
Anggota Komisi V DPR RI Edi Purwanto saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI meninjau pembangunan Jembatan Musi V, Palembang, Sumatera Selatan.|Foto: Ida/jk
PARLEMENTARIA, Palembang — Anggota Komisi V DPR RI Edi Purwanto mendorong percepatan pembangunan Jembatan Musi V yang merupakan bagian dari Ruas Tol Palembang-Betung dan bagian penting dalam proyek Jalan Tol Trans Sumatera. Edi menekankan pentingnya penyelesaian persoalan pembebasan lahan yang masih menjadi hambatan agar konektivitas antardaerah di Sumatera segera terwujud dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
“Pembebasan lahan ada beberapa ruas yang memang belum selesai, terutama yang masuk kawasan hutan,” ujarnya ke Parlementaria usia Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI meninjau pembangunan Jembatan Musi V, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (17/9/2026).
Menurut Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu persoalan pembebasan lahan menjadi tantangan ketika terdapat kawasan hutan yang telah dihuni masyarakat. Untuk itu, diperlukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga agar persoalan tersebut dapat segera memperoleh solusi dan tidak menghambat pembangunan infrastruktur.
“Menurut saya, ada kekosongan hukum ini, diminta pendapat hukum, baik itu dari Komisi Pemberantaan Korupsi (KPK), Kejaksaan, dan kami dorong Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk melakukan konsolidasi dengan K/L, terutama Kementerian ATR/BPN, sehingga memang jangan sampai terhambat karena pembebasan lahan,” jelasnya.
Edi menambahkan, Komisi V juga terus melakukan pengawasan terhadap pembangunan ruas tol yang masih menghadapi kendala pembebasan lahan. Setiap persoalan di lapangan akan diidentifikasi dan dimitigasi bersama dengan pihak terkait agar pembangunan dapat berjalan sesuai target.
“Nanti apa masalah-masalahnya kita mitigasi sama-sama, kita identifikasi sama-sama, kita akan selesaikan bersama-sama,” ujarnya.
Legislator Dapil Jambi itu juga menilai komunikasi dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam proses pembangunan. Pemahaman mengenai manfaat konektivitas perlu terus disampaikan kepada masyarakat dan pemangku kepentingan di tingkat lokal.
“Mungkin kita diskusi dengan camatnya, dengan kadesnya, Ketua RT-nya, kelompok pemudanya, memberikan pemahaman. Kalau ini dibebaskan (lahan), maka multiplier effect-nya akan bagus bagi ekonomi di sekitar itu,” jelasnya.
Harapannya dengan terhubungnya jaringan Jalan Tol Trans Sumatera dari Aceh hingga Lampung dapat memperlancar mobilitas orang dan barang serta memberikan dampak berantai terhadap perekonomian masyarakat. (dai/aha)