
Anggota Komisi XII DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono saat mengunjungi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Ngebel, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.|Foto : Uc/Andri
PARLEMENTARIA, Jakarta - Potensi energi terbarukan di daerah dinilai dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional. Pengembangan sumber energi lokal juga perlu disesuaikan dengan karakteristik dan potensi masing-masing wilayah.
Anggota Komisi XII DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono menyampaikan hal tersebut saat mengunjungi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Ngebel, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Jumat (18/9/2026) lalu. Dalam kunjungan tersebut, politisi yang akrab disapa Ibas meninjau fasilitas pembangkit sekaligus berdialog dengan jajaran PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Brantas.
Dirinya menilai keberadaan PLTA Ngebel menunjukkan bahwa sumber energi terbarukan dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan energi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
“Indonesia negara yang luas dan memiliki banyak potensi energi. Tidak hanya mineral, tetapi juga angin, air, panas bumi, terik matahari, dan sumber daya lainnya yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi nasional,” kata Ibas dalam keterangan tertulis yang diterima Parlementaria di Jakarta, Rabu (23/3/2026).
Menurutnya, potensi tersebut perlu dikembangkan melalui dukungan teknologi, investasi, riset, dan tata kelola yang baik. Pengembangan energi juga perlu memperkuat bauran energi agar ketergantungan terhadap satu jenis sumber energi dapat dikurangi.
Ibas menilai PLTA Ngebel memiliki peran dalam mendukung kebutuhan listrik di wilayah Ponorogo dan sekitarnya. Pembangkit tersebut memiliki kapasitas sekitar 2,2 megawatt dan dapat memberikan kontribusi terhadap pasokan listrik lokal ketika kondisi cuaca serta ketersediaan air mendukung operasional secara optimal.
Karena itu, ia mendorong pengembangan pembangkit energi terbarukan dilakukan secara lebih merata sesuai potensi masing-masing daerah. Menurutnya, pemanfaatan potensi lokal dapat membantu memperkuat ketahanan energi di tingkat daerah.
“Kalau model-model PLTA seperti Ngebel ini bisa dikembangkan sesuai potensi masing-masing wilayah, kemandirian energi daerah dapat semakin diperkuat,” ujar Ibas.
Di sisi lain, Ibas mengingatkan kebutuhan listrik nasional akan terus berkembang seiring meningkatnya penggunaan teknologi. Perkembangan teknologi digital dan pusat data, menurutnya, perlu diantisipasi melalui perencanaan kapasitas energi sejak sekarang.
“Kita tidak hanya harus menyediakan energi, tetapi masyarakat juga perlu mendapatkan literasi dan edukasi tentang bagaimana menggunakan energi secara hemat, efisien, efektif, dan produktif,” katanya.
Menutup pernyataan, Politisi Fraksi Demokrat itu menegaskan pembangunan energi tidak semata berkaitan dengan penyediaan listrik, tetapi juga memiliki hubungan erat dengan pembangunan ekonomi, sosial, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, pembangunan energi perlu dilakukan secara terencana dan berkelanjutan. (uc/um)