
Anggota Komisi V DPR RI Edi Purwanto.|Foto: Arifman/Karisma
PARLEMENTARIA, Jakarta - Anggota Komisi V DPR RI Edi Purwanto, menekankan pentingnya memperkuat mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sejak dini, terutama di kawasan gambut yang rawan terbakar saat musim kemarau. Upaya tersebut perlu dilakukan melalui pengecekan kawasan rawan, kesiapan personel, serta penyediaan sarana dan sumber air untuk mendukung pemadaman.
Legislator Fraksi PDI Perjuangan tersebut menceritakan pengalamannya saat menjabat Ketua DPRD Provinsi Jambi, ketika bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan peninjauan lapangan sekitar satu bulan sebelum musim kemarau.
“Dulu pada saat saya Ketua DPRD Provinsi Jambi, satu bulan sebelum musim kemarau kami bersama Pak Kapolda, Pak Danrem, Pak Kajati dan kepala daerah turun ke lapangan melihat kondisi gambut di kawasan hutan, Taman Nasional Berbak dan lain-lain,” ujar Edi dalam keterangan yang dikutip Parlementaria, Jakarta, (21/10/2026).
Menurut Edi, peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan berbagai pihak dalam mengantisipasi karhutla, termasuk perusahaan yang beroperasi di kawasan rawan kebakaran. Kesiapan itu meliputi keberadaan regu pemadam kebakaran, kecukupan alat berat, serta ketersediaan sumur bor sebagai sumber air untuk pemadaman.
Selain memastikan kesiapan peralatan, mitigasi juga perlu diperkuat melalui pemberdayaan Masyarakat Peduli Api (MPA) dan pembangunan infrastruktur pendukung di kawasan gambut. Upaya tersebut mencakup penyediaan pipa sumur bor, pembuatan parit sebagai cadangan air, hingga pembangunan embung untuk menunjang operasi pemadaman.
Ketersediaan sumber air menjadi salah satu aspek penting agar penanganan kebakaran dapat dilakukan secara cepat ketika titik api muncul. Infrastruktur tersebut juga dapat mendukung operasi pemadaman melalui water bombing, yakni pemadaman dari udara dengan menjatuhkan air ke lokasi kebakaran.
Edi juga menyoroti pentingnya komunikasi dan koordinasi dengan kepala desa, tokoh masyarakat, serta organisasi nonpemerintah atau NGO. Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur diperlukan agar pencegahan dan penanganan karhutla tidak hanya bergantung pada pemerintah dan aparat, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. “Mitigasi ini juga bagian penting agar kita benar-benar siap menghadapi kemarau, termasuk karhutla,” tulisnya.
Di tengah upaya penanganan karhutla di Provinsi Jambi, Edi mengajak masyarakat mendukung langkah gubernur bersama Danrem, Kapolda, dan Kajati untuk mengonsolidasikan seluruh kekuatan yang tersedia. Sinergi tersebut diperlukan agar penanganan kebakaran berjalan lebih cepat dan terkoordinasi.
“Ayo kita dukung Pak Gubernur, Pak Danrem, Pak Kapolda dan Pak Kajati untuk mengonsolidasikan seluruh kekuatan yang ada guna mempercepat penyelesaian karhutla di Jambi agar udara kita kembali bersih,” kata Legislator Dapil Jambi ini.
Edi menegaskan, penanganan karhutla perlu mengedepankan langkah pencegahan sebelum kebakaran meluas. Kesiapan personel, peralatan pemadaman, sumber air, serta koordinasi lintas sektor menjadi bagian dari upaya mitigasi untuk menekan dampak kebakaran terhadap masyarakat dan lingkungan (bit/we)