E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
El Nino|Kopdes Merah Putih|BNPB|Komisi II|Penegakan Hukum|PKH|Judi Online|Bali|Breaking news|PTPN|Pengelolaan Sampah|Lampung Tengah|Bentrokan
Jakarta:
Cerah
32°C
Terasa: 36°C
Lembab: 53%
Angin: 12 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
El Nino|Kopdes Merah Putih|BNPB|Komisi II|Penegakan Hukum|PKH|Judi Online|Bali|Breaking news|PTPN|Pengelolaan Sampah|Lampung Tengah|Bentrokan
Jakarta:
Cerah
32°C
Terasa: 36°C
Lembab: 53%
Angin: 12 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
El Nino|Kopdes Merah Putih|BNPB|Komisi II|Penegakan Hukum|PKH|Judi Online|Bali|Breaking news|PTPN|Pengelolaan Sampah|Lampung Tengah|Bentrokan
Jakarta:
Cerah
32°C
Terasa: 36°C
Lembab: 53%
Angin: 12 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Antisipasi El Nino dan Kemarau, Komisi IV Dorong BNPB Orkestrasi Pendataan Ancaman Bencana

Diterbitkan
Kamis, 30 Jul 2026 08.49 WIB
Bagikan:
Antisipasi El Nino dan Kemarau, Komisi IV Dorong BNPB Orkestrasi Pendataan Ancaman Bencana

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman.|Foto: Oji/Karisma

PARLEMENTARIA, Jakarta — Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman menekankan pentingnya sistem yang efektif dalam menghadapi potensi dampak beserta potensi dampak fenomena El Nino. Apalagi El Nino beriringan dengan musim kemarau di tahun 2026 ini. 


Alex pun mendorong Pemerintah untuk menugaskan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengorkestasi pengumpulan data ancaman bencana akibat fenomena El Nino dan kemarau. “Data yang akurat, akan memudahkan penyusunan rencana antisipasi secara lebih komprehensif. Juga akan memudahkan DPR melakukan pengawasan dan evaluasi,” kata Alex Indra Lukman dalam keterangan persnya, Rabu (29/7/2026).


Dorongan ini disampaikan Alex dalam merespon langkah antisipatif Presiden Prabowo Subianto yang telah menginstruksikan jajarannya untuk merancang langkah menghadapi musim kemarau yang beriringan dengan fenomena El Nino pada rapat terbatas, Selasa lalu. El Nino sendiri merupakan fenomena pemanasan suhu permukaan laut di atas kondisi normal yang terjadi di Samudra Pasifik bagian tengah hingga timur. Fenomena ini kemudian memicu penurunan curah hujan, udara yang lebih kering dan kemarau yang lebih panjang di sebagian besar wilayah Indonesia. 

Lihat Juga :

Danang Wicaksana Minta Mitigasi Ancaman El Nino Diperkuat Demi Minimalisasi Risiko

Danang Wicaksana Minta Mitigasi Ancaman El Nino Diperkuat Demi Minimalisasi Risiko

Komisi IV Minta BNPB Pimpin Pemetaan Risiko El Nino agar Mitigasi Lebih Tepat Sasaran

Komisi IV Minta BNPB Pimpin Pemetaan Risiko El Nino agar Mitigasi Lebih Tepat Sasaran


Adapun Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau di Indonesia terjadi pada bulan Juli hingga September 2026 di mana kemarau pada bulan Juli mencakup 83 Zona Musim (ZOM) atau 12,26 persen luas daratan Indonesia. 
Sementara, pada bulan Agustus, puncak kemarau terjadi di 369 ZOM (48,84 persen luas daratan) dan 169 ZOM (25,41 persen luas daratan) di bulan September.


BMKG telah memproyeksikan peluang terjadinya El Nino di Indonesia mencapai kategori sangat kuat hingga 75 persen dan diperkirakan bertahan hingga Oktober 2026.


Oleh karena itu, Alex menilai peran BNPB cukup signifikan sebagai lembaga penanganan darurat bencana. “Potensi masalah yang akan dihadapi di setiap daerah, akan berbeda satu sama lain sesuai karakteristiknya masing-masing. Karenanya, kemampuan BNPB mengorkestrasi pengumpulan data, akan menghasilkan langkah antisipasi secara lebih akurat, terukur dan tepat sasaran,” tuturnya.


Alex kemudian mencontohkan Provinsi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan yang selama ini jadi langganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). "Nyaris setiap tahun, Karhutla jadi peristiwa berulang di 7 provinsi itu. Kementrian Kehutanan sebagai leading sector, tak boleh membiarkan kejadian ini seperti kita merayakan ulang tahun," sebut Alex. 


"Kementerian Kehutanan, harus mampu merancang langkah antisipatif sehingga duka di tahun kemarin, kehilangan nyawa personel Manggala Agni termasuk TNI dan Polri yang menunaikan tugas negara memadamkan Karhutla, tidak berulang lagi” tambah Ketua Panja Alih Fungsi Lahan Komisi IV DPR itu.


Alex lantas menyoroti mengenai minimnya perangkat perlindungan diri petugas yang diterjunkan memadamkan Karhulta. Padahal lokasi Karhutla sering berada di tengah rimba belantara. Belum lagi berbagai tantangan lain yang harus dihadapi petugas.


"Sepantasnya, kita merencang rencana lebih komprehensif sehingga bisa menutup celah munculnya korban jiwa,” ungkap Alex.


Di sisi lain, Alex menekankan pentingnya kementerian/lembaga terkait menyiapkan berbagai langkah untuk mengawal program ketahanan pangan di tengah ancaman bencana akibat El Nino dan puncak kemarau.


Seperti Kementerian Pertanian yang dinilai perlu mendorong kepala daerah di semua tingkatan untuk menyusun langkah antisipatif sesuai kearifan lokal masing-masing daerah.  “Yang paling paham karakteristik daerah tentu saja para pemimpinnya. Kementrian Pertanian, harus terbuka dengan masukan daerah dalam menjawab tantangan El Nino yang disertai kemarau,” tegas Alex.


"Di antara kearifan lokal yang diharapkan itu, tentang upaya menjaga ketersediaan air dan melindungi sektor pertanian dalam kerangka mempertahankan swasembada beras," pungkas Legislator Dapil Sumatera Barat I itu. (aha)

Berita terkait

Danang Wicaksana Minta Mitigasi Ancaman El Nino Diperkuat Demi Minimalisasi Risiko
Industri dan Pembangunan
Danang Wicaksana Minta Mitigasi Ancaman El Nino Diperkuat Demi Minimalisasi Risiko
Komisi IV Minta BNPB Pimpin Pemetaan Risiko El Nino agar Mitigasi Lebih Tepat Sasaran
Industri dan Pembangunan
Komisi IV Minta BNPB Pimpin Pemetaan Risiko El Nino agar Mitigasi Lebih Tepat Sasaran
Potensi Wisata Jatim Dinilai Belum Terarah, Komisi VII Soroti SDM hingga Antisipasi El Nino
Industri dan Pembangunan
Potensi Wisata Jatim Dinilai Belum Terarah, Komisi VII Soroti SDM hingga Antisipasi El Nino
Tags:#El Nino#BNPB
Sebelumnya

Prihatin Gugurnya Petugas Keamanan Jatiluhur, Rofik Hananto: Usut Tuntas, Penuhi Hak dan Pendidikan Anak Korban

Selanjutnya

Sari Yuliati: Anak Korban Pengeroyokan di Bali Berhak Raih Masa Depan yang Lebih Baik

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1050)
  • Industri dan Pembangunan(3676)
  • Isu Lainnya(1040)
  • Kesejahteraan Rakyat(3663)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4502)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Syarat dan Ketentuan Umum
Majalah Parlementaria Edisi 258

Link Flipbook : https://online.anyflip.com/fhwbw/fndh/mobile/index.html

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
El Nino|Kopdes Merah Putih|BNPB|Komisi II|Penegakan Hukum|PKH|Judi Online|Bali|Breaking news|PTPN|Pengelolaan Sampah|Lampung Tengah|Bentrokan
Jakarta:
Cerah
32°C
Terasa: 36°C
Lembab: 53%
Angin: 12 km/h