E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|Diplomasi|RUU Daerah Kepulauan|Kesehatan|RUU PFII|APBN 2026|tambang|petani|PHK|layanan kesehatan|RUU Penyadapan|RUU Sisdiknas|BPJS Kesehatan
Jakarta:
Sebagian Cerah
29°C
Terasa: 34°C
Lembab: 71%
Angin: 5 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|Diplomasi|RUU Daerah Kepulauan|Kesehatan|RUU PFII|APBN 2026|tambang|petani|PHK|layanan kesehatan|RUU Penyadapan|RUU Sisdiknas|BPJS Kesehatan
Jakarta:
Sebagian Cerah
29°C
Terasa: 34°C
Lembab: 71%
Angin: 5 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|Diplomasi|RUU Daerah Kepulauan|Kesehatan|RUU PFII|APBN 2026|tambang|petani|PHK|layanan kesehatan|RUU Penyadapan|RUU Sisdiknas|BPJS Kesehatan
Jakarta:
Sebagian Cerah
29°C
Terasa: 34°C
Lembab: 71%
Angin: 5 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Darmadi: Komisi VI Akan Panggil Danantara soal Dugaan Fraud di PT Pos Indonesia

Diterbitkan
Selasa, 7 Jul 2026 17.56 WIB
Bagikan:
Darmadi: Komisi VI Akan Panggil Danantara soal Dugaan Fraud di PT Pos Indonesia

Anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto usai rapat paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.|Foto : Mares/Andri

Parlementaria, Jakarta - Anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto mendesak adanya penjelasan menyeluruh terkait dugaan rekayasa laporan keuangan di PT Pos Indonesia (Persero). Untuk mendalami persoalan tersebut, Darmadi mengungkapkan, Komisi VI berencana memanggil Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) guna memperoleh penjelasan mengenai dugaan  praktik kecurangan (fraud) serta kondisi tata kelola perusahaan.

 

Menurut Darmadi, Komisi VI belum dapat menyimpulkan substansi persoalan karena masih menunggu penjelasan resmi dari Danantara mengenai dugaan rekayasa laporan keuangan maupun potensi kerugian yang terjadi di PT Pos Indonesia.

Lihat Juga :

Komisi VI Akan Panggil Pertamina Pasca Kenaikan BBM Nonsubsidi

Komisi VI Akan Panggil Pertamina Pasca Kenaikan BBM Nonsubsidi

Waspadai Risiko Sentralisasi Kekuasaan Ekonomi Dalam Pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia

Waspadai Risiko Sentralisasi Kekuasaan Ekonomi Dalam Pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia

 

“Kita tentu akan memanggil Danantara yang mengungkap dugaan laporan keuangan atau adanya dugaan kerugian yang mungkin dilakukan oleh pihak manajemen PT Pos Indonesia. Kita kan belum tahu sebetulnya ini terjadi di dalam masa kapan, apa kejadiannya, apa kasusnya, seperti apa spesifiknya. Maka kita akan memanggil dulu dari pihak Danantara untuk menjelaskan kepada kami,” ujar Darmadi usai rapat paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/7/2026).

 

Ia menilai persoalan yang membelit PT Pos Indonesia bukanlah hal baru. Menurutnya, berbagai permasalahan yang terjadi selama ini menunjukkan adanya akumulasi persoalan yang belum terselesaikan.

 

“PT Pos Indonesia itu sendiri kan bermasalahnya cukup banyak dari dulu sampai sekarang. Saya pikir sudah berlarut-larut ya, akumulasi masalah yang terjadi dari dulu sampai sekarang. Mungkin saja itu kasus-kasus lama atau bisa saja kasus-kasus baru,” tutur politikus fraksi PDI Perjuangan tersebut.

 

Darmadi memastikan Komisi VI akan segera menjadwalkan pemanggilan terhadap Danantara untuk memperoleh gambaran yang utuh mengenai persoalan tersebut. Selain dugaan rekayasa laporan keuangan, Darmadi juga menyoroti pengunduran diri Direktur Utama PT Pos Indonesia, Daud Joseph, yang dinilainya memunculkan tanda tanya karena terjadi hanya sekitar tiga bulan setelah menjabat.

 

Ia mengapresiasi langkah Danantara yang mengungkap persoalan tersebut kepada publik, namun menilai alasan pengunduran diri direktur utama perlu dijelaskan secara transparan. “Kita apresiasi Danantara yang sudah mengungkap kepada publik apa yang terjadi. Setelah itu dirutnya mundur. Nah kita harus jelas juga dirutnya mundur karena faktor apa. Tekanan kerja atau dia terlibat atau karena faktor-faktor lain. Karena dia kan baru tiga bulan, tiga bulan tiba-tiba dia mundur tentu ada sesuatu. Jarang dirut BUMN itu mundur,” ujarnya.

 

Menurut Darmadi, penjelasan tersebut penting agar publik mengetahui apakah pengunduran diri tersebut berkaitan dengan proses pembenahan perusahaan atau disebabkan faktor lainnya.

 

Lebih lanjut, ia menilai kinerja PT Pos Indonesia selama ini belum menunjukkan perbaikan yang signifikan. Perusahaan, kata dia, masih sangat bergantung pada penugasan pemerintah dan belum berhasil memperbaiki fundamental bisnisnya. “Kita melihat juga bahwa kinerjanya dari dulu sampai sekarang kurang bagus. Sangat tergantung pada penugasan proyek pemerintah dan sebagainya. Tidak ada upaya perbaikan selama ini,” tuturnya.

 

Darmadi mengingatkan pembenahan tata kelola menjadi syarat penting mengingat PT Pos Indonesia diproyeksikan menjadi bagian penting dalam pembentukan BUMN logistik. Menurutnya, rencana tersebut tidak akan berjalan optimal apabila persoalan internal perusahaan tidak segera diselesaikan.

 

“Kalau PT Pos Indonesia sendiri tidak disehatkan, kemudian masalah good governance nya tidak diselesaikan, bagaimana dia bisa membangun BUMN logistik ke depan dengan menggabungkan perusahaan-perusahaan logistik? Nanti yang ada adalah menyatukan permasalahan, bukan menyatukan BUMN logistiknya. Ini kan masalah besar,” tegasnya.

 

Sebelumnya, Danantara mengungkap adanya dugaan rekayasa laporan keuangan dan praktik fraud di PT Pos Indonesia yang diduga telah berlangsung selama bertahun-tahun. Temuan tersebut muncul dalam proses asesmen yang dilakukan terhadap perusahaan dan saat ini masih ditindaklanjuti melalui audit investigatif bersama aparat penegak hukum. (bit/we)

Berita terkait

Komisi VI Akan Panggil Pertamina Pasca Kenaikan BBM Nonsubsidi
Industri dan Pembangunan
Komisi VI Akan Panggil Pertamina Pasca Kenaikan BBM Nonsubsidi
Waspadai Risiko Sentralisasi Kekuasaan Ekonomi Dalam Pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia
Industri dan Pembangunan
Waspadai Risiko Sentralisasi Kekuasaan Ekonomi Dalam Pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia
Komisi VI Dorong Sinergi PT Pos dan KAI di Bawah Payung Danantara
Industri dan Pembangunan
Komisi VI Dorong Sinergi PT Pos dan KAI di Bawah Payung Danantara
Tags:#PT. Pos Indonesia#Fraud
Sebelumnya

Fauzi Amro Nilai SLIK di Bawah Rp1 Juta Tak Lagi Hambat Akses Rumah Subsidi

Selanjutnya

Komisi XI Dorong Perpanjangan Tenor Penempatan Dana SAL di Bank Himbara

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(987)
  • Industri dan Pembangunan(3436)
  • Isu Lainnya(1027)
  • Kesejahteraan Rakyat(3425)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4182)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Parlemen Remaja

Parlemen Remaja

Syarat dan Ketentuan Umum

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|Diplomasi|RUU Daerah Kepulauan|Kesehatan|RUU PFII|APBN 2026|tambang|petani|PHK|layanan kesehatan|RUU Penyadapan|RUU Sisdiknas|BPJS Kesehatan
Jakarta:
Sebagian Cerah
29°C
Terasa: 34°C
Lembab: 71%
Angin: 5 km/h