Wakil Ketua Komisi XI, Fauzi Amro dalam kunjungan kerja spesifik Komisi XI DPR RI di Madiun, Jawa Timur.|Foto: Dhika/Mahendra
PARLEMENTARIA, Madiun – Komisi XI DPR RI memastikan penggunaan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada PT Industri Kereta Api (INKA) mengalami peningkatan yang signifikan. Kenaikan persentase komponen lokal tersebut terpantau saat agenda Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XI DPR RI meninjau langsung fasilitas produksi di Madiun.
"Kami ingin memastikan bahwa TKDN yang digunakan itu sudah progres menaik dari 33 persen menjadi 52 persen," ujar Wakil Ketua Komisi XI, Fauzi Amro dalam kunjungan kerja spesifik ke PT INKA, madiun, Jawa Timur (22/5/2026).
Lebih lanjut, Komisi XI juga mendorong PT INKA agar terus meningkatkan persentase komponen dalam negeri dari tahun ke tahun pada setiap tahapan produksinya. Peningkatan ini dinilai sangat penting untuk memperkuat industri manufaktur kereta api dari sektor hulu hingga ke hilir. Ia menegaskan bahwa kemandirian produksi tersebut merupakan pilar krusial bagi ketahanan industri transportasi nasional.
"Kami berharap, TKDN yang dilakukan oleh PT Inka untuk memproduksi dari hulu sampai ke hilir kereta api ini mulai dari gerbong, gerbong barang, gerbong penumpang dan seterusnya tadi itu bisa meningkatkan TKDN-nya dari tahun ke tahun," imbuh Politisi Fraksi Partai NasDem itu.
Di samping itu, legislator tersebut menyoroti beberapa poin penting terkait efektivitas penggunaan dana Penyertaan Modal Negara (PMN). Pertama, ia mengingatkan agar dana tersebut harus terealisasi dengan baik dan tepat sasaran sesuai fungsi pengawasan dewan. Kedua, peningkatan pemakaian bahan baku lokal harus terus dikawal secara konsisten untuk memaksimalkan produksi berbagai moda transportasi massal.
"Kami berharap uang yang telah diberikan lewat PMN yang memang tupoksinya Komisi XI, kami ingin memastikan terealisasi dengan baik, kandungan TKDN-nya meningkat dari tahun ke tahun, dan kami berharap INKA ke depan bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri seperti LRT Jabodebek, MRT, dan kereta jarak jauh," tutupnya. (dik/rdn)