E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|timwas haji|APBN|DPR RI|Rapat Paripurna|Prabowo|RAPBN 2027|KEM PPKF|Pidato Presiden|Pendidikan|UMKM|Armuzna|Kesehatan
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 61%
Angin: 6 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|timwas haji|APBN|DPR RI|Rapat Paripurna|Prabowo|RAPBN 2027|KEM PPKF|Pidato Presiden|Pendidikan|UMKM|Armuzna|Kesehatan
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 61%
Angin: 6 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|timwas haji|APBN|DPR RI|Rapat Paripurna|Prabowo|RAPBN 2027|KEM PPKF|Pidato Presiden|Pendidikan|UMKM|Armuzna|Kesehatan
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 61%
Angin: 6 km/h
/
/
Berita/Ekonomi dan Keuangan

Jangan Ada Ketimpangan Kredit, Perbankan Harus Lebih Berpihak Rakyat Kecil

Diterbitkan
Kamis, 21 Mei 2026 13.32 WIB
Bagikan:
Jangan Ada Ketimpangan Kredit, Perbankan Harus Lebih Berpihak Rakyat Kecil

Presiden RI, Prabowo Subianto, saat menyampaikan pidato Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027 dalam Rapat Paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.|Foto: Munchen/Karisma

PARLEMENTARIA, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menyoroti isu ketimpangan akses pembiayaan di sektor perbankan nasional yang dinilainya masih belum berpihak kepada rakyat kecil. Berdasarkan laporan yang ia terima, masih kerap ditemui masyarakat miskin dan pelaku usaha kecil yang membayar bunga kredit lebih tinggi dibanding kelompok pengusaha besar yang selama ini menikmati akses pembiayaan lebih mudah.

 

Pernyataan tersebut menjadi salah satu penegasan paling kuat dari pemerintah mengenai arah kebijakan ekonomi yang ingin lebih menekankan pemerataan akses modal dan perluasan kesempatan usaha bagi masyarakat kecil saat menyampaikan pidato Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Lihat Juga :

Apresiasi Setahun Pemerintahan Prabowo, Kebijakan Harus Lebih Berpihak pada Rakyat

Apresiasi Setahun Pemerintahan Prabowo, Kebijakan Harus Lebih Berpihak pada Rakyat

Legislator Tekankan Perbankan Harus Lebih Berpihak kepada Masyarakat: Kalau Bisa Bunganya Kecil!

Legislator Tekankan Perbankan Harus Lebih Berpihak kepada Masyarakat: Kalau Bisa Bunganya Kecil!

 

Di tengah upaya menjaga pertumbuhan ekonomi nasional, dirinya menilai demokrasi ekonomi tidak boleh hanya menguntungkan kelompok usaha besar yang selama ini telah mapan. Apalagi, nilainya, pola penyaluran kredit selama ini masih terlalu terkonsentrasi kepada pengusaha besar yang sudah lama memperoleh dukungan pembiayaan dari perbankan pemerintah.

 

Sementara itu, pengusaha baru, UMKM, dan masyarakat kecil justru menghadapi hambatan akses modal serta bunga pinjaman yang lebih mahal.  Prabowo bahkan secara langsung meminta bank-bank milik negara yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) mengubah pola kebijakan pembiayaan mereka agar lebih berpihak kepada masyarakat kecil.

 

“Saya perintahkan bank-bank pemerintah, robah, turunkan bunga-bunga untuk rakyat miskin,” ujarnya.

 

Perlu diketahui, isu ini mencerminkan persoalan lama dalam sistem pembiayaan nasional, di mana kelompok usaha besar umumnya dinilai lebih mudah memperoleh kredit karena memiliki aset, jaminan, dan rekam jejak bisnis yang kuat. Di sisi lain, pelaku usaha mikro dan masyarakat berpenghasilan rendah kerap menghadapi risiko bunga lebih tinggi karena dianggap memiliki tingkat risiko kredit yang lebih besar.

 

Dalam konteks tersebut, dirinya mendorong agar bank-bank pemerintah tidak hanya mengejar aspek komersial, tetapi juga menjalankan fungsi pembangunan dan pemerataan ekonomi. Baginya, pengusaha besar seharusnya sudah memiliki kemampuan memperoleh pendanaan dari berbagai sumber pembiayaan lain tanpa terus bergantung pada fasilitas kredit pemerintah.

 

Ia juga mengaitkan isu pembiayaan dengan upaya menciptakan lebih banyak pengusaha baru di Indonesia. Menurutnya, akses modal yang lebih adil akan membuka peluang tumbuhnya pelaku usaha baru yang mampu memperkuat struktur ekonomi nasional.

 

“Memberi kesempatan ekonomi untuk tumbuh jadi pengusaha-pengusaha yang kuat. Untuk tumbuh jadi pengusaha-pengusaha yang kuat, pengusaha-pengusaha yang baru,” ujarnya.

 

Di tengah perlambatan ekonomi global dan ketidakpastian pasar internasional, keberpihakan terhadap sektor UMKM dinilai menjadi salah satu kunci menjaga daya tahan ekonomi domestik. Selama ini, UMKM menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia, namun masih menghadapi persoalan klasik berupa keterbatasan modal, rendahnya akses pembiayaan formal, dan tingginya biaya pinjaman.

 

Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPR RI Puan Maharani turut menekankan pentingnya kebijakan ekonomi yang memberi perlindungan lebih besar kepada masyarakat kecil dan sektor usaha rakyat. DPR, terangnya, akan terus menjalankan fungsi pengawasan agar kebijakan pemerintah benar-benar berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

 

Menutup pernyataan, Puan menegaskan pertumbuhan ekonomi ke depan tidak hanya diukur dari besarnya investasi atau keuntungan korporasi besar, melainkan juga dari seberapa luas masyarakat kecil memperoleh kesempatan untuk tumbuh dan naik kelas dalam sistem ekonomi nasional.(um)

Berita terkait

Apresiasi Setahun Pemerintahan Prabowo, Kebijakan Harus Lebih Berpihak pada Rakyat
Industri dan Pembangunan
Apresiasi Setahun Pemerintahan Prabowo, Kebijakan Harus Lebih Berpihak pada Rakyat
Legislator Tekankan Perbankan Harus Lebih Berpihak kepada Masyarakat: Kalau Bisa Bunganya Kecil!
Industri dan Pembangunan
Legislator Tekankan Perbankan Harus Lebih Berpihak kepada Masyarakat: Kalau Bisa Bunganya Kecil!
Soroti Pembatasan Tembakau oleh Pemerintah, Daniel Johan: Jangan Susahkan Rakyat Kecil!
Industri dan Pembangunan
Soroti Pembatasan Tembakau oleh Pemerintah, Daniel Johan: Jangan Susahkan Rakyat Kecil!
Tags:#DPR RI#APBN#UMKM#Rapat Paripurna#Prabowo#Harkitnas#RAPBN 2027#KEM PPKF#Pidato Presiden
Sebelumnya

Cegah Kelelahan Jelang Wukuf, Andre Rosiade Tagih Komitmen 60 Bus

Selanjutnya

BURT Tinjau Kesiapan Fasilitas dan Pelayanan di RS Columbia Asia Semarang

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(841)
  • Industri dan Pembangunan(3049)
  • Isu Lainnya(1006)
  • Kesejahteraan Rakyat(3010)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3699)
  • Populer(417)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Lomba Foto Kreatif SAPA Sayembara Parlementaria
LOKAS

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|timwas haji|APBN|DPR RI|Rapat Paripurna|Prabowo|RAPBN 2027|KEM PPKF|Pidato Presiden|Pendidikan|UMKM|Armuzna|Kesehatan
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 61%
Angin: 6 km/h