
Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto), saat melakukan Kunjungan Kerja Reses ke Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.|Foto: Aaron/Karisma
PARLEMENTARIA, Banyuwangi - Komisi IV DPR RI melakukan Kunjungan Kerja Reses ke Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, untuk meninjau langsung dampak aktivitas pertambangan emas terhadap lingkungan hidup, lahan pertanian, wilayah pesisir, serta kesejahteraan masyarakat setempat. Langkah ini diambil merespons maraknya keluhan warga terkait belum optimalnya dampak ekonomi keberadaan tambang di wilayah mereka.
Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto), menegaskan bahwa seluruh pemanfaatan sumber daya alam di Indonesia wajib mengacu pada amanat Konstitusi. Ia mempertanyakan sejauh mana kontribusi kegiatan pertambangan emas yang telah beroperasi selama satu dekade tersebut dalam meningkatkan taraf hidup warga Banyuwangi.
"Kita sampaikan bahwa sesuai dengan pasal 33 Undang-Undang Dasar 45 bahwa kekayaan alam itu dikuasai negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat. Nah saya tanya apakah masyarakat di Banyuwangi sudah sejahtera? Padahal tambangnya ini ada di depan mata," ujar Titiek Soeharto di sela-sela peninjauan lapangan di Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (23/07/2026).
Politisi Partai Gerindra ini menyoroti kepemilikan saham Pemerintah Daerah dalam pengelolaan tambang emas tersebut yang seharusnya memberikan deviden nyata bagi pembangunan dan pengentasan kemiskinan masyarakat lokal.
"Kalau sudah dapat deviden dengan produksi emas yang begitu banyak dari tahun, sudah sepuluh tahun ini, mestinya rakyat di sini sudah sejahtera. Nah ini kelihatannya masih banyak yang belum puas dan tentunya belum sejahtera," lanjutnya saat diwawancarai Parlementaria.
Titiek menegaskan bahwa Komisi IV DPR RI siap menindaklanjuti temuan dan unek-unek warga yang disampaikan selama kunjungan kerja ini. Pihaknya juga membuka pintu bagi perwakilan petani dan masyarakat Banyuwangi untuk menyampaikan aspirasi langsung di Gedung DPR RI, Jakarta.
"Jadi nanti kita akan rapat lagi di Jakarta. Teman-teman dan petani di sini yang tadi belum sempat mengutarakan unek-uneknya, kalau bisa, kita bisa bertemu di Jakarta," tutupnya. (aar/we)