
Anggota Komisi X DPR RI Andi Muawiyah Ramly saat mengikuti Kunjungan Kerja Reses Komisi X DPR RI Ke Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan.|Foto : Anju/Alma
PARLEMENTARIA, Maros – Anggota Komisi X DPR RI Andi Muawiyah Ramly mendorong percepatan revitalisasi sekolah di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, setelah menemukan sejumlah fasilitas pendidikan yang memerlukan penanganan segera. Hal tersebut disampaikannya saat mengikuti Kunjungan Kerja Reses Komisi X DPR RI ke Kabupaten Maros, Sabtu (25/7/2026).
Peninjauan diawali di SD Negeri 111 Inpres Polejiwa. Dalam kunjungan tersebut, Andi melihat langsung kondisi bangunan sekolah yang mengalami kerusakan, mulai dari dinding yang mengelupas hingga perpustakaan yang sudah tidak layak digunakan. Padahal, sekolah tersebut menjadi tempat belajar bagi 187 siswa.
"Anak-anak berhak mendapatkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak. Revitalisasi sekolah seperti ini harus menjadi prioritas agar kualitas pendidikan terus meningkat," ujar Legislator Fraksi PKB tersebut.
Rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke SMP Negeri 2 Maros. Sekolah yang memiliki sekitar 900 siswa dan 50 guru itu menghadapi keterbatasan ruang kelas sehingga tidak dapat menampung seluruh calon peserta didik baru pada tahun ajaran 2025/2026. Di sisi lain, sekolah juga kerap terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai sekitar dua meter saat musim hujan.
Menurut Andi, pembangunan ruang kelas bertingkat dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi keterbatasan kapasitas sekaligus meminimalkan gangguan kegiatan belajar mengajar akibat banjir.
Selain meninjau kondisi sarana dan prasarana, Andi juga menekankan pentingnya pengelolaan data pendidikan yang akurat. Berdasarkan dialog dengan pihak sekolah, kerusakan fasilitas belum memperoleh afirmasi program revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah karena data pendukung yang belum sepenuhnya optimal.
"Data yang akurat menjadi syarat penting agar sekolah dapat memperoleh program pemerintah. Karena itu, pembaruan data pendidikan harus menjadi perhatian setiap satuan pendidikan," tegas Legislator Dapil Sulawesi Selatan II tersebut.
Dalam rangkaian agenda yang sama, Komisi X DPR RI juga mengunjungi Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Maros untuk membahas berbagai isu statistik daerah. Menurut Andi, kondisi kantor BPS Kabupaten Maros saat ini sudah cukup representatif sehingga usulan pembangunan rumah dinas perlu disesuaikan dengan kemampuan keuangan negara dan skala prioritas pembangunan.
Kunjungan kerja ditutup dengan meninjau Balla Lompoa Marusu di Kecamatan Maros Baru. Menurut Andi, kunjungan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari upaya pelestarian sejarah dan budaya lokal, tetapi juga memperkuat perhatian terhadap kekayaan budaya Maros sebagai bagian dari identitas bangsa yang perlu terus dijaga dan dikembangkan. (aas/ssb)