E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Pendidikan|Pariwisata|Infrastruktur|pascabencana|Haji|RUU Satu Data|Penerimaan Mahasiswa Baru|KUHAP|KUHP|aspirasi|RUU Hukum Perdata Internasional|bantuan|swasembada
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 90%
Angin: 4 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Pendidikan|Pariwisata|Infrastruktur|pascabencana|Haji|RUU Satu Data|Penerimaan Mahasiswa Baru|KUHAP|KUHP|aspirasi|RUU Hukum Perdata Internasional|bantuan|swasembada
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 90%
Angin: 4 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Pendidikan|Pariwisata|Infrastruktur|pascabencana|Haji|RUU Satu Data|Penerimaan Mahasiswa Baru|KUHAP|KUHP|aspirasi|RUU Hukum Perdata Internasional|bantuan|swasembada
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 90%
Angin: 4 km/h
/
/
Berita/Politik dan Keamanan

RUU Satu Data Indonesia Solusi Ketidaksinkronan Data Bansos

Diterbitkan
Kamis, 9 Apr 2026 12.29 WIB
Bagikan:
RUU Satu Data Indonesia Solusi Ketidaksinkronan Data Bansos

Ketua Badan Legislasi DPR RI, Bob Hasan saat rapat di Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

PARLEMENTARIA, Jakarta – Ketua Badan Legislasi DPR RI, Bob Hasan, menyoroti masih maraknya ketidaksinkronan data bantuan sosial (bansos) di Indonesia. Ia menilai, perbedaan data antar kementerian dan lembaga menjadi salah satu persoalan utama yang ingin diselesaikan melalui Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Satu Data Indonesia.


Menurut Bob Hasan, selama ini data penerima bantuan sosial sering kali tidak akurat karena bersumber dari berbagai instansi yang tidak terintegrasi dengan baik, seperti data dari desa, kementerian sosial, hingga data kependudukan.


“Sering terjadi data dari satu instansi berbeda dengan instansi lain. Ini yang menyebabkan ketidaktepatan dalam penyaluran bantuan,” ujar Bob Hasan saat diwawancarai Parlementaria di di Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Lihat Juga :

Baleg DPR Lanjutkan Pembahasan RUU Satu Data Indonesia, Fokus pada Tata Kelola Nasional

Baleg DPR Lanjutkan Pembahasan RUU Satu Data Indonesia, Fokus pada Tata Kelola Nasional

Mekanisme Check and Balances Harus Ada dalam RUU Satu Data Indonesia

Mekanisme Check and Balances Harus Ada dalam RUU Satu Data Indonesia


Ia menjelaskan bahwa persoalan tersebut tidak hanya berdampak pada efektivitas program bantuan sosial, tetapi juga berpotensi menimbulkan ketidakadilan di tengah masyarakat. “Bansos itu menyangkut hak masyarakat. Kalau datanya tidak akurat, maka yang berhak bisa tidak mendapatkan, dan yang tidak berhak justru menerima,” tegasnya.


Oleh karena itu, melalui RUU Satu Data Indonesia, Baleg DPR RI mendorong adanya integrasi data lintas sektor yang dapat mengakomodasi berbagai sumber data, mulai dari tingkat desa hingga kementerian.


“Data dari desa, dari Dukcapil, dari Kemensos, semua harus dipadukan agar menghasilkan data yang benar-benar valid,” jelas Legislator Fraksi Partai Gerindra itu.


Bob Hasan menekankan bahwa integrasi data ini tidak hanya bertujuan untuk kebutuhan bansos, tetapi juga untuk memperkuat seluruh kebijakan pemerintah yang berbasis data. “Kalau datanya sudah terpadu, maka kebijakan yang diambil juga akan lebih tepat sasaran,” katanya.


Ia juga menegaskan bahwa upaya pembentukan sistem satu data nasional menjadi sangat penting untuk menghindari tumpang tindih kebijakan serta meningkatkan akuntabilitas pemerintah dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat.


“Ini bukan hanya soal teknis data, tetapi menyangkut keadilan bagi masyarakat,” ujar Politisi dapil Lampung II.


Baleg DPR RI, lanjutnya, akan terus mendorong pembahasan RUU ini agar dapat segera disahkan dan menjadi landasan hukum yang kuat dalam penyelenggaraan sistem data nasional yang terintegrasi dan akurat. (fa/aha)

Berita terkait

Baleg DPR Lanjutkan Pembahasan RUU Satu Data Indonesia, Fokus pada Tata Kelola Nasional
Politik dan Keamanan
Baleg DPR Lanjutkan Pembahasan RUU Satu Data Indonesia, Fokus pada Tata Kelola Nasional
Mekanisme Check and Balances Harus Ada dalam RUU Satu Data Indonesia
Politik dan Keamanan
Mekanisme Check and Balances Harus Ada dalam RUU Satu Data Indonesia
Firman Soebagyo Soroti Desentralisasi Data saat Bahas Asas dan Tujuan RUU Satu Data Indonesia
Politik dan Keamanan
Firman Soebagyo Soroti Desentralisasi Data saat Bahas Asas dan Tujuan RUU Satu Data Indonesia
Tags:#RUU Satu Data Indonesia
Sebelumnya

Legislator Usulkan Pemerintah Lakukan Pemutihan PMI Ilegal di Malaysia dan Timur Tengah

Selanjutnya

Terima Aspirasi Petani Sawit Riau, Legislator Dorong Solusi Berkeadilan

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(781)
  • Industri dan Pembangunan(2859)
  • Isu Lainnya(984)
  • Kesejahteraan Rakyat(2727)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3441)
  • Populer(416)
  • Uncategorized(1)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Lomba Orasi Bintang Orator

https://bit.ly/FormulirLombaOrasiBintangOrator?r=qr

Dampak Konflik AS-ISRAEL VS IRAN

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Pendidikan|Pariwisata|Infrastruktur|pascabencana|Haji|RUU Satu Data|Penerimaan Mahasiswa Baru|KUHAP|KUHP|aspirasi|RUU Hukum Perdata Internasional|bantuan|swasembada
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 90%
Angin: 4 km/h