembab: 56%
Angin: 15 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RUU Perampasan Aset|APBN|layanan kesehatan|BUMN|BNN|narkotika|Rapat Paripurna|APBN 2027|Tenaga Kesehatan|Breaking news|DTSEN|Gempa|NTT
Jakarta:
Berawan sebagian
32°C
Terasa: 35°C
Lembab: 56%
Angin: 15 km/h
/
/
Berita/Kesejahteraan Rakyat

Nurhadi: Faskes Diperbaiki, Kualitas Nakes dan Pelayanan Harus Diperkuat

Diterbitkan
Selasa, 18 Agu 2026 13.23 WIB
Bagikan:
Nurhadi: Faskes Diperbaiki, Kualitas Nakes dan Pelayanan Harus Diperkuat

Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi.|Foto: Yohanes/Karisma

PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi mendorong agar rencana transformasi fasilitas kesehatan yang disiapkan pemerintah mulai 2027 tidak hanya berfokus pada pembangunan dan renovasi fisik. Penguatan kualitas tenaga kesehatan (nakes), ketersediaan obat dan alat kesehatan, serta peningkatan mutu pelayanan harus menjadi bagian utama dari program tersebut.

 

Menurut Nurhadi, rencana pemerintah memperbaiki ribuan Puskesmas dan rumah sakit daerah merupakan langkah penting untuk memperkuat fondasi pelayanan kesehatan masyarakat. Rencana itu disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam Pidato Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 di DPR RI, Jumat (14/8/2026).

Lihat Juga :

Modus TPPO Semakin Kompleks, Pengawasan Internal Harus Diperkuat dan Transparan

Modus TPPO Semakin Kompleks, Pengawasan Internal Harus Diperkuat dan Transparan

Bahtra: BUMD Harus Seimbang antara Profit dan Pelayanan Publik

Bahtra: BUMD Harus Seimbang antara Profit dan Pelayanan Publik

 

“Saya menyambut baik rencana Presiden Prabowo Subianto untuk memperbaiki 10.000 Puskesmas dan 441 RSUD mulai tahun 2027. Ini merupakan langkah yang sangat penting untuk memperkuat fondasi pelayanan kesehatan masyarakat,” kata Nurhadi kepada Parlementaria melalui keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (18/8/2026).

 

Namun, ia mengingatkan pembangunan dan perbaikan fasilitas kesehatan harus diikuti dengan pemenuhan standar pelayanan yang jelas. Jangan sampai fasilitas kesehatan memiliki gedung yang lebih baik, tetapi masih kekurangan dokter, tenaga kesehatan, obat-obatan, maupun alat kesehatan.

 

“Jangan sampai kita hanya membangun gedung yang bagus, tetapi di dalamnya kekurangan dokter, tenaga kesehatan, obat-obatan, alat kesehatan, bahkan tidak mampu memberikan pelayanan dasar secara optimal,” tegasnya.

 

Nurhadi meminta pemerintah memastikan program tersebut memberikan dampak nyata terhadap pelayanan yang diterima masyarakat. Setelah fasilitas diperbaiki, kata dia, harus terlihat peningkatan pelayanan, mulai dari layanan kesehatan ibu dan anak, imunisasi, deteksi penyakit, hingga penanganan penyakit kronis.

 

Perhatian khusus juga perlu diberikan kepada Puskesmas di daerah terpencil, terluar, tertinggal, kepulauan, serta wilayah dengan akses geografis yang sulit. Menurutnya, wilayah tersebut justru membutuhkan kehadiran negara melalui pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau masyarakat.

 

“Jangan sampai standar pembangunan hanya melihat kondisi fisik bangunan, tetapi mengabaikan kesenjangan akses dan kualitas pelayanan,” ujarnya.

 

Untuk rumah sakit daerah, Nurhadi berharap pembangunan 441 RSUD sekaligus memperkuat sistem rujukan dan pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Masyarakat, menurutnya, tidak seharusnya tetap harus pergi ke kota besar hanya karena RSUD di daerah belum memiliki dokter spesialis, alat kesehatan, atau kapasitas pelayanan yang memadai.

 

Selain Puskesmas dan RSUD, ia menilai pembangunan dan revitalisasi Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) perlu menjadi bagian dari ekosistem pelayanan kesehatan dari hulu hingga hilir.

 

“Puskesmas kuat, RSUD kuat, tenaga kesehatan tersedia, obat dan alat kesehatan terjamin, sistem rujukan berjalan, dan pembiayaan melalui JKN juga harus berkelanjutan,” tuturnya.

 

Nurhadi menegaskan DPR akan mengawal pelaksanaan program tersebut agar anggaran yang dialokasikan tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur. Menurutnya, ukuran keberhasilan program harus dilihat dari kemudahan dan kualitas pelayanan yang dirasakan masyarakat.

 

“Apakah setelah program ini berjalan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih mudah, lebih cepat, lebih berkualitas, dan lebih terjangkau?” ujarnya.

 

Ia berharap transformasi tersebut tidak sekadar menghasilkan fasilitas kesehatan baru atau gedung yang lebih baik, tetapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan sistem pelayanan kesehatan nasional.

 

“Jangan hanya membangun fasilitas kesehatan, tetapi bangun juga kualitas manusianya (SDM nakes), sistemnya, dan pelayanannya,” pungkas Nurhadi.

 

Diketahui, pemerintah menyiapkan hampir 10.000 proyek Puskesmas yang terdiri atas 1.988 pembangunan baru dan 8.001 renovasi Puskesmas rusak sedang. Selain itu, terdapat 4.962 proyek pemenuhan prasarana, seperti ambulans, pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), dan internet. Dengan demikian, total intervensi di tingkat Puskesmas mencapai 14.951 proyek.

 

Untuk fasilitas rumah sakit, pemerintah mengusulkan pembangunan Gedung Pelayanan Medis atau Central Medical Unit (CMU) di 402 RSUD dan tujuh rumah sakit baru, serta pembangunan gedung pelayanan medis di 32 rumah sakit jiwa.

 

Sementara itu, terdapat 654 proyek Labkesmas yang meliputi 172 pembangunan baru, 318 renovasi, dan 164 proyek pemenuhan prasarana. (als/ssb)

Berita terkait

Modus TPPO Semakin Kompleks, Pengawasan Internal Harus Diperkuat dan Transparan
Politik dan Keamanan
Modus TPPO Semakin Kompleks, Pengawasan Internal Harus Diperkuat dan Transparan
Bahtra: BUMD Harus Seimbang antara Profit dan Pelayanan Publik
Politik dan Keamanan
Bahtra: BUMD Harus Seimbang antara Profit dan Pelayanan Publik
Evita Nursanty: BIH Harus Tingkatkan Promosi dan Pelayanan Terpadu
Industri dan Pembangunan
Evita Nursanty: BIH Harus Tingkatkan Promosi dan Pelayanan Terpadu
Tags:#layanan kesehatan#Tenaga Kesehatan
Sebelumnya

Skrining 10.564 Dokter, Netty Soroti Wahana Internship

Selanjutnya

Azis Sefudin: Negara Harus Hadir Total Tangani Korban Gempa NTT

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1076)
  • Industri dan Pembangunan(3748)
  • Isu Lainnya(1061)
  • Kesejahteraan Rakyat(3732)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4616)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Majalah Parlementaria Edisi 258
Parja
Parja
MAKLUMAT PELAYANAN
HUT RI 81

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RUU Perampasan Aset|APBN|layanan kesehatan|BUMN|BNN|narkotika|Rapat Paripurna|APBN 2027|Tenaga Kesehatan|Breaking news|DTSEN|Gempa|NTT
Jakarta:
Berawan sebagian
32°C
Terasa: 35°C
Lembab: 56%
Angin: 15 km/h