
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Mohamad Hekal (tengah) saat RDPU uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) Calon Gubernur BI di Ruang Rapat Komisi XI DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.|Foto : Mario/Andri
PARLEMENTARIA, Jakarta – Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Mohamad Hekal optimistis Destry Damayanti mampu mengemban amanah sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI). Keyakinan tersebut disampaikannya saat Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) Calon Gubernur BI di Ruang Rapat Komisi XI DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Baginya, Destry menunjukkan arah kepemimpinan yang jelas melalui konsep “Sinergi Merah Putih”, yang menurutnya sejalan dengan harapan untuk memperkuat koordinasi antarpemangku kepentingan demi menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi negara.
“Saya enggak mau bertanya yang macam-macam karena saya yakin Ibu sudah menjadi pilihan yang cukup matang, yang dipertimbangkan. Hari ini malah dibuktikan dengan materi yang Ibu siapkan, judulnya saja sudah Sinergi Merah Putih,” ujar Hekal.
Apalagi, ungkapnya, semangat Sinergi Merah Putih harus dimaknai sebagai penguatan koordinasi seluruh pemangku kepentingan di sektor keuangan guna mewujudkan cita-cita bangsa sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Ia juga menilai konsep tersebut selaras dengan prinsip pembangunan yang tidak meninggalkan siapa pun (no one left behind).
Karena itu, Hekal berharap masa depan bauran kebijakan Bank Indonesia tidak hanya menjaga stabilitas makroekonomi, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata terhadap sektor riil sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. “Dalam Ibu menyusun bauran kebijakan BI, harus memperhatikan juga pertumbuhan sektor riil. Karena ternyata dalam dekade-dekade yang berlangsung ini kita menikmati pertumbuhan ekonomi yang dianggap stabil, tetapi kenyataannya kelas menengah kita jatuh, PHK di mana-mana, dan kita mengalami deindustrialisasi,” katanya.
Ia menambahkan, target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen harus diwujudkan dengan kualitas yang lebih baik sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. “Harapan saya itu adalah 8 persen yang berkualitas. Supaya kalau ada pertumbuhan kredit jangan hanya di sektor korporasi, tapi bisa juga sampai ke UMKM. Karena perekonomian kita mayoritas berada di sektor UMKM dan sektor informal,” ujarnya.
Sebab itu, ia mendorong Bank Indonesia bersama pemerintah konsisten membina para pelaku UMKM dan sektor informal agar mampu naik kelas menjadi sektor formal. Dengan demikian, pelaku usaha tidak hanya memperoleh akses pembiayaan yang lebih luas, tetapi juga dapat meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian nasional dan penerimaan negara.
Dalam kesempatan tersebut, Calon Gubernur BI Destry Damayanti menjelaskan bahwa Sinergi Merah Putih merupakan landasan utama visi kepemimpinannya di Bank Indonesia. Menurutnya, sinergi menjadi kunci dalam memperkuat koordinasi antarlembaga untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
“Sinergi bukan hanya tentang bekerja bersama, tetapi tentang menyatukan kekuatan, saling melengkapi, dan melangkah seirama untuk mencapai hasil yang lebih baik daripada yang dapat diraih sendirian,” paparnya.
Melalui visi tersebut, ia menegaskan komitmennya memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, DPR RI, pelaku industri keuangan, dunia usaha, akademisi, serta seluruh pemangku kepentingan guna mewujudkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan.
Menutup penyampaiannya, Hekal berharap sinergi antara Komisi XI DPR RI dan Bank Indonesia semakin kuat sehingga berbagai kebijakan yang dihasilkan mampu menjawab tantangan ekonomi nasional sekaligus mempercepat terwujudnya target pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. (bit/um)