
Anggota Komisi IV DPR RI Dadang M. Naser saat mengikuti Kunjungan Kerja meninjau Balai Perikanan Budidaya Laut Batam, Kepulauan Riau.|Foto:n Aditya/Karisma
PARLEMENTARIA, Batam - Anggota Komisi IV DPR RI Dadang M. Naser mendorong optimalisasi investasi budidaya lobster di dalam negeri guna mencegah kerugian negara akibat maraknya penyelundupan Benih Bening Lobster (BBL). Ia menyoroti potensi hilangnya devisa negara yang mencapai hampir Rp16 triliun setiap tahun akibat pengiriman BBL secara ilegal ke luar negeri, khususnya ke Vietnam.
"Kita kehilangan devisa negara hampir Rp16 triliun setiap tahunnya karena BBL banyak diselundupkan ke luar negara kita terutama ke Vietnam. Kenapa investornya tidak disuruh datang ke daerah yang pas untuk budidaya lobster, membesarkan BBL. Kita punya BBL-nya, budidayakan di negara kita," papar Dadang dalam Kunjungan Kerja Reses Komisi IV di Balai Perikanan Budidaya Laut Batam, Kepulauan Riau, Kamis (23/7/2026).
Politisi Fraksi Partai Golkar ini menilai wilayah Kepulauan Riau seperti Batam, Bintan, dan Tanjung Pinang memiliki letak geografis strategis untuk dikembangkan menjadi pusat budidaya sekaligus pasar ekspor langsung ke Singapura dan Hongkong. Untuk mendukung hal tersebut, Dadang menekankan pentingnya sinergi riset antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam menciptakan sistem budidaya yang kuat, termasuk ketersediaan pakan.
"Satu hal yang harus dikuatkan itu bagaimana ketemu antara teman-teman dari KKP dengan BRIN dalam rangka pengembangan lobster. Tadi di sini kerja sama dengan masyarakat budidaya kerang sebagai makanan inti BBL menjadi lobster sedang terus diupayakan," jelasnya.
Sebagai langkah konkret penyelesaian tata kelola BBL, Legislator Daerah Pemilihan Jawa Barat II tersebut menyampaikan bahwa Komisi IV DPR RI saat ini sedang membentuk Panitia Kerja (Panja) BBL. Ia berharap aturan tata kelola ke depan dapat memberikan keuntungan yang merata bagi seluruh pihak dan menghentikan polemik yang terus berulang setiap tahun.
"Mudah-mudahan kita ketemu, jangan sampai BBL bermasalah tiap tahun. Selesaikan dengan aturan yang bijak. Rakyat senang, nelayan senang, para pembudidaya, para investor juga senang. Ini harus ketemu dan negara diuntungkan, serta nantinya rakyat yang lebih sejahtera," pungkas Dadang. (ams/we)