
Anggota Komisi V DPR RI Erna Sari Dewi.|Foto: Arifman/jk
PARLEMENTARIA, Bantul – Anggota Komisi V DPR RI Erna Sari Dewi memantik perhatian atas penguatan kapasitas Basarnas yang dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keamanan kawasan wisata, khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta yang memiliki tingkat kunjungan wisatawan tinggi namun dengan karakteristik wilayah rawan bencana.
Hal tersebut disampaikan Erna usai mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI ke Kantor Basarnas Yogyakarta, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (17/7/2026). Menurutnya, Yogyakarta memiliki karakteristik multi hazard region, mulai dari ancaman erupsi gunung merapi, gempa bumi, kecelakaan di kawasan tebing, hingga potensi kedaruratan di wilayah pesisir yang membutuhkan dukungan Basarnas dengan kapasitas yang memadai.
"Yogyakarta ini adalah daerah multi hazard region dan juga kita lihat bahwa daerah Yogyakarta ini adalah merupakan daerah destinasi wisata utama di Indonesia dan tentu ini menjadikan perhatian khusus karena kalau kita bicara soal pariwisata maka kita bicara soal keamanan pariwisatawan yang ingin berwisata di sini," ujarnya.
Erna menjelaskan tingginya aktivitas pariwisata di Yogyakarta menjadikan kesiapsiagaan Basarnas sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari upaya memberikan perlindungan kepada masyarakat maupun wisatawan. Menurutnya, dukungan terhadap Basarnas perlu terus diperkuat agar mampu menjawab berbagai potensi kedaruratan yang dapat terjadi sewaktu-waktu di wilayah dengan karakteristik risiko yang beragam.
"Tentu ini dibutuhkan dukungan secara politis juga dan tentu dukungan anggaran terkait bahwa memang kapasitasnya harus diperkuat dan kelasnya harus ditingkatkan," lanjut Erna
Selain penguatan kapasitas kelembagaan, Erna juga menilai edukasi kebencanaan kepada masyarakat perlu mendapat perhatian lebih. Ia menyoroti pentingnya program SAR Go To School dan berbagai kegiatan sosialisasi lebih digalakan agar masyarakat memiliki pengetahuan dasar mengenai tindakan penyelamatan ketika menghadapi bencana maupun keadaan darurat.
"Kalau SAR Go to School ini menurut saya sangat penting karena bagaimana kita melakukan penyelamatan terhadap diri ini perlu diperkenalkan dan perlu di sosialisasikan kepada masyarakat," tegasnya.
Menurut Erna, keselamatan masyarakat merupakan amanat konstitusi yang harus diwujudkan melalui dukungan terhadap lembaga-lembaga yang menjalankan tugas kemanusiaan. Karena itu, ia berharap penguatan kapasitas Basarnas tidak hanya dipandang sebagai kebutuhan institusi, tetapi juga sebagai investasi negara dalam memberikan perlindungan kepada seluruh masyarakat, termasuk mereka yang beraktivitas dan berwisata di berbagai daerah rawan bencana. (arm/we)