E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaBukuBuletinMajalahTVR ParlemenMedia Sosial DPRAgenda DPRWebsite DPRMagang di DPR
TRENDING:
Berita DPR|BKSAP|Komisi X|Syahrul Aidi Maazat|Ravindra Airlangga|Komisi XII|Komisi V|Komisi IX|BAM|BAKN|Pansus|karbon|pertumbuhan ekonomi
Jakarta:
Gerimis
27°C
Terasa: 32°C
Lembab: 83%
Angin: 5 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaBukuBuletinMajalahTVR ParlemenMedia Sosial DPRAgenda DPRWebsite DPRMagang di DPR
TRENDING:
Berita DPR|BKSAP|Komisi X|Syahrul Aidi Maazat|Ravindra Airlangga|Komisi XII|Komisi V|Komisi IX|BAM|BAKN|Pansus|karbon|pertumbuhan ekonomi
Jakarta:
Gerimis
27°C
Terasa: 32°C
Lembab: 83%
Angin: 5 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaBukuBuletinMajalahTVR ParlemenMedia Sosial DPRAgenda DPRWebsite DPRMagang di DPR
TRENDING:
Berita DPR|BKSAP|Komisi X|Syahrul Aidi Maazat|Ravindra Airlangga|Komisi XII|Komisi V|Komisi IX|BAM|BAKN|Pansus|karbon|pertumbuhan ekonomi
Jakarta:
Gerimis
27°C
Terasa: 32°C
Lembab: 83%
Angin: 5 km/h
/
/
Berita/Politik dan Keamanan

Perjanjian Perdagangan Internasional Harus Berdampak Nyata bagi Ekonomi Nasional

Diterbitkan
Jumat, 18 Sep 2026 19.29 WIB
Bagikan:
Perjanjian Perdagangan Internasional Harus Berdampak Nyata bagi Ekonomi Nasional

Ketua Panja Diplomasi Parlemen dalam Perjanjian Perdagangan Internasional (DP3I), Ravindra Airlangg dalam Kunjungan Kerja dj Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga, Surabaya, Kamis (17/9/2026). |Foto: Julistian/Karisma

PARLEMENTARIA, Surabaya — Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Ravindra Airlangga menegaskan, perjanjian perdagangan internasional jangan hanya dinilai dari pembukaan akses pasar, tetapi juga dari manfaat nyata yang dihasilkan bagi perekonomian nasional. Manfaat tersebut mencakup peningkatan nilai tambah, penciptaan lapangan kerja, investasi produktif, serta penguatan ketahanan ekonomi dalam negeri.

 

Menurut Ravindra, karakter perjanjian perdagangan kini semakin kompleks. Pengaturannya tidak lagi terbatas pada ekspor, impor, dan penurunan tarif, tetapi juga berkaitan dengan industri dan hilirisasi, ketenagakerjaan, investasi, ketahanan pangan, ekonomi digital dan data, serta lingkungan dan ekonomi hijau.

Lihat Juga :

Pertumbuhan Ekonomi Harus Berdampak Bagi Kesejahteraan Rakyat

Pertumbuhan Ekonomi Harus Berdampak Bagi Kesejahteraan Rakyat

Anggaran Mitra Komisi VIII Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat

Anggaran Mitra Komisi VIII Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat

 

“Perjanjian perdagangan bukan hanya sebuah perjanjian membuka pasar, tetapi bagaimana manfaatnya diterjemahkan menjadi nilai tambah, pekerjaan, investasi produktif, dan ketahanan ekonomi di dalam negeri,” ujar Ravindra saat menyampaikan sambutan dalam Kunjungan Kerja Panitia Kerja (Panja) Diplomasi Parlemen dalam Perjanjian Perdagangan Internasional (DP3I) BKSAP DPR RI ke Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (17/9/2026).

 

Ia menjelaskan, Panja DP3I dibentuk untuk memperdalam pemahaman DPR terhadap peluang dan tantangan perjanjian perdagangan internasional. Pendalaman tersebut mencakup dampak terhadap sektor domestik, kesiapan industri, serta kepentingan nasional yang perlu diperjuangkan dalam hubungan perdagangan.

 

Legislator yang merupakan Ketua Panja DP3I ini pun menambahkan, DPR perlu melihat perjanjian perdagangan sebagai sebuah siklus, mulai dari penetapan mandat, perundingan, ratifikasi, implementasi, hingga evaluasi. Dengan pendekatan tersebut, penilaian terhadap perjanjian tidak berhenti pada proses persetujuan, tetapi juga mencakup pelaksanaan dan hasil yang dirasakan masyarakat.

 

“Pada tahap implementasi, kita perlu melihat siapa yang benar-benar memperoleh manfaat, siapa yang menanggung biaya penyesuaian, dan apakah pelaku usaha mampu menggunakan fasilitas perjanjian,” kata Politisi Fraksi Partai Golkar ini.

 

Menurutnya, evaluasi tersebut penting karena manfaat perjanjian perdagangan tidak otomatis dirasakan secara merata. Dampaknya perlu dilihat terhadap industri, tenaga kerja, UMKM, petani, konsumen, dan daerah, termasuk kemampuan pelaku usaha memanfaatkan akses pasar serta tarif preferensial.

 

Karena itu, Panja DP3I membutuhkan masukan akademik untuk mengukur manfaat, biaya, risiko, dan dampak sektoral dari perjanjian perdagangan secara objektif. Ravindra menilai perspektif akademisi juga diperlukan untuk menguji berbagai pilihan kebijakan dan merumuskan langkah penyesuaian yang sesuai dengan kondisi ekonomi nasional.

 

Merespons hal tersebut, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga Prof. Rossanto Dwi Handoyo menilai manfaat perjanjian perdagangan internasional perlu didukung kesiapan pelaku usaha dalam memenuhi berbagai persyaratan ekspor. Menurutnya, pembukaan akses pasar dan penurunan tarif belum cukup apabila tidak diikuti kemampuan memenuhi aturan asal barang, standar kualitas, serta ketentuan sertifikasi di negara tujuan.

 

Rossanto menjelaskan, ketentuan perdagangan saat ini semakin kompleks karena mencakup hambatan non-tarif, seperti sanitary and phytosanitary (SPS), technical barriers to trade (TBT), ketertelusuran produk, hingga standar lingkungan dan jejak karbon. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian dalam penguatan diplomasi perdagangan agar fasilitas perjanjian dapat dimanfaatkan secara nyata oleh pelaku usaha Indonesia.

 

“Perjanjian perdagangan tidak otomatis meningkatkan ekspor. Pelaku usaha harus siap memenuhi aturan asal barang, standar kualitas, dan sertifikasi di negara tujuan. Kesiapan inilah yang perlu diperkuat agar peluang pasar dapat dimanfaatkan,” ujar Rossanto. 

 

Ia menambahkan, penguatan kapasitas eksportir, khususnya usaha kecil dan menengah, juga perlu menjadi perhatian. Keterbatasan akses pembiayaan ekspor, informasi pasar, sertifikasi, serta kemampuan memenuhi standar negara tujuan dapat menghambat pelaku usaha dalam memanfaatkan peluang yang dibuka melalui perjanjian perdagangan.

 

Rossanto menilai langkah Panja DP3I untuk memperdalam kajian terhadap perjanjian perdagangan perlu mencakup aspek implementasi dan kesiapan sektor domestik. Selain mempercepat penyelesaian perjanjian, pemerintah dan DPR perlu mendorong diversifikasi pasar, penguatan logistik, pengembangan produk bernilai tambah, serta dukungan pembiayaan agar perjanjian perdagangan memberikan manfaat yang lebih luas bagi perekonomian nasional.

 

“Jangan sampai kita hanya memiliki banyak perjanjian, tetapi pelaku usaha tidak mampu memanfaatkannya. Yang penting adalah memastikan perjanjian tersebut benar-benar membuka peluang dan meningkatkan daya saing produk Indonesia,” pungkas Rossanto. (ujm/rdn)

Berita terkait

Pertumbuhan Ekonomi Harus Berdampak Bagi Kesejahteraan Rakyat
Ekonomi dan Keuangan
Pertumbuhan Ekonomi Harus Berdampak Bagi Kesejahteraan Rakyat
Anggaran Mitra Komisi VIII Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat
Kesejahteraan Rakyat
Anggaran Mitra Komisi VIII Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat
Cornelis: Investasi Harus Berdampak bagi Masyarakat, Bukan Sekadar Eksploitasi SDA
Industri dan Pembangunan
Cornelis: Investasi Harus Berdampak bagi Masyarakat, Bukan Sekadar Eksploitasi SDA
Tags:#BKSAP#Berita DPR#Ravindra Airlangga#Ekonomi Nasional
Sebelumnya

Ruang Fiskal KLH Makin Sempit, Meitri Pertanyakan Pengelolaan Sampah Jadi Prioritas Nasional 2027

Selanjutnya

BKSAP DPR RI: Pasar Karbon Harus Miliki Integritas Lingkungan yang Kuat

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1185)
  • Industri dan Pembangunan(4048)
  • Isu Lainnya(1087)
  • Kesejahteraan Rakyat(4063)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4933)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi VIII#Komisi IV#Komisi IX#BKSAP#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Laporan Kinerja DPR RI Tahun Sidang 2025-2026 DPR RI Berdampak : Wujudkan Daulat Rakyat Melalui Parlemen Modern, Demokratis, dan Responsif

Full Akses : https://anyflip.com/fhwbw/tjuv

Parlemen Remaja 2026
HUT DPR RI Ke-81
Majalah Parlementaria Edisi 259

Link: https://online.anyflip.com/fhwbw/eljp/mobile/index.html

Magang PPID Setjen DPR RI

Link: https://magang.dpr.go.id/register?lowongan=84

Turut berduka cita atas musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9/2026).

Turut berduka cita atas musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9/2026).

Lomba Orasi Bintang Orator
Lomba Orasi Bintang Orator
Lomba Orasi Bintang Orator

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaBukuBuletinMajalahTVR ParlemenMedia Sosial DPRAgenda DPRWebsite DPRMagang di DPR
TRENDING:
Berita DPR|BKSAP|Komisi X|Syahrul Aidi Maazat|Ravindra Airlangga|Komisi XII|Komisi V|Komisi IX|BAM|BAKN|Pansus|karbon|pertumbuhan ekonomi
Jakarta:
Gerimis
27°C
Terasa: 32°C
Lembab: 83%
Angin: 5 km/h