E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
El Nino|Kopdes Merah Putih|BNPB|Komisi II|Penegakan Hukum|PKH|Judi Online|Bali|Breaking news|PTPN|Pengelolaan Sampah|Lampung Tengah|Bentrokan
Jakarta:
Berawan
31°C
Terasa: 35°C
Lembab: 66%
Angin: 16 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
El Nino|Kopdes Merah Putih|BNPB|Komisi II|Penegakan Hukum|PKH|Judi Online|Bali|Breaking news|PTPN|Pengelolaan Sampah|Lampung Tengah|Bentrokan
Jakarta:
Berawan
31°C
Terasa: 35°C
Lembab: 66%
Angin: 16 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
El Nino|Kopdes Merah Putih|BNPB|Komisi II|Penegakan Hukum|PKH|Judi Online|Bali|Breaking news|PTPN|Pengelolaan Sampah|Lampung Tengah|Bentrokan
Jakarta:
Berawan
31°C
Terasa: 35°C
Lembab: 66%
Angin: 16 km/h
/
/
Berita/Politik dan Keamanan

Sekda Lamteng Tersangka Kasus Rekrutmen 387 Honorer Fiktif, Legislator: Kenapa Belum Ditahan?!

Diterbitkan
Kamis, 30 Jul 2026 08.18 WIB
Bagikan:
Sekda Lamteng Tersangka Kasus Rekrutmen 387 Honorer Fiktif, Legislator: Kenapa Belum Ditahan?!

Anggota Komisi III DPR RI Abdullah. |Foto : Runi/Andri

PARLEMENTARIA, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mempertanyakan alasan Polisi belum menahan Sekretaris Daerah (Sekda) Lampung Tengah, Welly Adiwantra meski sudah ditetapkan sebagai tersangka. Diketahui, Sekda Lampung Tengah tersebut terlibat kasus rekrutmen hampir 400 tenaga honorer fiktif. Karena itu, Abdullah meminta agar kasus ini diusut tuntas.

 

“Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa tersangka belum ditahan padahal sudah diketahui ada kerugian negara yang sangat besar dari kasus ini,” ujar Abdullah dalam keterangan tertulisnya kepada Parlementaria, di Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Lihat Juga :

Penetapan Empat Tersangka Kasus Pagar Laut Harus Jadi Pintu Masuk Investigasi Menyeluruh

Penetapan Empat Tersangka Kasus Pagar Laut Harus Jadi Pintu Masuk Investigasi Menyeluruh

Safaruddin Desak Polisi Segera Tahan Tersangka Kasus Koperasi BLN

Safaruddin Desak Polisi Segera Tahan Tersangka Kasus Koperasi BLN

 

Untuk diketahui, Welly resmi ditetapkan menjadi tersangka oleh Polda Lampung pada pertengahan bulan Juni 2026 lalu. Welly resmi terbukti melakukan tindak pidana korupsi rekrutmen 387 tenaga honorer fiktif saat menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Metro.

 

Akibat perbuatan tersangka, negara mengalami kerugian senilai Rp 11 miliar sebab upah tenaga honorer itu dibayarkan setiap bulannya. Meski begitu, Polisi belum menahan Welly dengan alasan subjektivitas penyidik serta sikap kooperatif yang ditunjukkan tersangka selama pemeriksaan.

 

Terkait hal ini, Abdullah yang merupakan Anggota Komisi Penegakan Hukum DPR tersebut meminta penegak hukum untuk transparan dan tidak berat sebelah. 

 

“Seorang warga yang hanya mencuri 5 kayu dari hutan Negara saja langsung ditangkap. Meski pada akhirnya kasus diselesaikan dengan restorative justice (RJ) setelah kasusnya viral, yang bersangkutan sempat ditahan dan dirilis secara resmi lengkap dengan baju tahanan,” tuturnya.

 

“Sementara di kasus rekrutmen tenaga honorer ini, kerugiaan Negara sampai Rp 11 miliar dan dilakukan secara struktural. Ini soal keadilan yang seharusnya dijunjung tinggi setiap penegak hukum,” imbuh Abdullah.

 

Politisi Fraksi PKB tersebut.juga menyebut, banyak kasus perkara kecil namun penindakannya langsung besar-besaran namun di sisi lain, kasur besar justru ‘dikecilkan’.

 

“Hari-hari ini publik tengah marah dengan berbagai ketidakadilan yang dirasakan masyarakat kecil. Aparatur negara seharusnya bisa memberikan teladan agar publik tidak semakin resah,” ungkapnya. 

 

Abdullah menambahkan, kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi dibangun melalui kepastian bahwa setiap kebijakan Negara dibangun dengan integritas yang tinggi. 

 

“Kasus di Lampung Tengah tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut tata kelola administrasi Pemerintahan dan kerugian Negara yang sangat besar,” sebut Abdullah.

 

Abdullah juga meminta transparansi dalam penyidikan kasus di Lampung Tengah itu. Menurut Abdullah, transparansi penting untuk menunjukkan bahwa Negara tidak hanya memproses dugaan tindak pidana, tetapi juga memperbaiki sistem agar penyimpangan serupa tidak kembali terjadi.

 

“Usut tuntas kasus ini, dan perlu juga diketahui apakah ada keterlibatan pihak lain dalam perkara  tersebut. Semua pihak yang merugikan Negara harus mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujar Legislator Dapil Jawa Tengah VI itu.

 

Abdullah pun meminta Pemerintah melalui Kementerian/Lembaga terkait untuk melakukan audit menyeluruh mengenai tata kelola kepegawaian di lingkungan pemerintahan. Ia khawatir modus serupa dilakukan di daerah lain.

 

“Di saat jutaan orang sedang berusaha berjuang mencari nafkah, berlomba mendapatkan pekerjaan, ini ada ratusan posisi fiktif yang dibuat untuk menguntungkan segelintir orang. Ini miris sekali,” tukas Abdullah.

 

Abdullah juga mendesak pihak kepolisian untuk terus melaporkan perkembangan penanganan kasus di Lampung Tengah secara terbuka. “Jangan menunggu viral. Ini menyangkut integritas dan profesional penegak hukum,” tegasnya.

 

“Dan seperti yang pernah disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto, jangan hukum tajam ke bawah tapi tumpul ke atas,” pungkas Abdullah. (pun)

Berita terkait

Penetapan Empat Tersangka Kasus Pagar Laut Harus Jadi Pintu Masuk Investigasi Menyeluruh
Politik dan Keamanan
Penetapan Empat Tersangka Kasus Pagar Laut Harus Jadi Pintu Masuk Investigasi Menyeluruh
Safaruddin Desak Polisi Segera Tahan Tersangka Kasus Koperasi BLN
Politik dan Keamanan
Safaruddin Desak Polisi Segera Tahan Tersangka Kasus Koperasi BLN
Legislator Minta Kasus Klaim BPJS Fiktif Harus Ditindak Tegas
Industri dan Pembangunan
Legislator Minta Kasus Klaim BPJS Fiktif Harus Ditindak Tegas
Tags:#Lampung Tengah#Sekda Lampung Tengah#Tenaga Honorer#Tenaga Honorer Fiktif
Sebelumnya

Krisis Air Bersih Membesar, Puan: Jangan Ada Masyarakat yang Berjuang Sendiri Dapatkan Hak Dasar

Selanjutnya

Penurunan Dana Judi Online Jadi Momentum Perkuat Penegakan Hukum

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1050)
  • Industri dan Pembangunan(3676)
  • Isu Lainnya(1040)
  • Kesejahteraan Rakyat(3664)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4502)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Syarat dan Ketentuan Umum
Majalah Parlementaria Edisi 258

Link Flipbook : https://online.anyflip.com/fhwbw/fndh/mobile/index.html

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
El Nino|Kopdes Merah Putih|BNPB|Komisi II|Penegakan Hukum|PKH|Judi Online|Bali|Breaking news|PTPN|Pengelolaan Sampah|Lampung Tengah|Bentrokan
Jakarta:
Berawan
31°C
Terasa: 35°C
Lembab: 66%
Angin: 16 km/h