
Deputi Bidang Administrasi Sekretariat Jenderal DPR RI, Rahmad Budiaji, dalam Focus Group Discussion (FGD) Series bagi Tenaga Ahli Anggota DPR RI, di Ruang Abdul Muis, Gedung Nusantara DPR RI.|Foto: Arifman/Karisma
PARLEMENTARIA, Jakarta – Sekretariat Jenderal DPR RI melalui Biro Sumber Daya Manusia Aparatur menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Series bagi Tenaga Ahli Anggota DPR RI dengan tema “Outlook Ekonomi dan Geopolitik Global di Tahun 2027 serta Dampaknya pada Perekonomian Indonesia” di Ruang Abdul Muis, Gedung Nusantara DPR RI, Selasa (21/7/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya tenaga ahli anggota DPR RI, dalam memperkuat kemampuan analisis terhadap berbagai isu strategis yang berkembang di tingkat global maupun nasional.
Dibuka oleh Deputi Bidang Administrasi Sekretariat Jenderal DPR RI, Rahmad Budiaji beserta sambutan dari Kepala Biro Sumber Daya Manusia Aparatur, Endang Suryastuti, yang menegaskan bahwa forum diskusi tersebut tidak hanya menjadi ruang berbagi pengetahuan, tetapi juga forum strategis untuk memperkuat kapasitas analitis tenaga ahli di tengah dinamika global yang berlangsung semakin cepat.
“Kemampuan membaca arah perkembangan global, memahami keterkaitan antar isu, serta menyusun rekomendasi kebijakan berbasis bukti (evidence based policy) menjadi kompetensi yang sangat penting. Dengan semakin berkualitas analisis yang dihasilkan, maka akan semakin baik pula kualitas pengambilan keputusan di parlemen,” ujar Rahmad.
Ia menjelaskan, tahun 2027 merupakan fase penting dalam pelaksanaan RPJMN 2025–2029 yang dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti perlambatan ekonomi global, meningkatnya rivalitas geopolitik, perubahan rantai pasok internasional, proteksionisme perdagangan, transisi energi, perubahan iklim, hingga percepatan transformasi digital. Menurutnya, berbagai dinamika tersebut berdampak langsung terhadap stabilitas ekonomi nasional, investasi, ketahanan pangan dan energi, daya saing industri, serta kondisi fiskal pemerintah.
Rahmad juga menekankan pentingnya dukungan analisis yang akurat dan tepat waktu bagi DPR RI dalam menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan. Bahkan, ia berharap tenaga ahli mampu menghadirkan early warning system sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan, termasuk pembahasan APBN.
Lebih lanjut, ia mengapresiasi penyelenggaraan FGD Series yang diinisiasi Biro SDM Aparatur. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan investasi intelektual yang perlu dilaksanakan secara berkelanjutan agar kualitas sumber daya manusia di lingkungan DPR RI terus meningkat.
“Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah pembelajaran yang berkesinambungan sekaligus memperluas jejaring antara tenaga ahli dengan akademisi maupun praktisi. Ke depan, tema-tema yang diangkat diharapkan semakin adaptif terhadap perkembangan global dan kebutuhan Dewan,” tuturnya.
Menutup pernyataan, Rahmad mendorong agar penyelenggaraan FGD selanjutnya bisa menjangkau lebih banyak peserta, termasuk melalui skema hybrid, sehingga pembelajaran dapat diakses secara lebih luas dan efisien. Sebagai informasi, FGD menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi, yakni Prof. Dr. Telisa Aulia Falianty, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia; Dr. Ibrahim Kholilul Rohman, Ph.D., Kepala Indonesia Financial Group Progress sekaligus Dosen Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia; serta B. Bawono Kristiaji, S.E., M.S.E., M.Sc., IBT, ADIT, BKP, Senior Partner DDTC Fiscal Research & Advisory.
Melalui FGD Series ini, Sekretariat Jenderal DPR RI berharap tenaga ahli semakin siap menghadapi tantangan kebijakan yang semakin kompleks, sehingga mampu memberikan dukungan analisis yang berkualitas bagi pelaksanaan fungsi konstitusional DPR RI. (bit/um)