E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RUU Perampasan Aset|Komisi III|Komisi IX|RUU Masyarakat Adat|Garut|Haji|MBG|Potensi Lokal|Komisi XIII|Kesehatan|Pendidikan|layanan kesehatan|BPJS Ketenagakerjaan
Jakarta:
Cerah
27°C
Terasa: 31°C
Lembab: 74%
Angin: 6 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RUU Perampasan Aset|Komisi III|Komisi IX|RUU Masyarakat Adat|Garut|Haji|MBG|Potensi Lokal|Komisi XIII|Kesehatan|Pendidikan|layanan kesehatan|BPJS Ketenagakerjaan
Jakarta:
Cerah
27°C
Terasa: 31°C
Lembab: 74%
Angin: 6 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RUU Perampasan Aset|Komisi III|Komisi IX|RUU Masyarakat Adat|Garut|Haji|MBG|Potensi Lokal|Komisi XIII|Kesehatan|Pendidikan|layanan kesehatan|BPJS Ketenagakerjaan
Jakarta:
Cerah
27°C
Terasa: 31°C
Lembab: 74%
Angin: 6 km/h
/
/
Berita/Politik dan Keamanan

Lemahnya Pengawasan Internal Membuat Penegakan Hukum Tidak Berjalan Optimal

Diterbitkan
Jumat, 24 Jul 2026 10.05 WIB
Bagikan:
Lemahnya Pengawasan Internal Membuat Penegakan Hukum Tidak Berjalan Optimal

Anggota Komisi III DPR RI, Martin Daniel Tumbelaka saat rapat kunjungan kerja reses Komisi III DPR RI di Kota Ternate, Maluku Utara.|Foto : Riska/Alma

PARLEMENTARIA, Ternate - Anggota Komisi III DPR RI Martin Daniel Tumbelaka menekankan pentingnya penguatan pengawasan internal pada institusi penegak hukum sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas penegakan hukum di Indonesia. Menurutnya, lemahnya pengawasan internal masih menjadi salah satu persoalan yang banyak disampaikan masyarakat kepada Komisi III DPR RI.

 

Hal tersebut disampaikan Martin saat mengikuti kunjungan kerja reses Tim Komisi III DPR yang dihadiri Kejaksaan Tinggi Maluku Utara, Kepolisian Daerah Maluku Utara, dan Badan Narkotika Nasional Provinsi Maluku Utara di Kota Ternate, Maluku Utara, Kamis (25/7/2026).

Lihat Juga :

Komisi IV DPR Soroti Lemahnya Penegakan Hukum kehutanan dan Pengawasan Pelepasan Kawasan Hutan dalam UU Ciptaker

Komisi IV DPR Soroti Lemahnya Penegakan Hukum kehutanan dan Pengawasan Pelepasan Kawasan Hutan dalam UU Ciptaker

Dinamika Internal APH Tidak Ganggu Penegakan Hukum di Kaltara

Dinamika Internal APH Tidak Ganggu Penegakan Hukum di Kaltara

 

Menurutnya, berdasarkan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang dilakukan Komisi III DPR RI, aspirasi masyarakat yang diterima sebagian besar berkaitan dengan persoalan pengawasan internal di institusi mitra kerja Komisi III.

 

“Yang perlu diperkuat adalah pengawasan internal. Hampir semua rapat, RDPU dengan menerima aspirasi dari masyarakat yang kami terima di Komisi III, itu hampir semua berkaitan dengan bagaimana lemahnya pengawasan di internal,” ujar Martin.

 

Legislator Dapil Sulawesi Utara itu menilai pengawasan internal yang kuat diperlukan untuk memastikan setiap institusi penegak hukum dapat menjalankan tugas dan kewenangannya secara optimal. Ia juga menegaskan pentingnya kesinergisan dan kekompakan antar penegak hukum dalam memaksimalkan upaya penegakan hukum di Indonesia.

 

Menurutnya, seluruh mitra kerja Komisi III DPR RI perlu menjaga kekompakan dan tidak terpengaruh oleh dinamika yang berkembang. Dengan adanya semangat dan tujuan yang sama, penegakan hukum di Indonesia diharapkan dapat berjalan lebih maksimal.

 

"Kalau kita tidak bersinergi, tidak kompak, tentunya tidak akan maksimal penegakan hukum,” kata Politisi Fraksi Partai Gerindra ini.

 

Selain menyoroti pengawasan internal, Martin turut memberikan perhatian terhadap keterbatasan anggaran Badan Narkotika Nasional (BNN). Ia mengapresiasi semangat BNN dalam menjalankan tugas pemberantasan narkotika meskipun menghadapi keterbatasan anggaran.

 

Martin menyebut, Komisi III DPR RI telah mencatat aspirasi terkait kebutuhan anggaran BNN dan akan memperjuangkannya agar dapat menjadi perhatian pemerintah, termasuk untuk mendukung penguatan BNN di daerah.

 

Ia juga menyoroti ancaman peredaran narkotika di kawasan pertambangan, khususnya di wilayah Maluku Utara dan Sulawesi Utara. Menurutnya, kawasan pertambangan perlu menjadi perhatian khusus dalam upaya pemberantasan narkotika karena aktivitas dan mobilitas pekerja yang tinggi berpotensi dimanfaatkan sebagai ruang peredaran narkoba.

 

“Peredaran narkoba di pertambangan ini luar biasa. Jadi kalau Subuh masih ada aktivitas di dalam tambang, kita curiga itu. Ini mungkin perlu menjadi perhatian juga bagi teman-teman Direktorat Narkoba Polda,” ujarnya.

 

Ia menegaskan, pemberantasan narkotika merupakan salah satu agenda penting pemerintah yang tercantum dalam Astacita Presiden. Ia mendorong seluruh aparat penegak hukum untuk memperkuat sinergi dan meningkatkan pengawasan guna memastikan pemberantasan narkotika dapat dilakukan secara lebih efektif.

 

“Pemberantasan narkotika ini merupakan salah satu agenda penting pemerintah yang tercantum dalam Astacita Presiden. Karenanya, kita harus memperkuat sinergi dan meningkatkan pengawasan, termasuk di wilayah pertambangan dan daerah-daerah yang memiliki kerawanan tinggi terhadap peredaran narkoba,” pungkas Martin. (rsa/rdn)

Berita terkait

Komisi IV DPR Soroti Lemahnya Penegakan Hukum kehutanan dan Pengawasan Pelepasan Kawasan Hutan dalam UU Ciptaker
Industri dan Pembangunan
Komisi IV DPR Soroti Lemahnya Penegakan Hukum kehutanan dan Pengawasan Pelepasan Kawasan Hutan dalam UU Ciptaker
Dinamika Internal APH Tidak Ganggu Penegakan Hukum di Kaltara
Politik dan Keamanan
Dinamika Internal APH Tidak Ganggu Penegakan Hukum di Kaltara
Orientasi Penegakan Hukum Tidak Boleh Berhenti pada Pembuktian Unsur Pidana
Politik dan Keamanan
Orientasi Penegakan Hukum Tidak Boleh Berhenti pada Pembuktian Unsur Pidana
Tags:#Penegak Hukum
Sebelumnya

Bramantyo: Soft Diplomacy Jadi Keunikan ASEAN Bangun Kepercayaan Antarnegara

Selanjutnya

Tinjau PLBN Batu Ampar, Komisi IV DPR RI Tekankan Kemandirian Karantina Tanpa Pihak Ketiga

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1053)
  • Industri dan Pembangunan(3682)
  • Isu Lainnya(1045)
  • Kesejahteraan Rakyat(3689)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4554)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Syarat dan Ketentuan Umum
Majalah Parlementaria Edisi 258

Link Flipbook : https://online.anyflip.com/fhwbw/fndh/mobile/index.html

KELAS PARLEMEN

🚀 Halo Sobat Parlemen, Kelas Parlemen resmi dimulai! Kelas Parlemen mengajak kamu memahami bagaimana parlemen berperan dalam menjaga ruang digital di tengah perkembangan teknologi dan algoritma. 🎙️ Beyond the FYP: Peran Parlemen Menjaga Ruang Digital di Tengah Bias dan Jebakan Algoritma 📅 Jumat, 7 Agustus 2026 🕙 10.00 WIB – selesai 💻 Zoom Meeting 🎤 Narasumber: * Amelia Anggraini, S.I.Kom – Anggota Komisi I DPR RI * Dr. Suko Widodo, Drs., M.Si. – Dosen FISIP Universitas Airlangga ✨ Fasilitas peserta: ✔️ e-Sertifikat ✔️ Berbagai hadiah menarik 📌 Daftar sekarang melalui tautan berikut: https://s.dpr.go.id/KELASPARLEMEN Jadilah bagian dari Kelas Parlemen dan ikut berdiskusi mengenai isu digita

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RUU Perampasan Aset|Komisi III|Komisi IX|RUU Masyarakat Adat|Garut|Haji|MBG|Potensi Lokal|Komisi XIII|Kesehatan|Pendidikan|layanan kesehatan|BPJS Ketenagakerjaan
Jakarta:
Cerah
27°C
Terasa: 31°C
Lembab: 74%
Angin: 6 km/h