
Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, Andre Rosiade, memberikan sorotan tajam terhadap layanan transportasi bagi jemaah haji Indonesia di Makkah. |Foto: Eki/Septamares
PARLEMENTARIA, Makkah — Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, Andre Rosiade, memberikan sorotan tajam terhadap layanan transportasi bagi jemaah haji Indonesia di Makkah. Fokus utamanya adalah menagih komitmen penyediaan 60 armada bus untuk kawasan pemondokan Al-Hidayah, serta merespons keluhan jemaah terkait jauhnya jarak terminal menuju Masjidil Haram.
Pernyataan tersebut disampaikan Andre di sela-sela agenda pengawasan pemondokan dan transportasi jemaah. Ia menegaskan bahwa pihak pengelola gedung dan otoritas haji sebelumnya telah berjanji untuk menyiagakan puluhan armada bus guna menjamin kelancaran mobilitas ribuan jemaah.
"Dari awal pihak pemilik gedung dan Kementerian sudah berjanji bahwa akan ada 60 bus: 30 bus standby di Al-Hidayah, dan 30 bus standby di Haram. Ini yang mau kita cek pertama kali soal kesiapannya, karena ini melayani ribuan jemaah," tegas Andre.
Selain memastikan jumlah armada yang beroperasi, Andre juga menyoroti titik pemberhentian bus (drop off). Berdasarkan laporan yang masuk ke Timwas DPR, jemaah mengeluhkan jarak tempuh berjalan kaki dari terminal menuju Masjidil Haram yang dirasa sangat jauh, bahkan dilaporkan mencapai 3 kilometer.
Menyikapi keluhan tersebut, Timwas DPR RI akan turun langsung untuk mengukur jarak riil di lapangan. Menurut Andre, mitigasi jarak dan aksesibilitas ini sangat krusial agar jemaah tidak kehabisan stamina sebelum fase puncak ibadah haji dimulai.
"Kita akan mengecek ke terminalnya, berapa sih jarak riil terminal ke Haram? Jangan sampai jemaah merasa kecapekan, karena ini nanti bisa mengganggu persiapan puncak haji, yaitu wukuf di Arafah," jelas Andre.
Sebagai langkah nyata penyelesaian masalah, Andre memastikan bahwa seluruh temuan di lapangan akan langsung dibawa ke meja evaluasi. DPR RI telah menjadwalkan rapat koordinasi khusus dengan kementerian dan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) terkait dalam waktu dekat.
"Setelah kita belanja masalah, kita akan rapat dengan kementerian dan seluruh pihak stakeholder pada tanggal 24 mendatang. Jadi sebelum wukuf nanti, atau sebelum jemaah berangkat untuk Tarwiyah, kita lakukan evaluasi dan perbaikan segera," tutup Andre. (eki/aha)