E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Paripurna|Pajak|TNI|AIPA Caucus 2026|Anggaran|Penegakan Hukum|sekolah|geopolitik|AIPA|Hari Anak Nasional|RUU LLAJ|Sekolah Negeri|Ketua DPR
Jakarta:
Sebagian Cerah
31°C
Terasa: 34°C
Lembab: 49%
Angin: 14 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Paripurna|Pajak|TNI|AIPA Caucus 2026|Anggaran|Penegakan Hukum|sekolah|geopolitik|AIPA|Hari Anak Nasional|RUU LLAJ|Sekolah Negeri|Ketua DPR
Jakarta:
Sebagian Cerah
31°C
Terasa: 34°C
Lembab: 49%
Angin: 14 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Paripurna|Pajak|TNI|AIPA Caucus 2026|Anggaran|Penegakan Hukum|sekolah|geopolitik|AIPA|Hari Anak Nasional|RUU LLAJ|Sekolah Negeri|Ketua DPR
Jakarta:
Sebagian Cerah
31°C
Terasa: 34°C
Lembab: 49%
Angin: 14 km/h
/
/
Berita/Kesejahteraan Rakyat

Fenomena SDN Sepi Peminat, Fikri Faqih Desak Pengecualian Regrouping di Daerah 3T

Diterbitkan
Rabu, 22 Jul 2026 10.35 WIB
Bagikan:
Fenomena SDN Sepi Peminat, Fikri Faqih Desak Pengecualian Regrouping di Daerah 3T

Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih.|Foto: Mentari/Karisma

PARLEMENTARIA, Jakarta — Menyikapi fenomena Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang kian sepi peminat hingga menyusut di bawah 60 siswa, Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PKS, Abdul Fikri Faqih, mendesak pemerintah agar mengecualikan kebijakan penggabungan sekolah (regrouping) di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). 


Pernyataan ini disampaikannya di Jakarta pada Kamis (22/7/2026), sebagai peringatan bahwa langkah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tidak boleh murni berlandaskan efisiensi anggaran matematis semata. 


Menyusutnya jumlah siswa SDN saat ini berakar dari transisi demografi, di mana tingkat kelahiran (Total Fertility Rate/TFR) turun ke angka 2,1. Selain itu, terjadi eksodus besar-besaran masyarakat kelas menengah yang memindahkan anak-anak mereka ke sekolah swasta, salah satunya sekolah berbasis agama demi pendidikan karakter dan agama. 

Lihat Juga :

Fikri Faqih Desak BRIN Atasi Krisis Air Bersih di Lokasi Bencana Tegal

Fikri Faqih Desak BRIN Atasi Krisis Air Bersih di Lokasi Bencana Tegal

Dukungan Anggaran Krusial Perbaiki Pendidikan di Daerah 3T

Dukungan Anggaran Krusial Perbaiki Pendidikan di Daerah 3T


"Jadi ini bukan fenomena tidak sekolah, tapi fenomena migrasi dari sekolah negeri tadinya ke sekolah swasta,"tegas pria yang akrab disapa Fikri dalam keterangan tertulisnya yang diterima Parlementaria, Rabu (22/7).


Berdasarkan data dari Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Tahun Ajaran 2023/2024 misalnya, terjadi pergeseran tren pendidikan yang sangat signifikan antara sekolah negeri dan swasta dalam kurun waktu 2020 hingga 2024. 


Jumlah siswa di SDN tercatat stagnan bahkan terus menurun, berbanding terbalik dengan sekolah swasta yang jumlah siswanya melonjak tajam dari 2,9 juta menjadi 3,86 juta anak. 


Kondisi ini berimbas pada fasilitas pendidikan, di mana sebanyak 1.340 unit SDN terpaksa ditutup, sementara sekolah swasta justru terus berkembang dengan membangun 1.511 unit baru. 


Daya tarik sekolah swasta juga didukung oleh rasio guru dan murid yang lebih ideal, yakni 1:15 hingga 1:20, jauh lebih longgar dibandingkan SDN yang masih berjejal di angka 1:28 hingga 1:40. 


Kebijakan regrouping yang dipukul rata dikhawatirkan memicu risiko putus sekolah di daerah 3T karena jarak tempuh yang semakin menjauh tanpa adanya subsidi transportasi dari pemerintah daerah. 


Di sisi lain, pemangkasan rombongan belajar juga mengancam nasib tenaga pendidik, yakni gugurnya tunjangan sertifikasi karena guru berpotensi kehilangan syarat wajib mengajar 24 jam per minggu. 


Sebagai solusi yang berkeadilan, Fikri menilai langkah Kemendikdasmen berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri sudah tepat karena kewenangan SD berada di tangan pemerintah kabupaten/kota. 


Legislator Fraksi PKS ini juga mendorong pemerintah untuk berhenti memaksakan kompetisi dan mulai mengedepankan kolaborasi dengan pihak swasta. Fasilitas sarana daerah yang memadai dapat dikerjasamakan dengan sekolah swasta yang padat peminat, dan program perbantuan guru ASN ke sekolah swasta perlu dihidupkan kembali demi pemerataan mutu pendidikan. 


Khusus untuk daerah 3T, Komisi X memberikan syarat mutlak agar regrouping hanya dilakukan jika sekolah baru dapat ditempuh dengan berjalan kaki atau tersedianya angkutan gratis. Demi menjaga agar Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tetap naik, kelangsungan sekolah di wilayah terpencil harus dipertahankan secara afirmatif. 


"Boleh secara umum 60 ke bawah bisa kemudian di-regrouping umpamanya. Tetapi di daerah-daerah tertentu yang sangat terpencil dan aksesnya susah, tidak bisa tidak, kecuali meskipun kecil, meskipun sedikit, tetap harus didirikan di situ, dipertahankan di situ,"imbuhnya.


Ia juga kembali menegaskan prinsip utama dari perbaikan sistem ini. "Regrouping tidak boleh hanya sekadar efisiensi anggaran negara. Setiap sekolah yang ditutup harus diiringi dengan jaminan tidak ada satupun anak yang putus sekolah, dan tidak ada satupun guru yang kehilangan haknya,”pungkas legislator dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah IX (Kota Tegal, Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes) ini. (tn/aha)

Berita terkait

Fikri Faqih Desak BRIN Atasi Krisis Air Bersih di Lokasi Bencana Tegal
Kesejahteraan Rakyat
Fikri Faqih Desak BRIN Atasi Krisis Air Bersih di Lokasi Bencana Tegal
Dukungan Anggaran Krusial Perbaiki Pendidikan di Daerah 3T
Kesejahteraan Rakyat
Dukungan Anggaran Krusial Perbaiki Pendidikan di Daerah 3T
Legislator Minta Panja Pembiayaan Pendidikan Tekankan Prioritas Pendidikan di Daerah 3T
Kesejahteraan Rakyat
Legislator Minta Panja Pembiayaan Pendidikan Tekankan Prioritas Pendidikan di Daerah 3T
Tags:#sekolah#Sekolah Negeri
Sebelumnya

Banggar Soroti SILPA APBN 2025 Capai 255,5 Triliun

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1033)
  • Industri dan Pembangunan(3595)
  • Isu Lainnya(1034)
  • Kesejahteraan Rakyat(3585)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4393)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Syarat dan Ketentuan Umum
 AIPA

Link : https://ksap.dpr.go.id/

Instagram

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Paripurna|Pajak|TNI|AIPA Caucus 2026|Anggaran|Penegakan Hukum|sekolah|geopolitik|AIPA|Hari Anak Nasional|RUU LLAJ|Sekolah Negeri|Ketua DPR
Jakarta:
Sebagian Cerah
31°C
Terasa: 34°C
Lembab: 49%
Angin: 14 km/h