
Anggota Komisi VII DPR RI Muhammad Hatta setelah mengikuti Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI 2026 di Gedung Nusantara II, Jakarta.|Foto: Vyrma/Arifman
PARLEMENTARIA, Jakarta — Anggota Komisi VII DPR RI Muhammad Hatta menilai arah kebijakan anggaran dan visi ekonomi yang disampaikan Presiden pada Rapat Paripurna RAPBN Tahun Anggaran 2027 sangat berani, terarah, dan berorientasi pada kedaulatan bangsa. Ia menyoroti besaran postur APBN yang diperkirakan menembus angka lebih dari Rp4.000 triliun, yang seluruhnya dialokasikan secara riil untuk program kerakyatan dan penguatan infrastruktur dasar.
"Ini pidato Presiden yang sangat luar biasa, terarah, dan berani. Postur APBN kita yang mencapai lebih dari Rp4.000 triliun ini bukan jumlah yang kecil, dan alokasi yang disiapkan sangat berpihak pada rakyat, mulai dari pembangunan Puskesmas, Sekolah Rakyat, hingga infrastruktur kesehatan nasional," ujarnya pada Parlementaria di Gedung Nusantara II, Jakarta, pada Jumat (14/8/2026).
Legislator Dapil Jawa Tengah V ini menambahkan bahwa penekanan Presiden terhadap kedaulatan ekonomi dan hilirisasi menjadi poin krusial bagi masa depan Indonesia. Langkah memindahkan pusat pasar komoditas ke dalam negeri serta penguatan pusat keuangan di Jakarta dan Bali dinilai akan meningkatkan kepercayaan para investor global untuk menanamkan modal di Tanah Air.
Ia juga mengatakan bahwa komitmen pemerintah dalam membangun industri kendaraan listrik dan mobil nasional merupakan langkah yang berani untuk mewujudkan industri otomotif mandiri merupakan langkah penting dalam menegakkan harga diri bangsa di mata dunia.
"Ini yang selalu kita dorong di Komisi VII kepada Kementerian Perindustrian. Negara-negara tetangga seperti Malaysia punya Proton dan Vietnam punya VinFast. Sebagai negara besar, sudah sepatutnya Indonesia memiliki industri mobil nasional sendiri. Kepastian dari pemerintah terkait jaminan suku cadang hingga after sales akan membuat masyarakat semakin yakin dan bangga menggunakan produk dalam negeri," tegasnya. (hvt/aha)