
Anggota Komisi V DPR RI Hamid Noor Yasin saat mengikuti Kunjungan Kerja Reses Komisi V DPR RI di Pulau Rinca, Nusa Tenggara Timur.|Foto: Balggys/Karisma
PARLEMENTARIA, Manggarai Barat — Anggota Komisi V DPR RI Hamid Noor Yasin menyoroti masih adanya ketimpangan pembangunan antara wilayah Jawa dan luar Jawa, khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurut Hamid, dalam kunjungan kerja yang dilakukannya memberikan gambaran langsung mengenai kondisi infrastruktur dan kehidupan sosial masyarakat di NTT.
"Kita menjadi tahu bahwa ternyata masih ada ketimpangan pembangunan di wilayah Jawa dengan luar Jawa, khususnya NTT yang kita kunjungi saat ini. Infrastruktur dan kondisi sosial masyarakatnya tentu membuka mata hati kita mengenai pentingnya urgensi pemerataan, keadilan, dan proporsionalitas pembangunan," ujarnya usai kunjungan kerja Komisi V DPR RI ke Pulau Rinca di Labuan Bajo, NTT, Kamis (23/7/2026).
Ia menegaskan, pemerataan pembangunan harus terus menjadi prioritas agar masyarakat di berbagai daerah memperoleh akses yang sama terhadap infrastruktur dan layanan publik. Menurutnya, pembangunan yang merata akan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkecil kesenjangan antarwilayah.
Hamid juga menilai pengembangan infrastruktur di NTT perlu terus dipercepat mengingat provinsi tersebut memiliki potensi besar di sektor pariwisata, khususnya Labuan Bajo yang merupakan salah satu destinasi pariwisata prioritas nasional. Karena itu, dukungan terhadap infrastruktur dasar dan konektivitas dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
"Kunjungan ini semakin menguatkan pentingnya pemerataan pembangunan, baik dari sisi infrastruktur, transportasi, maupun aksesibilitas, sehingga manfaat pembangunan benar-benar dapat dirasakan masyarakat di luar Pulau Jawa," pungkas Politisi Fraksi PKS tersebut. (gys/we)