Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Singapura untuk Indonesia H.E. Mr. Kwok Fook Seng di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.|Foto : Munchen/Andri
PARLEMENTARIA, Jakarta - Komisi I DPR RI menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Singapura untuk Indonesia H.E. Mr. Kwok Fook Seng di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/7/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan diplomasi parlemen, tindak lanjut kerja sama bilateral Indonesia-Singapura, hingga berbagai isu strategis kawasan.
Diketahui, terdapat dua agenda utama dalam pertemuan tersebut. Pertama, Dubes Singapura menyampaikan undangan kepada anggota DPR RI, khususnya Komisi I, untuk melakukan kunjungan ke Parlemen Singapura sebagai bagian dari penguatan hubungan antar lembaga legislatif. Dikarenakan, hubungan antar lembaga parlemen memiliki peran penting dalam memperkuat pemahaman terhadap kerja sama yang telah dibangun kedua pemerintah.
Agenda kedua, lanjutnya, adalah memberikan penjelasan mengenai perkembangan hubungan bilateral Indonesia-Singapura, termasuk hasil pertemuan Presiden RI dengan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong di Istana Merdeka sehari sebelumnya.
Merespons hal ini, Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto menyambut baik undangan dari Parlemen Singapura. Menurutnya, DPR RI akan menjadwalkan kunjungan tersebut pada waktu yang tepat sebagai bagian dari penguatan diplomasi parlemen.
"Tentu kami akan memenuhi undangan tersebut ketika waktunya memungkinkan," kata Utut kepada Parlementaria usai pertemuan.
Terkait hasil pertemuan Presiden RI dan Perdana Menteri Singapura, Utut menyebut substansi pembahasan telah dijelaskan secara rinci dalam keterangan resmi pemerintah, termasuk penandatanganan 26 Aspek kerja sama antarkedua negara.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa tantangan terbesar bukan pada penandatanganan nota kesepahaman, melainkan memastikan seluruh kesepakatan tersebut benar-benar terlaksana.
"Kalau dari saya, setiap memorandum of understanding (MoU) itu harus kita kawal. Kalau tidak dikawal, nanti hanya menjadi catatan. Semua MoU harus dijaga sampai benar-benar terealisasi," tegasnya.
Utut juga menyoroti pentingnya menjaga hubungan baik dengan Singapura mengingat negara tersebut masih menjadi investor terbesar di Indonesia. Karena itu, menurutnya, stabilitas hubungan bilateral harus terus dipelihara demi mendukung kepentingan nasional sekaligus memberikan kepastian bagi iklim investasi.
"Singapura adalah investor terbesar di Indonesia. Karena itu kita perlu menjaga keamanan, stabilitas, dan hubungan baik kedua negara. Semua itu pada akhirnya untuk kepentingan Indonesia, sekaligus memberikan kepastian bagi para investor Singapura yang menanamkan modalnya di Indonesia," pungkasnya.
Ditambahkan Duta Besar (Dubes) Singapura H.E. Mr. Kwok Fook Seng, bahwa Parlemen memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung dan memahami kerja sama antar pemerintah. “Melalui kunjungan ini kami berharap hubungan antara parlemen kedua negara semakin erat," ujar Kwok
Ia mengatakan kedua negara terus memperluas kerja sama di berbagai sektor strategis, antara lain energi bersih, ekonomi digital, keamanan siber, perlindungan masyarakat dari penipuan digital, hingga penguatan kerja sama ASEAN di tengah dinamika geopolitik kawasan.
"Kami juga membahas bagaimana Indonesia dan Singapura dapat terus bekerja sama untuk memastikan ASEAN tetap menjadi kekuatan yang menjaga stabilitas kawasan," jelasnya.
Selain itu, Kwok turut menjelaskan komitmen Singapura dalam menjaga keterbukaan dan keamanan jalur pelayaran di Selat Singapura dan Selat Malaka agar tetap aman dan terbuka bagi seluruh pengguna internasional melalui kerja sama dengan Indonesia dan Malaysia. (rr/rdn)