
Anggota Komisi VI DPR RI Rizal Bawazier dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI ke Kawasan Ekonomi Khusus Industropolis Batang atau Grand Batang City, Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah.|Foto: Puntho/Mahendra
PARLEMENTARIA, Batang - Anggota Komisi VI DPR RI Rizal Bawazier menekankan pentingnya penguatan kota penyangga di sekitar Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). Hal itu guna mempercepat pertumbuhan kawasan industri di Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah. Menurutnya, pengembangan kawasan industri harus diiringi dengan kesiapan infrastruktur, fasilitas daerah, serta dukungan pemerintah daerah agar investasi dapat berkembang optimal.
Hal itu disampaikan Rizal usai mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI ke Kawasan Ekonomi Khusus Industropolis Batang atau Grand Batang City, Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah. Kunjungan tersebut mengangkat tema “Peninjauan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dan Pembahasan Rencana Konsolidasi BUMN Kawasan Industri.”
“Kota penyangga supaya dipenuhi. Nanti kalau (kota/kecamatan) Gringsing-nya bagus, otomatis kawasan industri ini akan berkembang sangat besar. Jadi kalau kita tinggalkan kota penyangga, sulit,” ujar Rizal saat wawancara dengan Parlementaria usai pertemuan.
Legislator Dapil Jateng X tersebut menilai keberhasilan kawasan industri tidak dapat dilepaskan dari kesiapan wilayah penyangga di sekitarnya. Ia meyakini, apabila kawasan penyangga seperti Kecamatan Gringsing berkembang dengan baik, maka pertumbuhan industri di Batang juga akan semakin pesat.
Politisi Fraksi PKS itu menjelaskan bahwa investor pada dasarnya mempertimbangkan tiga faktor utama sebelum menanamkan modal, yakni fasilitas keringanan pajak, dukungan fasilitas daerah, dan ketersediaan tenaga kerja.
“Untuk investor itu cuma tiga sebenarnya yang penting, yaitu fasilitas keringanan pajak, fasilitas di daerahnya, sama masalah tenaga kerja. Tiga poin itu yang diharapkan investor,” jelasnya.
Ia mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Batang yang memberikan insentif bagi investor yang menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah besar. Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi langkah positif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan industri.
“Kalau ada investor yang memanfaatkan tenaga kerja Batang sampai 70 persen, mereka mendapat fasilitas keringanan pajak. Itu komitmen yang cukup bagus,” katanya.
Selain itu, Rizal juga menyoroti pentingnya percepatan penyelesaian persoalan lahan guna mendukung pengembangan kawasan industri. Ia memastikan Komisi VI DPR RI bersama mitra terkait akan membantu mendorong percepatan penyelesaian berbagai kendala di lapangan.
“Yang paling penting tadi mengenai lahan. Nanti kita punya mitra juga dengan BPN. Tentunya kita dukung, baik lewat mitra di Komisi VI maupun sebagai anggota DPR di dapil. Kita akan bantu bagaimana cara menyelesaikannya secepatnya,” tegasnya.
Rizal turut menyatakan kesiapan membantu Pemerintah Daerah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung, seperti alun-alun maupun kapasitas jalan, melalui koordinasi dengan kementerian terkait.
“Kalau Pemda memerlukan dukungan ke Kementerian PU, nanti kita bantu lewat surat atau rekomendasi supaya pembangunan daerah yang dibutuhkan bisa dipercepat,” imbuhnya.
Terkait penyerapan tenaga kerja lokal, Rizal menilai berbagai sarana pendukung sebenarnya telah tersedia, mulai dari balai latihan kerja hingga pendidikan vokasi. Karena itu, ia berharap semakin banyak investor masuk agar peluang kerja masyarakat Batang semakin terbuka luas.
“BLK sudah ada, pelatihan juga sudah ada, vokasi juga sudah ada. Tinggal bagaimana investornya bisa lebih banyak lagi. Tentunya semua dari manajemen juga mengharapkan itu. Makin banyak investasi, makin bagus,” pungkasnya.
Turut hadir Ketua Tim Adisatrya Suryo Sulisto (Wqkil Ketua Komisi VI DPR RI/Fraksi PDI-Perjuangan), Anggia Erma Rini (Ketua Komisi VI DPR RI / Fraksi PKB), Dewi Juliani (Anggota Tim / Fraksi PDI-Perjuangan), Doni Akbar (Anggota Tim / Fraksi Partai Golkar), Asep Wahyuwijaya (Anggota Tim / Fraksi NasDem), M. Nasim Khan (Anggota Tim / Fraksi PKB) serta Zulfikar Hamonangan (Anggota Tim / Fraksi Partai Demokrat).
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Endra Gunawan selaku Deputi Bidang Peningkatan Nilai BUMN, Badan Pengawasan BUMN; M. Syaiful Anam selaku Vice President Business Performance and Asset Optimization PT Danantara Asset Management; Yadi Jaya Ruchandi selaku Direktur Utama PT Danareksa (Persero) beserta jajaran;
Kemudian Ahmad Fauzie Nur selaku Direktur Utama PT Kawasan Industri Wijayakusuma beserta jajaran; Indri Septa Respati selaku Direktur Pemasaran dan Pengembangan PT Kawasan Industri Terpadu Batang beserta jajaran; serta Pemerintah Kabupaten Batang yang hadir diwakili oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Batang Sri Purwaningsih beserta jajaran. (pun/rdn)