
Anggota Komisi IV DPR RI Ellen Esther Pelealu, saat ditemui Parlementaria di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.|Foto: Astri/Karisma
PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI Ellen Esther Pelealu mengapresiasi capaian swasembada beras yang dinilai turut didukung oleh peningkatan produksi dan pendapatan petani, penurunan harga pupuk, serta kenaikan harga gabah. Namun, ia mengingatkan pemerintah untuk segera memperkuat langkah antisipasi menghadapi ancaman El Nino yang mulai berdampak pada lahan pertanian di sejumlah daerah.
Ellen mengatakan peningkatan kesejahteraan petani menjadi salah satu hal yang terus diperjuangkan Komisi IV DPR RI. Ia mengapresiasi kebijakan pemerintah yang dinilai telah memberikan dampak terhadap pendapatan petani, khususnya petani sawah.
“Dari sisi pendapatan, hasil pertanian khususnya persawahan itu sudah meningkat dan tentunya kami juga berterima kasih karena penurunan harga pupuk,” ujar Ellen kepada Parlementaria di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Menurutnya, sejak Oktober 2025 harga pupuk telah mengalami penurunan sekitar 25 persen. Kebijakan tersebut, ditambah peningkatan harga gabah dari Rp 5.500 menjadi Rp 6.500, dinilai menjadi sejumlah faktor yang turut mendukung tercapainya swasembada beras pada 2025 sekaligus meningkatkan pendapatan petani.
Ia pun mengapresiasi kerja sama antara Kementerian Pertanian, PT Pupuk Indonesia, dan Komisi IV DPR RI dalam mendukung sektor pertanian. “Sebagai anggota Komisi IV, ini apresiasi yang luar biasa buat kerja sama yang sudah terjalin, baik dari pihak kementerian, PT Pupuk Indonesia, Kementerian Pertanian dan juga kami yang ada di Komisi IV, sehingga swasembada beras boleh tercapai dan tentunya pendapatan petani bisa ada peningkatan,” jelasnya.
Meski demikian, Ellen mengingatkan tantangan baru yang dihadapi petani akibat fenomena El Nino. Berdasarkan laporan yang diterimanya saat melakukan kunjungan ke daerah pemilihan, kekeringan mulai dirasakan di sejumlah wilayah dan berpotensi mengganggu tanaman yang baru ditanam.
“Kami merasa bahwa ancaman cuaca dengan adanya El Nino ini akan sangat-sangat berpengaruh pada para petani kita. Kami baru kembali dari dapil, begitu banyak laporan dampak daripada El Nino,” ungkapnya.
Ellen mencontohkan kondisi di Sulawesi Tengah yang menjadi daerah pemilihannya. Sejumlah lahan pertanian mulai mengalami kekeringan sehingga petani membutuhkan dukungan untuk menjaga ketersediaan air bagi tanaman.
Oleh karena itu, ia mendorong kementerian terkait segera menyiapkan langkah antisipasi, termasuk dukungan sarana pengairan bagi lahan yang terdampak kekeringan. “Banyak yang meminta, bisa bantu mesin pompa air untuk menyiram sawah-sawah yang mengalami kekeringan. Saya pikir ini menjadi PR bagi kami juga untuk kami sampaikan pada saat rapat kerja dengan kementerian terkait,” katanya.
Ellen berharap langkah antisipasi dapat segera dilakukan agar dampak El Nino tidak berlangsung berkepanjangan dan tidak mengganggu keberlanjutan produksi pangan maupun kesejahteraan petani. “Sehingga El Nino ini terjadi, tapi kita sudah bersama dengan pihak kementerian sudah bisa mengantisipasi, sehingga tidak akan berkepanjangan dampak yang akan dihadapi oleh masyarakat petani kita,” pungkasnya. (als/aha)