
Anggota Komisi I DPR RI Ruth Naomi Rumkabu saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi I DPR RI ke Kodaeral VIII Manado, Sulawesi Utara.|Foto: Ulfi/jk
PARLEMENTARIA, Manado - Komisi I DPR RI mendorong evaluasi menyeluruh terhadap proses seleksi, pembinaan, dan pemeriksaan kesehatan peserta Komponen Cadangan (Komcad) menyusul meninggalnya sejumlah peserta. Evaluasi dinilai penting untuk memastikan setiap peserta yang mengikuti program tersebut benar-benar memiliki kesiapan fisik dan mental sesuai dengan tuntutan kegiatan yang dijalani.
Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi I DPR RI Ruth Naomi Rumkabu di sela-sela Kunjungan Kerja Spesifik Komisi I DPR RI ke Kodaeral VIII Manado, Sulawesi Utara. Ruth terlebih dahulu menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga peserta yang meninggal dunia.
“Pertama-tama kami menyampaikan rasa duka, berduka cita yang mendalam untuk keluarga yang ditinggalkan oleh saudara Vanreko Varkas Bagaskara ASN Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang meninggal dunia,” ujar Ruth, saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi I DPR RI ke Kodaeral VIII Manado, Sulawesi Utara, Rabu (30/09/2026).
Menurutnya, Komisi I DPR RI bersama Kementerian Pertahanan dan TNI perlu melakukan evaluasi terhadap mekanisme pembinaan peserta Komcad. Hal ini mengingat peserta Komcad berasal dari berbagai latar belakang dan tidak seluruhnya memiliki pengalaman maupun latar belakang kemiliteran.
Ruth menilai peserta yang bukan berlatar belakang militer perlu mendapatkan pembinaan terlebih dahulu agar dapat memahami serta menyesuaikan diri dengan kegiatan yang akan dijalani. Selain pembinaan, pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh juga dinilai menjadi bagian penting sebelum maupun selama mengikuti program Komcad.
“Kita berharap sebagai Komisi I, sebagai mitra dari Kementerian Pertahanan dalam hal ini TNI, merevaluasi bersama bagaimana mereka ini sendiri bukan berlatar belakang militer sehingga mereka perlu mendapatkan pembinaan lebih dulu, tetapi juga pemeriksaan kesehatan yang lengkap sehingga mereka betul-betul siap ketika ada di lapangan,” kata Politisi Fraksi PDI-Perjuangan
Ia juga menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala selama peserta menjalani kegiatan Komcad. Menurutnya, pemeriksaan rutin diperlukan sebagai bagian dari evaluasi untuk memastikan kondisi peserta tetap memungkinkan untuk melanjutkan tahapan kegiatan.
“Pemeriksaan kesehatan rutin itu harus setiap saat dilakukan supaya lebih mengetahui dan juga mengevaluasi mereka layak melanjutkan dan tidaknya,” ujar Ruth.
Lebih lanjut, Ruth mengatakan keikutsertaan dalam Komcad pada dasarnya dilakukan secara sukarela. Karena itu, menurutnya, kesiapan peserta perlu menjadi perhatian bersama, baik dari sisi individu maupun dari pihak yang menyelenggarakan dan membina program tersebut.
Ia berharap latar belakang peserta, baik yang berasal dari aparatur sipil negara (ASN) maupun masyarakat umum, turut menjadi pertimbangan dalam pola pembinaan dan pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, pendekatan pembinaan tidak harus sepenuhnya disamakan dengan personel militer aktif, sehingga kemampuan fisik masing-masing peserta dapat diperhitungkan secara proporsional.
“Kita berharap lagi kepada instansi yang bersangkutan yang menginisiasi dan punya bagian ini mungkin dapat mempertimbangkan kehadiran anggota Komcad ini berasal dari mana. Sehingga kalau itu dari ASN atau masyarakat biasa mereka mendapat perlakuan yang khusus, tidak keseluruhan harus seperti militer, sehingga mereka juga mengukur kemampuan mereka sendiri,” tuturnya.
Ruth menegaskan, peristiwa tersebut perlu menjadi bahan evaluasi bersama agar pelaksanaan program Komcad ke depan dapat berjalan dengan memperhatikan aspek keselamatan dan kesiapan peserta.
“Harapan kita sebagai perwakilan dari masyarakat yang mengalami duka dan ini semua menjadi evaluasi kita bersama. Harapan kita ke depan Komcad ini lebih menyeleksi lagi, menyeleksi lagi bagian dari kesehatan dan lain-lain, screening ulangnya sehingga betul-betul siap fisik, mental, dan lain sebagainya ketika mereka merelakan atau mereka mau masuk sebagai anggota Komcad,” pungkasnya.
Diketahui, seorang aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Ekonomi Kreatif, Vanreko Varkas Bagaskara, meninggal dunia saat mengikuti Latihan Dasar Militer Komponen Cadangan (Latsarmil Komcad). Varenko mendapat penanganan darurat akibat serangan penat panas (heatstroke) saat mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.
Latsarmil komcad itu merupakan gelombang kedua di tahun 2026. Latihan digelar di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Varenko terjatuh karena kehilangan kesadaran lalu dibawa ke RSAU dr. Esnawan Antariksa untuk dilakukan penanganan. Kondisinya sempat dinyatakan membaik sebelum dinyatakan meninggal dunia. (upi/rdn)