
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah usai agenda Rapat Kerja Banggar dengan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta.|Foto : Tari/Andri
PARLEMENTARIA, Jakarta - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah menilai pelebaran defisit APBN 2026 menjadi 2,85 persen terhadap PDB melampaui target Undang-Undang APBN 2026 sebesar 2,68 persen masih berada dalam batas aman, dengan menekankan bahwa tren kehati-hatian fiskal pemerintah justru membaik dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Said membandingkan proyeksi ini dengan capaian dua tahun terakhir. Pada akhir tahun 2025, pemerintah sempat memproyeksikan defisit sebesar 2,91 persen, namun realisasi audited justru turun menjadi 2,81 persen. "Sehingga 2,85 persen itu dalam batas sangat aman," kata Said saat ditemui oleh Parlementaria usai agenda Rapat Kerja Banggar dengan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/7/2026),
Perlu diketahui, pemerintah juga telah merencanakan defisit tahun depan di kisaran 1,8-2,4 persen. Sikap ini sejalan dengan penjelasan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam rapat yang sama. Purbaya menyampaikan bahwa meski defisit akan melesat naik akibat akumulasi belanja di semester II, ia memastikan angka defisit APBN 2026 akan tetap berada di bawah 3 persen.
Sejumlah media nasional turut melaporkan bahwa proyeksi defisit Rp734,3 triliun tersebut naik Rp44,3 triliun dari target awal. Bagi Said, proyeksi ini merupakan sinyal yang perlu dicermati pasar meski masih terkendali. "Meskipun selisih hanya 0,17 persen, namun kita tahu bersama bahwa membesarnya defisit sekaligus mengirimkan sinyal ke market di saat kita sedang menghadapi sorotan besar terhadap belanja fiskal," ujarnya.
Berdasarkan paparan Menteri Keuangan, realisasi defisit Semester I 2026 baru mencapai Rp196,5 triliun atau 0,76 persen PDB, dengan Pendapatan Negara tumbuh 21,4 persen menjadi Rp1.459,4 triliun dan Belanja Negara tumbuh 17,8 persen menjadi Rp1.656,0 triliun.
Sementara Outlook Postur APBN 2026 memproyeksikan Pendapatan Negara mencapai Rp3.208,1 triliun (101,7% target) dan Belanja Negara Rp3.942,4 triliun (102,6% dari pagu), dengan Defisit Anggaran diperkirakan mencapai Rp734,3 triliun atau 2,85 persen PDB pada akhir tahun. Menutup pernyataan, Banggar DPR akan terus mendorong pemerintah menjaga disiplin fiskal agar pelebaran defisit tidak melampaui batas yang telah disepakati hingga akhir tahun anggaran. (Ndy/um)