E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Komisi XII|Komisi X|Anggaran|Paripurna|Komisi VIII|Komisi VII|BKSAP|ESDM|Syahrul Aidi Maazat|UMKM|HUT Ke-81 DPR RI|Melchias Marcus Mekeng|Komisi III
Jakarta:
Cerah
31°C
Terasa: 34°C
Lembab: 65%
Angin: 17 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Komisi XII|Komisi X|Anggaran|Paripurna|Komisi VIII|Komisi VII|BKSAP|ESDM|Syahrul Aidi Maazat|UMKM|HUT Ke-81 DPR RI|Melchias Marcus Mekeng|Komisi III
Jakarta:
Cerah
31°C
Terasa: 34°C
Lembab: 65%
Angin: 17 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Komisi XII|Komisi X|Anggaran|Paripurna|Komisi VIII|Komisi VII|BKSAP|ESDM|Syahrul Aidi Maazat|UMKM|HUT Ke-81 DPR RI|Melchias Marcus Mekeng|Komisi III
Jakarta:
Cerah
31°C
Terasa: 34°C
Lembab: 65%
Angin: 17 km/h
/
/
Berita/Kesejahteraan Rakyat

Karhutla Ganggu Pembelajaran, Hetifah: Jangan Pertaruhkan Kesehatan Anak

Diterbitkan
Selasa, 1 Sep 2026 14.21 WIB
Bagikan:
Karhutla Ganggu Pembelajaran, Hetifah: Jangan Pertaruhkan Kesehatan Anak

Anggota Komisi VIII DPR RI, Hetifah Sjaifudian.|Foto : Fadli/Alma

PARLEMENTARIA, Jakarta - Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur mulai mengganggu aktivitas belajar anak-anak. Anggota Komisi VIII DPR RI, Hetifah Sjaifudian mengingatkan bahwa dalam kondisi kualitas udara yang memburuk, keselamatan dan kesehatan anak harus menjadi pertimbangan utama.

 

Hingga Senin (31/8/2026), pembelajaran dari rumah telah diterapkan di sejumlah wilayah, antara lain Kabupaten Berau, Kabupaten Mahakam Ulu, serta Kecamatan Long Ikis yang ada di  Kabupaten Paser. Di Berau, kebijakan tersebut mencakup 37 satuan pendidikan SMA, SMK, dan SLB dengan total 11.864 siswa, bahkan telah mengalami dua kali perpanjangan.

Lihat Juga :

Defisit BPJS Jangan Sampai Ganggu Layanan Kesehatan Masyarakat

Defisit BPJS Jangan Sampai Ganggu Layanan Kesehatan Masyarakat

Lindungi Masyarakat dan Nakes, Netty Dorong Penguatan Respons Kesehatan Karhutla

Lindungi Masyarakat dan Nakes, Netty Dorong Penguatan Respons Kesehatan Karhutla

 

Menurut Hetifah, keputusan menghentikan sementara pembelajaran tatap muka bukan berarti mengurangi pentingnya pendidikan. Justru dalam situasi bencana, sekolah harus mampu beradaptasi agar anak tetap belajar tanpa harus mempertaruhkan kesehatannya.

 

“Kalau udara di luar sudah tidak sehat, jangan memaksa anak-anak tetap datang ke sekolah. Kita semua ingin mereka terus belajar, tetapi tentu bukan dengan mengorbankan kesehatan mereka,” ujar Hetifah melalui keterangan tertulis yang diterma Parlementaria pada Selasa (1/9/2026). 

 

Ia mengapresiasi pemerintah daerah yang telah mengambil langkah pembelajaran dari rumah dengan mempertimbangkan kondisi kualitas udara. Menurutnya, keputusan semacam ini perlu dilakukan secara cepat berdasarkan data, bukan menunggu sampai semakin banyak anak mengalami gangguan kesehatan.

 

Hetifah menyebut Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 20 Tahun 2026 dapat menjadi salah satu pedoman bagi pemerintah daerah. Dalam ketentuan tersebut, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) 101–200 telah masuk kategori tidak sehat sehingga pembelajaran tatap muka perlu dibatasi. Ketika ISPU mencapai 201–300, pembelajaran tatap muka dihentikan sementara dan dialihkan ke pembelajaran jarak jauh.

 

“Orang tua tentu akan merasa cemas ketika setiap pagi harus memilih antara anak tetap bersekolah atau terpapar asap dalam perjalanan dan selama beraktivitas. Karena itu, pemerintah harus hadir dengan keputusan yang jelas dan memberi rasa aman,” katanya.

 

Sebagai Anggota Komisi VIII DPR RI yang membidangi penanggulangan bencana, Hetifah menekankan bahwa karhutla tidak boleh dipandang semata-mata sebagai persoalan memadamkan api.

 

“Asap karhutla masuk ke rumah-rumah kita, mengganggu pernapasan, aktivitas ekonomi, dan sekarang juga pendidikan anak-anak. Karena itu penanganannya harus lintas sektor. BPBD, dinas kesehatan, dinas pendidikan, dan pemerintah daerah harus bergerak dengan data yang sama dan koordinasi yang kuat,” tegasnya.

 

Di sisi lain, Hetifah mengingatkan bahwa pembelajaran dari rumah juga memiliki tantangan tersendiri. Tidak semua anak memiliki perangkat, jaringan internet, maupun lingkungan rumah yang mendukung pembelajaran daring. Ia juga mendorong pemerintah daerah memperbarui dan membuka informasi kualitas udara secara berkala agar sekolah dan orang tua memiliki pegangan yang jelas dalam mengambil keputusan.

 

“Jangan sampai kita berhasil melindungi anak dari paparan asap, tetapi tanpa disadari membuat sebagian dari mereka tertinggal dalam belajar. Daerah harus menyiapkan pilihan yang fleksibel, baik daring maupun luring, sesuai kondisi anak dan wilayahnya. Yang paling penting, jangan menunggu keadaan menjadi parah. Kalau udara belum aman, anak-anak tidak perlu dipaksakan kembali ke sekolah. Pelajaran yang tertinggal masih bisa dikejar, tetapi kesehatan anak jauh lebih sulit digantikan,” tegas Hetifah. (rnm/uc)

Berita terkait

Defisit BPJS Jangan Sampai Ganggu Layanan Kesehatan Masyarakat
Kesejahteraan Rakyat
Defisit BPJS Jangan Sampai Ganggu Layanan Kesehatan Masyarakat
Lindungi Masyarakat dan Nakes, Netty Dorong Penguatan Respons Kesehatan Karhutla
Kesejahteraan Rakyat
Lindungi Masyarakat dan Nakes, Netty Dorong Penguatan Respons Kesehatan Karhutla
Kasus Diabetes dan Gagal Ginjal Anak Meningkat, Pemerintah Harus Lindungi Kesehatan Anak
Kesejahteraan Rakyat
Kasus Diabetes dan Gagal Ginjal Anak Meningkat, Pemerintah Harus Lindungi Kesehatan Anak
Tags:#Komisi VIII#karhutla#Hetifah Sjaifudian
Sebelumnya

Apresiasi Putusan MK, HNW: Penetapan Bencana Nasional Bakal Lebih Terukur

Selanjutnya

Singgih Januratmoko Soroti Keterlibatan Anak dalam Kericuhan Pascademo DPR

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1145)
  • Industri dan Pembangunan(3874)
  • Isu Lainnya(1071)
  • Kesejahteraan Rakyat(3887)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4715)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi VIII#Komisi IV#BKSAP#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

HUT RI 81
Majalah Parlementaria 258
Parja
HUT DPR RI Ke-81

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Komisi XII|Komisi X|Anggaran|Paripurna|Komisi VIII|Komisi VII|BKSAP|ESDM|Syahrul Aidi Maazat|UMKM|HUT Ke-81 DPR RI|Melchias Marcus Mekeng|Komisi III
Jakarta:
Cerah
31°C
Terasa: 34°C
Lembab: 65%
Angin: 17 km/h