
Anggota Komisi VII DPR RI Samuel Wattimena dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI ke PT Tirta Investama di Klaten, Jawa Tengah.
PARLEMENTARIA, Klaten - Anggota Komisi VII DPR RI Samuel Wattimena mengusulkan kolaborasi kreatif antara industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dan sektor pariwisata melalui pemanfaatan kemasan produk sebagai media promosi. Salah satunya dengan menghadirkan branding atau stiker bertema destinasi wisata Klaten pada kemasan AMDK secara musiman, terutama menjelang liburan sekolah maupun hari besar.
“Di seluruh objek wisata, air mineral itu selalu menjadi bagian integral. Nah, selagi mereka berproduksi di Klaten yang memiliki banyak objek wisata, bagaimana menciptakan win-win solution antara industri (AMDK) dan pariwisata,” ujar Samuel kepada Parlementaria usai pertemuan Komisi VII dengan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dan Dirut PT Tirta Investama Vera Galuh Sugijanto di Pabrik Aqua Klaten, Provinsi Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026).
Menurut Samuel, pendekatan tersebut tidak harus dilakukan secara permanen, melainkan cukup dalam periode tertentu agar tetap fleksibel dan relevan dengan momentum wisata. Ia menilai langkah ini dapat menjadi strategi efektif untuk memperkuat promosi pariwisata daerah.
Lebih lanjut, Legislator Fraksi PDI-Perjuangan tersebut menambahkan bahwa kolaborasi ini berpotensi memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), seiring meningkatnya kunjungan wisatawan ke daerah.
“Ini bentuk gotong royong antara Kementerian Perindustrian dan Kementerian Pariwisata. Ketika kunjungan meningkat, UMKM akan terbantu, masyarakat mendapat manfaat, dan pada akhirnya berdampak pada peningkatan pendapatan asli daerah,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, Samuel mengungkapkan bahwa pihak PT Tirta Investama menyambut baik gagasan kolaborasi tersebut. Meski demikian, ia menekankan perlunya pembahasan lebih lanjut agar konsep ini dapat diimplementasikan secara optimal dengan tetap memperhatikan aspek bisnis.
“Ini kan bisnis, tapi kalau bisa win-win dengan pihak lain, justru akan lebih berkembang. Yang utama adalah keberpihakan kepada masyarakat di sekitar sumber air dan lokasi pabrik,” tegasnya.
Selain itu, dalam agenda Panitia Kerja (Panja), Komisi VII DPR RI juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap siklus produksi air minum dalam kemasan. Komisi VII ingin memastikan seluruh proses berjalan dengan baik, sekaligus mengidentifikasi potensi kelemahan untuk dilakukan perbaikan bersama.
“Pengawasan ini bukan untuk menghakimi, tetapi untuk melihat di mana yang bisa diperbaiki bersama. Tujuannya jelas, untuk kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Samuel Wattimena saat mengakhiri wawancara bersama dengan Parlementaria.
Turut hadir Wakil Ketua Komisi VII DPR RI sekaligus Ketua Tim Evita Nursanty, Nila Yani Hardiyanti (Fraksi PDI-Perjuangan), Andhika Satya Wasistho (Fraksi Golkar), Rahmawati, Ma’ruf Mubarok (Fraksi Gerindra), Mohammad Toha, Eva Monalisa (Fraksi PKB), Yoyok Riyo Sudibyo, Achmad Daeng Sere (Fraksi NasDem), Hendry Munief (Fraksi PKS) dan Muhammad Hatta (Fraksi PAN). (pun)