Anggota Komisi V DPR RI, Mori Hanafi dalam Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspek) Komisi V DPR RI di Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara.
PARLEMENTARIA, Medan - Upaya penanganan banjir rob di kawasan Belawan, Kota Medan, mulai menunjukkan hasil yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Genangan yang sebelumnya rutin terjadi saat air laut pasang kini berangsur berkurang, terutama di sejumlah titik rawan.
Anggota Komisi V DPR RI, Mori Hanafi, menyampaikan bahwa kunjungan kerja spesifik dilakukan untuk melihat langsung kondisi banjir rob yang kerap menggenangi kawasan tersebut. Khususnya, di sepanjang Jalan Yos Sudarso dan sekitarnya.
“Kunjungan ini untuk melihat langsung banjir rob di Belawan yang sering terjadi setiap air laut pasang dan menggenangi jalan utama,” ujar Mori Hanafi kepada Parlementaria usai mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspek) Komisi V DPR RI di Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, Kamis (09/04/2026).
Dari hasil peninjauan dan paparan yang diterima, diketahui bahwa kondisi Sungai Belawan dan Sungai Deli menjadi faktor utama. Sungai Belawan disebut memiliki debit air yang lebih besar, sehingga lebih berpengaruh terhadap terjadinya banjir. Selain itu, sedimentasi, penyempitan sungai akibat permukiman warga, serta penumpukan sampah turut memperparah kondisi.
Meski demikian, penggunaan mesin pompa penyedot air dinilai berhasil mengurangi genangan. Beberapa wilayah yang sebelumnya terdampak kini sudah tidak lagi mengalami banjir.
“Wilayah 8, 9, dan 10 yang sebelumnya banjir, sekarang sudah tidak tergenang. Bahkan di Jalan Yos Sudarso yang sebelumnya tergenang hingga 30 cm sepanjang 300 meter, kini sudah tidak terjadi lagi,” jelasnya.
Namun, Legislator Dapil Nusa Tenggara Barat I ini menegaskan bahwa langkah tersebut belum cukup untuk jangka panjang. Diperlukan penanganan yang lebih menyeluruh, termasuk normalisasi sungai melalui pengerukan sedimentasi dan pelebaran alur sungai dari 5 meter menjadi 15 meter.
Selain itu, relokasi warga yang tinggal di bantaran sungai menjadi langkah penting yang harus dilakukan dengan pendekatan sosial yang tepat.
“Pemerintah Kota Medan perlu melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang tinggal di bantaran sungai. Ini persoalan serius karena menyangkut kehidupan dan mata pencaharian mereka,” tegasnya.
Mori juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyelesaikan persoalan ini. Ia menyebut keterlibatan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta BUMN seperti Pelindo, Pertamina, dan PT KAI yang memiliki lahan di sekitar kawasan Belawan menjadi kunci keberhasilan.
Politisi Fraksi Partai Nasdem ini berharap kepada Pemerintah Kota Medan tidak boleh bersikap pasif dan harus mengambil peran aktif dalam penanganan. Hal ini terutama dalam aspek sosial kemasyarakatan.
“Penanganan banjir rob ini harus dilakukan bersama-sama dan tidak bisa parsial. Semua pihak perlu duduk bersama agar solusi yang dihasilkan benar-benar komprehensif,” pungkasnya.
Dengan sinergi antarinstansi dan penanganan terpadu, diharapkan banjir rob yang selama ini meresahkan warga Belawan dapat diselesaikan secara tuntas, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih aman dan nyaman. (aas/rdn)