
Anggota Komisi X DPR RI Ledia Hanifa dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Kepala Perpustakaan Nasional terkait pembahasan LKPP APBN Tahun Anggaran 2025 di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.|Foto : Tari/Andri
PARLEMENTARIA, Jakarta – Komisi X DPR RI meminta Perpustakaan Nasional (Perpusnas) mengevaluasi mekanisme penyaluran bantuan mobil dan motor perpustakaan keliling. Pasalnya, masih ditemukan kendaraan bantuan yang tidak lagi beroperasi setelah diserahkan kepada pemerintah daerah, sehingga tujuan meningkatkan budaya baca masyarakat belum tercapai secara optimal.
Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi X DPR RI Ledia Hanifa dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi X DPR RI dengan Kepala Perpustakaan Nasional terkait pembahasan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) APBN Tahun Anggaran 2025 di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/7/2026).
Dalam pelaksanaan fungsi pengawasan, Ledia menilai persoalan utama bukan terletak pada penyaluran bantuan kendaraan perpustakaan keliling, melainkan pada komitmen pemerintah daerah untuk mengoperasikan dan mendukung keberlanjutan layanan tersebut.
"Persoalannya ketika memberikan mobil keliling maupun motor keliling, kalau mobil keliling itu diserahkannya ke pemerintah daerah, problemnya mereka mau tidak menganggarkan bensinnya, mau menyediakan sopirnya, karena mobil itu tidak bisa jalan sendiri," ujar Politisi Fraksi PKS itu.
Karena itu, Ledia mengusulkan agar setiap pemerintah daerah yang mengajukan bantuan kendaraan perpustakaan keliling terlebih dahulu menyampaikan komitmen yang jelas terkait operasional dan target peningkatan literasi. Menurutnya, komitmen tersebut perlu menjadi salah satu syarat dalam penyaluran bantuan agar aset negara benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.
"Yang diperlukan adalah komitmen pemerintah daerahnya. Minta motor, minta mobil, tapi apa yang mereka berikan? Komitmennya itu kepada literasi. Mungkin ada target kenaikan indeks literasi di daerah tersebut sehingga kita bisa memacu mereka," katanya.
Ledia mengungkapkan, berdasarkan pengalamannya di daerah pemilihan, masih terdapat kendaraan perpustakaan keliling yang tidak lagi dimanfaatkan secara optimal setelah diterima pemerintah daerah. Kondisi tersebut, menurutnya, perlu menjadi bahan evaluasi agar program bantuan lebih efektif.
"Contoh saja di daerah pemilihan saya. Dari periode sebelumnya sudah ada bantuan, tetapi ternyata belum banyak yang melihat itu dipergunakan untuk berkeliling. Banyak yang akhirnya berhenti," ungkap legislator dari Dapil Jawa Barat I tersebut.
Selain memperkuat komitmen pemerintah daerah, Ledia juga mengusulkan agar Perpusnas membuka peluang penyaluran bantuan kendaraan perpustakaan keliling kepada taman bacaan masyarakat (TBM), komunitas literasi, maupun perpustakaan masyarakat. Menurutnya, lembaga-lembaga tersebut memiliki kedekatan dengan masyarakat sehingga berpotensi mengoptimalkan pemanfaatan bantuan.
"Ketika motor keliling itu diberikan juga kepada penggerak literasi atau taman bacaan masyarakat maupun perpustakaan masyarakat, itu menjadi bagian yang perlu dipertimbangkan supaya program ini menjadi lebih baik," pungkasnya. (fa/ssb)