E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|Komisi III|RUU Perampasan Aset|Erupsi|Komisi XII|Komisi X|Komisi II|Pendidikan|mitigasi|sekolah|Gunung Krakatau|Revitalisasi Sekolah|BKSAP
Jakarta:
Cerah
30°C
Terasa: 32°C
Lembab: 56%
Angin: 15 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|Komisi III|RUU Perampasan Aset|Erupsi|Komisi XII|Komisi X|Komisi II|Pendidikan|mitigasi|sekolah|Gunung Krakatau|Revitalisasi Sekolah|BKSAP
Jakarta:
Cerah
30°C
Terasa: 32°C
Lembab: 56%
Angin: 15 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|Komisi III|RUU Perampasan Aset|Erupsi|Komisi XII|Komisi X|Komisi II|Pendidikan|mitigasi|sekolah|Gunung Krakatau|Revitalisasi Sekolah|BKSAP
Jakarta:
Cerah
30°C
Terasa: 32°C
Lembab: 56%
Angin: 15 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Dadang Usulkan Investasi Budidaya Lobster untuk Tekan Penyelundupan BBL

Diterbitkan
Jumat, 24 Jul 2026 13.13 WIB
Bagikan:
Dadang Usulkan Investasi Budidaya Lobster untuk Tekan Penyelundupan BBL

Anggota Komisi IV DPR RI Dadang M. Naser saat mengikuti Kunjungan Kerja meninjau Balai Perikanan Budidaya Laut Batam, Kepulauan Riau.|Foto:n Aditya/Karisma

PARLEMENTARIA, Batam - Anggota Komisi IV DPR RI Dadang M. Naser mendorong optimalisasi investasi budidaya lobster di dalam negeri guna mencegah kerugian negara akibat maraknya penyelundupan Benih Bening Lobster (BBL). Ia menyoroti potensi hilangnya devisa negara yang mencapai hampir Rp16 triliun setiap tahun akibat pengiriman BBL secara ilegal ke luar negeri, khususnya ke Vietnam.

 

"Kita kehilangan devisa negara hampir Rp16 triliun setiap tahunnya karena BBL banyak diselundupkan ke luar negara kita terutama ke Vietnam. Kenapa investornya tidak disuruh datang ke daerah yang pas untuk budidaya lobster, membesarkan BBL. Kita punya BBL-nya, budidayakan di negara kita," papar Dadang dalam Kunjungan Kerja Reses Komisi IV di Balai Perikanan Budidaya Laut Batam, Kepulauan Riau, Kamis (23/7/2026).

Lihat Juga :

Optimalkan Ekonomi Pesisir, Riyono Dorong Replikasi Budidaya Lobster dan Tata Kelola BBL

Optimalkan Ekonomi Pesisir, Riyono Dorong Replikasi Budidaya Lobster dan Tata Kelola BBL

Riyono: Penyelundupan Benih Lobster Membuat Kontribusi Budidaya Nasional Sangat Rendah

Riyono: Penyelundupan Benih Lobster Membuat Kontribusi Budidaya Nasional Sangat Rendah

 

Politisi Fraksi Partai Golkar ini menilai wilayah Kepulauan Riau seperti Batam, Bintan, dan Tanjung Pinang memiliki letak geografis strategis untuk dikembangkan menjadi pusat budidaya sekaligus pasar ekspor langsung ke Singapura dan Hongkong. Untuk mendukung hal tersebut, Dadang menekankan pentingnya sinergi riset antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam menciptakan sistem budidaya yang kuat, termasuk ketersediaan pakan.

 

"Satu hal yang harus dikuatkan itu bagaimana ketemu antara teman-teman dari KKP dengan BRIN dalam rangka pengembangan lobster. Tadi di sini kerja sama dengan masyarakat budidaya kerang sebagai makanan inti BBL menjadi lobster sedang terus diupayakan," jelasnya.

 

Sebagai langkah konkret penyelesaian tata kelola BBL, Legislator Daerah Pemilihan Jawa Barat II tersebut menyampaikan bahwa Komisi IV DPR RI saat ini sedang membentuk Panitia Kerja (Panja) BBL. Ia berharap aturan tata kelola ke depan dapat memberikan keuntungan yang merata bagi seluruh pihak dan menghentikan polemik yang terus berulang setiap tahun.

 

"Mudah-mudahan kita ketemu, jangan sampai BBL bermasalah tiap tahun. Selesaikan dengan aturan yang bijak. Rakyat senang, nelayan senang, para pembudidaya, para investor juga senang. Ini harus ketemu dan negara diuntungkan, serta nantinya rakyat yang lebih sejahtera," pungkas Dadang. (ams/we)

Berita terkait

Optimalkan Ekonomi Pesisir, Riyono Dorong Replikasi Budidaya Lobster dan Tata Kelola BBL
Industri dan Pembangunan
Optimalkan Ekonomi Pesisir, Riyono Dorong Replikasi Budidaya Lobster dan Tata Kelola BBL
Riyono: Penyelundupan Benih Lobster Membuat Kontribusi Budidaya Nasional Sangat Rendah
Industri dan Pembangunan
Riyono: Penyelundupan Benih Lobster Membuat Kontribusi Budidaya Nasional Sangat Rendah
Komisi IV Dorong Pengembangan Budidaya Lobster agar Indonesia Naik Kelas
Industri dan Pembangunan
Komisi IV Dorong Pengembangan Budidaya Lobster agar Indonesia Naik Kelas
Tags:#Budidaya Lobster#Tata Kelola BBL
Sebelumnya

Kunjungan ke Tambang BSI, Komisi IV Bahas CSR hingga Keluhan Nelayan

Selanjutnya

Sumail Abdullah Minta PT BSI penuhi Komitmen Lingkungan dan Libatkan Warga Banyuwangi

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1155)
  • Industri dan Pembangunan(3964)
  • Isu Lainnya(1079)
  • Kesejahteraan Rakyat(3958)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4778)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi VIII#Komisi IV#BKSAP#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

HUT RI 81
Majalah Parlementaria 258
Parja
HUT DPR RI Ke-81

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|Komisi III|RUU Perampasan Aset|Erupsi|Komisi XII|Komisi X|Komisi II|Pendidikan|mitigasi|sekolah|Gunung Krakatau|Revitalisasi Sekolah|BKSAP
Jakarta:
Cerah
30°C
Terasa: 32°C
Lembab: 56%
Angin: 15 km/h