E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
NTT|energi|BBM|LPG|PON 2028|BBM Subsidi|Bea Cukai|Barantin|Direktorat Jenderal Bea dan Cukai|DJBC|Penegak Hukum|Tambang Emas|gas
Jakarta:
Cerah
31°C
Terasa: 35°C
Lembab: 48%
Angin: 6 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
NTT|energi|BBM|LPG|PON 2028|BBM Subsidi|Bea Cukai|Barantin|Direktorat Jenderal Bea dan Cukai|DJBC|Penegak Hukum|Tambang Emas|gas
Jakarta:
Cerah
31°C
Terasa: 35°C
Lembab: 48%
Angin: 6 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
NTT|energi|BBM|LPG|PON 2028|BBM Subsidi|Bea Cukai|Barantin|Direktorat Jenderal Bea dan Cukai|DJBC|Penegak Hukum|Tambang Emas|gas
Jakarta:
Cerah
31°C
Terasa: 35°C
Lembab: 48%
Angin: 6 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Minta Pertanggungjawaban PT BSI, Komisi IV DPR RI bakal Panggil Pengelola Tambang Emas Banyuwangi

Diterbitkan
Jumat, 24 Jul 2026 10.33 WIB
Bagikan:
Minta Pertanggungjawaban PT BSI, Komisi IV DPR RI bakal Panggil Pengelola Tambang Emas Banyuwangi

Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati, saat kunjungan Kerja Reses Komisi IV di Banyuwangi, Jawa Timur.|Foto: Aaron/Karisma

PARLEMENTARIA, Banyuwangi - Komisi IV DPR RI berencana memanggil pihak pengelola Tambang Emas Tujuh Bukit di Banyuwangi, PT Bumi Suksesindo (BSI), ke Gedung DPR RI di Jakarta. Pemanggilan ini bertujuan meminta penjelasan komprehensif terkait pelaksanaan kewajiban pengelolaan lingkungan, keluhan dampak terhadap ruang produksi pertanian dan perikanan, serta komitmen peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.

 

Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati, menyatakan bahwa kunjungan reses ini dilakukan untuk menyerap aspirasi sekaligus menguji kesesuaian antara izin pertambangan dengan realita lingkungan dan sosial di lapangan. Pihaknya menerima banyak aduan mengenai kerentanan sektor pangan dan laut akibat dampak pertambangan.

Lihat Juga :

Titiek Soeharto Pertanyakan Dampak Tambang Emas bagi Kesejahteraan Warga Banyuwangi

Titiek Soeharto Pertanyakan Dampak Tambang Emas bagi Kesejahteraan Warga Banyuwangi

Tinjau PLBN Batu Ampar, Komisi IV DPR RI Tekankan Kemandirian Karantina Tanpa Pihak Ketiga

Tinjau PLBN Batu Ampar, Komisi IV DPR RI Tekankan Kemandirian Karantina Tanpa Pihak Ketiga

 

"Kami dari Komisi IV hari ini melakukan kunjungan kerja reses ke Banyuwangi terutama untuk meninjau bagaimana aktivitas tambang di sini dan apa dampaknya. Karena kita dapat keluhan-keluhan dari masyarakat dampaknya terhadap masyarakat," ungkap wanita yang akrab disapa Titiek Soeharto ini saat diwawancarai Parlementaria seusai kunjungan di Banyuwangi, Jawa Timur pada Kamis (23/07/2026).

 

Menjawab pertanyaan mengenai langkah dan solusi konkret yang akan ditempuh Komisi IV DPR RI, Titiek menekankan bahwa negara memang memberikan kesempatan investasi bagi perusahaan, tetapi muara dari pemanfaatan kekayaan alam tersebut tidak boleh mengabaikan hak-hak rakyat.

 

"Ya tentunya kita akan mempertanyakan lagi ke PT BSI. Menurut undang-undang, kekayaan alam dan bumi dan segala yang ada di dalamnya dikelola oleh negara. Dan yang penting siapa pun yang mengelola, negara sudah memberikan kesempatan untuk suatu perusahaan untuk mengelola tambang ini, tapi ending-nya harus mensejahterakan masyarakat," tutur Titiek.

 

Ia menambahkan, evaluasi mendalam wajib dilakukan mengingat aktivitas pengerukan kekayaan alam tersebut telah berjalan cukup lama namun belum sebanding dengan tingkat kesejahteraan warga tempatan. "Tapi kalau ini belum sejahtera ya nanti kita panggil gimana ceritanya ini kok belum sejahtera. Kamu udah sepuluh tahun menghasilkan, mengeruk kekayaan alam yang ada di sini," pungkasnya.

 

Sebagai informasi, rekomendasi dari kunjungan reses ini nantinya akan dibawa ke Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan Rapat Kerja bersama kementerian mitra terkait guna mendorong penertiban pertambangan serta perlindungan kawasan pangan dan hutan di Banyuwangi secara berkelanjutan. (aar/we)

Berita terkait

Titiek Soeharto Pertanyakan Dampak Tambang Emas bagi Kesejahteraan Warga Banyuwangi
Industri dan Pembangunan
Titiek Soeharto Pertanyakan Dampak Tambang Emas bagi Kesejahteraan Warga Banyuwangi
Tinjau PLBN Batu Ampar, Komisi IV DPR RI Tekankan Kemandirian Karantina Tanpa Pihak Ketiga
Industri dan Pembangunan
Tinjau PLBN Batu Ampar, Komisi IV DPR RI Tekankan Kemandirian Karantina Tanpa Pihak Ketiga
Serap Aspirasi Pendidikan di Tebing Tinggi, Komisi X DPR RI Soroti Kesejahteraan Guru hingga Revitalisasi Sekolah
Kesejahteraan Rakyat
Serap Aspirasi Pendidikan di Tebing Tinggi, Komisi X DPR RI Soroti Kesejahteraan Guru hingga Revitalisasi Sekolah
Tags:#Tambang Emas#PT. BSI#Tambang Emas Banyuwangi
Sebelumnya

Hamid Noor Yasin Nilai Pemerataan Pembangunan di NTT Masih Jadi Pekerjaan Rumah

Selanjutnya

Izin Hingga 55 Tahun, Riyono Pertanyakan Kontribusi PNBP Kawasan Hutan

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1040)
  • Industri dan Pembangunan(3640)
  • Isu Lainnya(1037)
  • Kesejahteraan Rakyat(3608)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4448)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Syarat dan Ketentuan Umum
 AIPA

Link : https://ksap.dpr.go.id/

Instagram

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
NTT|energi|BBM|LPG|PON 2028|BBM Subsidi|Bea Cukai|Barantin|Direktorat Jenderal Bea dan Cukai|DJBC|Penegak Hukum|Tambang Emas|gas
Jakarta:
Cerah
31°C
Terasa: 35°C
Lembab: 48%
Angin: 6 km/h