E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|Komisi III|Komisi XII|RUU Perampasan Aset|Baleg|RUU Reforma Agraria|Erupsi|BKSAP|Komisi X|Komisi II|Pendidikan|mitigasi|sampah
Jakarta:
Cerah
29°C
Terasa: 31°C
Lembab: 61%
Angin: 11 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|Komisi III|Komisi XII|RUU Perampasan Aset|Baleg|RUU Reforma Agraria|Erupsi|BKSAP|Komisi X|Komisi II|Pendidikan|mitigasi|sampah
Jakarta:
Cerah
29°C
Terasa: 31°C
Lembab: 61%
Angin: 11 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|Komisi III|Komisi XII|RUU Perampasan Aset|Baleg|RUU Reforma Agraria|Erupsi|BKSAP|Komisi X|Komisi II|Pendidikan|mitigasi|sampah
Jakarta:
Cerah
29°C
Terasa: 31°C
Lembab: 61%
Angin: 11 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Optimalkan Ekonomi Pesisir, Riyono Dorong Replikasi Budidaya Lobster dan Tata Kelola BBL

Diterbitkan
Jumat, 24 Jul 2026 10.44 WIB
Bagikan:
Optimalkan Ekonomi Pesisir, Riyono Dorong Replikasi Budidaya Lobster dan Tata Kelola BBL

Anggota Komisi IV DPR RI Riyono saat mengikuti Kunjungan Kerja meninjau Balai Perikanan Budidaya Laut Batam, Kepulauan Riau.|Foto : Aditya/Alma

PARLEMENTARIA, Batam - Anggota Komisi IV DPR RI Riyono mendorong replikasi percontohan (modeling) budidaya lobster secara nasional guna membangkitkan perekonomian masyarakat pesisir. Selain peningkatan produktivitas budidaya, Ia  juga menekankan perlunya perbaikan tata kelola Benih Bening Lobster (BBL) secara komprehensif untuk mencegah praktik penyelundupan yang berpotensi merugikan keuangan negara.

 

Hal tersebut mengemuka dalam Kunjungan Kerja Reses Komisi IV DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di Balai Perikanan Budidaya Laut Batam, Kepulauan Riau, Kamis (23/7/2026). Dalam kunjungan ini, rombongan meninjau langsung percontohan budidaya lobster yang tengah dikembangkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Lihat Juga :

Komisi IV Dorong Pengembangan Budidaya Lobster agar Indonesia Naik Kelas

Komisi IV Dorong Pengembangan Budidaya Lobster agar Indonesia Naik Kelas

Tata Kelola Energi Harus Dukung Ketahanan dan Pertumbuhan Ekonomi

Tata Kelola Energi Harus Dukung Ketahanan dan Pertumbuhan Ekonomi

 

Riyono menilai, kontribusi sektor budidaya secara nasional saat ini masih sangat minim dan belum menyentuh angka dua persen. Padahal, komoditas kelautan seperti lobster memiliki potensi nilai keekonomian yang sangat menjanjikan bagi masyarakat.

 

"Ini yang sebenarnya menarik sekali ya, karena apa, ini bisa kita replikasi untuk kepentingan kebangkitan ekonomi pesisir. Secara nasional budidaya kurang lebih hanya menyumbang dua persen saja, padahal potensinya luar biasa," ujar Riyono usai peninjauan.

 

Politisi Fraksi PKS ini memaparkan kalkulasi rasio keuntungan yang signifikan dari sektor tersebut. Biaya operasional untuk budidaya diperkirakan berkisar pada angka Rp220.000, sementara harga jual di pasaran tingkat restoran mampu menembus Rp500.000 - Rp600.000 per kilogram.

 

Untuk itu, Riyono mendorong adanya alokasi khusus pada rancangan anggaran tahun 2027 guna mereplikasi program serupa ke wilayah-wilayah yang kaya akan potensi benih lobster. Hal ini sejalan dengan upaya menekan biaya percontohan yang saat ini masih dinilai cukup tinggi. Ia juga menyayangkan rendahnya tingkat keberlanjutan hidup (survival rate) benih lobster di alam liar yang hanya berada pada kisaran satu persen.

 

"Sehingga kita akan dorong budidaya berbasis ekonomi masyarakat pesisir. Yang kedua PNBP-nya juga kita dapat ya, dan kita akan atur tata kelola benih bening lobster ini agar bisa dimanfaatkan untuk budidaya dan juga bisa diekspor," tegasnya.

 

Mengenai kebijakan ekspor, Legislator Dapil Jawa Timur VII tersebut secara khusus menyoroti maraknya praktik pengiriman ilegal yang justru mematikan benih dan merugikan negara. Karakteristik BBL yang sangat bergantung pada suplai oksigen mengharuskan benur tiba di negara tujuan dalam waktu maksimal 24 jam.

 

Sebagai langkah intervensi, Riyono memaparkan bahwa Komisi IV DPR RI telah membentuk Panitia Kerja (Panja) Pengawasan Benih Bening Lobster untuk membedah akar persoalan tata kelola di lapangan.

 

"Kita sudah undang para pakar. Nanti kita akan cek ke lapangan, para pembudidaya kita, para nelayan tangkap kita, termasuk nanti juga kita akan buka tata kelolanya. Biar penyelundupan ini tidak akan terus terjadi kalau tidak kita atur," pungkasnya. (ams/we)

Berita terkait

Komisi IV Dorong Pengembangan Budidaya Lobster agar Indonesia Naik Kelas
Industri dan Pembangunan
Komisi IV Dorong Pengembangan Budidaya Lobster agar Indonesia Naik Kelas
Tata Kelola Energi Harus Dukung Ketahanan dan Pertumbuhan Ekonomi
Industri dan Pembangunan
Tata Kelola Energi Harus Dukung Ketahanan dan Pertumbuhan Ekonomi
Panja Aset Komisi I Dorong Pembenahan Tata Kelola dan Penertiban Aset TNI
Politik dan Keamanan
Panja Aset Komisi I Dorong Pembenahan Tata Kelola dan Penertiban Aset TNI
Tags:#Budidaya Lobster#Tata Kelola BBL#Ekonomi Pesisir
Sebelumnya

Ketut Suwendra Minta Penguatan Karantina Diiringi Integritas dan Pengawasan

Selanjutnya

BKSAP Kecam Penyerbuan Masjid Al-Aqsa, Desak PBB dan OKI Bertindak

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1155)
  • Industri dan Pembangunan(3966)
  • Isu Lainnya(1079)
  • Kesejahteraan Rakyat(3958)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4781)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi VIII#Komisi IV#BKSAP#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

HUT RI 81
Majalah Parlementaria 258
Parja
HUT DPR RI Ke-81

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|Komisi III|Komisi XII|RUU Perampasan Aset|Baleg|RUU Reforma Agraria|Erupsi|BKSAP|Komisi X|Komisi II|Pendidikan|mitigasi|sampah
Jakarta:
Cerah
29°C
Terasa: 31°C
Lembab: 61%
Angin: 11 km/h